Agar Doa Kamu Mustajab Terkabul, Lakukan 2 Hal Ini – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Setiap orang tentu memiliki impian yang ingin ia gapai. Bagi seorang muslim, selain berusaha, ia harus berdoa kepada Allah subhanahu wata’alaa. Sebab hanya Allah lah yang dapat mengabulkan impiannya. Sekeras apapun usaha, selama Allah tidak mengehendaki maka impian kita tidak akan terwujud. Bagaimana cara agar doa kita mustajab?

(1) MEMBERIKAN SEDEKAH
Beliau -semoga Allah merahmatinya- berkata, “Hendaklah dia bersedekah sebelum berdoa.”
Terlebih dahulu bersedekah sebelum memanjatkan doanya, dan disebutkan dalam sebuah hadis,
Sedekah itu meredakan amarah Allah. (HR. Tirmizi)
Dan memberikan sedekah adalah salah satu sebab dikabulkannya doa.
Dan beliau -semoga Allah merahmati beliau- berkata,
Sungguh doa semacam ini hampir-hampir tidak akan ditolak sama sekali.
Yakni doa yang terkumpul sifat-sifat ini, terlebih lagi apabila dia sesuaikan doa-doanya
dengan apa yang dikabarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa doa tersebut mustajab
(2) BERDOA DENGAN MEMUJI ALLAH DENGAN MENYEBUT ASMAUL HUSNA AL-A’ZHOM
atau apabila doa tersebut mengandung nama Allah yang paling agung.
Apabila doa tersebut terdapat di dalamnya nama Allah yang paling agung sebagaimana diriwayatkan
dalam Sunan Abi Dawud dan selainnya, dari Anas -semoga Allah meridai beliau-
bahwa Nabi ‘alaihish shalatu was salam mendengar seseorang berkata di dalam doanya
“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dengan segala puji yang sungguh hanya untuk-Mu, …
… tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, hanya Engkau dan tiada sekutu bagi-Mu, …
… yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Sang Pemilik kebesaran dan keagungan, …
… yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.”
Maka beliau berkata, yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sungguh kau telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, …
… yang apabila seseorang berdoa dengannya niscaya dikabulkan, …
… dan apabila meminta dengannya niscaya akan diberi. (HR. Tirmidzi)
Sungguh kau telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, …”
… yang apabila seseorang berdoa dengannya niscaya dikabulkan, …
… dan apabila meminta dengannya niscaya akan diberi. (HR. Tirmidzi)
Sehingga apabila seorang muslim memperhatikan doa semacam ini,
maka hampir-hampir doanya tidak akan tertolak.
Hampir-hampir doanya tidak akan tertolak ketika dia jujur, menghadap-Nya,
memohon pada-Nya, dan meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan inilah faedah dari Imam Ibnul Qayyim -semoga Allah merahmati beliau-
yang beliau kumpulkan padanya tata cara dan adab-adab mulia dalam doa,
yang seorang muslim harus memperhatikannya ketika berdoa,
dan beliau berkata bahwa barang siapa melakukan semua hal tersebut,
maka sungguh hampir-hampir doanya tidak akan tertolak.

***

قَالَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَي دُعَائِهِ صَادَقَةً
قَدَّمَ بَيْنَ يَدَي دُعَائِهِ صَادَقَةً وَفِي الْحَدِيثِ
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ – رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
وَهِيَ مِنْ أَسْبَابِ… أَسْبَابِ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ
قَالَ رَحِمَهُ اللهُ فِي … قَالَ
فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا
يَعْنِي الَّذِي جَمَعَ هَذِهِ الأَوْصَافَ وَلَا سِيَّمَا إِذَا صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ
الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا مَظِنَّةُ الْإِجَابَةِ
أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلْاِسْمِ الْأَعْظَمِ
أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلْاِسْمِ الْأَعْظَمِ مِثْلُ مَا جَاءَ
فِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ وَغَيْرِهِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ فِي دُعَائِهِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
فَقَالَ أَيْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَقَدْ سَأَلْتَ اللهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ
الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ
وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى – رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
لَقَدْ سَأَلْتَ اللهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ
الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ
وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى – رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
فَإِذَا تَحَرَّى الْمُسْلِمُ مِثْلَ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ
فَلَا يَكَادُ دُعَائُهُ يُرَدُّ
لَا يَكَادُ دُعَائُهُ يُرَدُّ فِي صِدْقِهِ وَإِقْبَالِهِ
وَإِلْحَاحِهِ وَالْتِجَاءِهِ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
فَهَذِهِ فَائِدَةٌ لِلْإِمَامِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى
جَمَعَ فِيهَا هَذِهِ الضَّوَابِطَ وَالْآدَابَ الْعَظِيمَةَ فِي الدُّعَاءِ
مِمَّا يَنْبَغِي أَنْ يَتَحَرَّاهَا الْمُسْلِمُ فِي دُعَائِهِ
وَذَكَرَ أَنَّ مَنِ اجْتَمَعَتْ لَهُ هَذِهِ الأُمُورُ
فَإِنَّ دُعَائَهُ لَا… لَا يَكَادُ يُرَدُّ