Rahasia Menakjubkan di Balik Bersin – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Setiap kita mungkin pernah mengalami bersin. Dalam dunia medis, bersin dikatakan sebagai cara tubuh untuk menghilangkan iritas hidung atau tenggorokan dan merupakan proses pengusiran bakteri. Sebagai seorang muslim, kita diajari tentang adab-adab bersin. Bagaimana doa bersin? Dan bagaimana cara mendoakan orang yang bersin?

Beliau berkata: Dari Mu’adz bin al-Hakam as-Sulami radhiyallahu ‘anhu…
ia berkata: Ketika aku shalat bersama Rasulullah…
-shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tiba-tiba ada seorang lelaki yang bersin.
Maka aku katakan, “Yarhamukallah!” (Semoga Allah merahmatimu)
Kalimat “YARHAMUKALLAH” adalah tasymit (doa) untuk orang yang bersin, diperintahkan dalam syariat.
Yakni jika ada saudaramu yang bersin,…
lalu dia membaca “alhamdulillah”, maka hendaklah kamu mentasymitnya (ucapkan YARHAMUKALLAH)
Dan jika dia bersin namun tidak mengucapkan “Alhamdulillah”, maka jangan mentasymitnya.
Di sini terdapat rahasia yang menakjubkan. Subhanallah..
Doamu baginya agar mendapat rahmat setelah dia bersin…
lalu dia mengucap alhamdulillah -syaratnya adalah dia mengucap hamdalah,
jika tidak mengucap hamdalah maka jangan mentasymitnya.
Dan ini ada dalam hadits, “Jika dia bersin dan mengucap hamdalah, maka bertasymitlah baginya…
namun jika dia bersin dan tidak mengucap hamdalah…
maka janganlah mentasymitnya.”
Dan berkaitan dengan hadits ini…
terdapat kisah menarik, bahwa Abu Burdah…
bin Abu Musa al-Asy’ari…
suatu hari berada di rumah ayahnya…
yakni di rumah Ummul Fadhl yang merupakan istri kedua ayahnya.
Dia duduk bersama ayahnya ketika itu.
Lalu ibu tirinya itu bersin…
dan mengucapkan hamdalah, maka Abu Musa mentasymitnya.
Kemudian Abu Burdah juga bersin, namun lupa mengucap hamdalah. Maka Abu Musa tidak mentasymitnya.
Dan ketika Abu Burdah ke rumah ibu kandungnya, dia menceritakan hal ini.
Dia menceritakan: Aku tadi berada di rumah ayah…
lalu istrinya bersin dan ayah mentasymitnya, dan aku juga bersin namun tidak mentasymitku.
Ketika Abu Musa datang, ibu kandung Abu Burdah mencelanya, istri keduamu bersin dan kamu mentasymitnya…
namun saat anakku bersin, kamu tidak mentasymitnya.
Mengapa kamu membedakan antara anakku dan istri keduamu.
Maka Abu Musa menjawab, “Istri keduaku bersin dan mengucap hamdalah, maka aku mentasymitnya…
sedangkan anakmu bersin namun dia tidak mengucap hamdalah, maka aku tidak mentasymitnya.
Dan aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika ada dari kalian yang bersin…
Jika ada yang bersin lalu mengucap hamdalah, maka bertasymitlah baginya…
dan jika ada yang bersin dan tidak mengucap hamdalah maka jangan mentasymitnya.”
Maka istri pertamanya itu berkata, “Baiklah…baiklah…”
Di sini terdapat rahasia menakjubkan. Subhanallah…
Orang yang bersin ini, lalu mengucap hamdalah.
Dia bersin lalu mengucap hamdalah (yaitu mengucapkan “Alhamdulillah”)
maka bersinnya adalah salah satu kenikmatan dari Allah baginya.
karena sebagaimana dikatakan oleh Ibnu al-Qayyim: Di dalam kepala terdapat uap…
jika uap itu menetap di dalamnya, maka akan membahayakan manusia…
bisa jadi akan menjadikannya sakit atau bahkan mengancam nyawanya.
Lalu datanglah bersin yang kuat ini yang menggoncang badan…
menggetarkan seluruh badan, dan mengeluarkan gangguan itu,
yang andai tetap di dalamnya, maka akan mengancam nyawanya…
dan membahayakannya.
Jadi ketika seorang hamba bersin dan segala gangguan keluar…
sehingga merasakan kenikmatan, menghayati karunia Allah padanya; ia lalu mengucap hamdalah,…
maka pujiannya bagi Allah ketika itu…
adalah salah satu sebab baginya untuk meraih rahmat Allah.
Saat dia menghayati kenikmatan baginya lalu mengucap hamdalah, maka itu salah satu sebab…
salah satu sebab apa?
meraih rahmat.
Maka ini tepat jika saat itu saudaranya berdoa baginya.
Ketika dia mendengarnya bersin dan mengucap hamdalah…
dia mendoakannya agar mendapat rahmat, “YARHAMUKALLAH”
YARHAMUKALLAH
Orang bersin yang mengucap hamdalah maka dia berhak untuk didoakan.
Adapun orang bersin yang tidak mengucap hamdalah, tidak didoakan.
Jika dia tidak mengetahui tentang sunnah ini, maka harus diajari.
diajari sunnahnya.
Namun, tasymit hanya diberikan bagi yang berhamdalah.
Yang menghayati nikmat Allah padanya lalu mengucap hamdalah…
maka itu adalah sebab datangnya rahmat, sehingga didoakan baginya, “YARHAMUKALLAH”
Lalu orang yang bersin juga dituntut membalas doa itu dengan doa.
Orang-orang berdoa baginya, “YARHAMUKALLAH”…
mereka berdoa baginya satu doa, dan dia berdoa bagi mereka dua doa.
Yaitu dengan doa: “YAHDIKUMULLAH WA YUSHLIHU BAALAKUM”.
Yuslihu baalakum berarti memperbaiki seluruh urusan kalian.
Subhanallah… Lihatlah…
ikatan…
dan kasih sayang antar umat muslim jika ada yang bersin.
Kamu tidak akan melihat seperti ini di dalam agama atau sekte apapun.
Ini merupakan kenikmatan dari Allah bagi kaum muslimin.
Allah menciptakan hubungan interaksi, persaudaraan, dan kasih sayang di antara mereka.
Jika ada satu dari mereka yang bersin…
dan berhamdalah, maka kamu diperintahkan untuk mendoakannya dan menjadi kewajibanmu atasnya.
Kewajiban muslim atas muslim lainnya…
ada enam, dan Rasulullah menyebutkan di antaranya: Jika dia bersin maka bertasymitlah baginya,
yakni jika dia bersin dan mengucap hamdalah, sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits.

***

قَالَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
قَالَ بَيْنَا أَنَا أُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ عَطَسَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ
فَقُلْتُ يَرْحَمُكَ اللهُ
يَرْحَمُكَ اللهُ هَذَا تَشْمِيتُ الْعَاطِسِ، مَأْمُورٌ بِهِ شَرْعًا
أَنَّ أَخَاكَ إِذَا عَطَسَ
فَحَمِدَ اللهَ تُشَمِّتْهُ
وَإِذَا عَطَسَ وَلَمْ يَحْمَدِ اللهَ لَا تُشَمِّتْهُ
هُنَا فِيهِ سِرٌّ عَجِيبٌ سُبْحَانَ اللهِ
دُعَاءُكَ لَهُ بِالرَّحْمَةِ عَلَى إِثْرِ عَطْسَتِهِ
وَحَمْدِهِ بِشَرْطِ أَنْ يَحْمَدَ
إِنْ لَمْ يَحْمَدْ لَا تُشَمِّتْهُ
وَهَذَا وَرَدَ فِي حَدِيثٍ إِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ
وَإِذَا عَطَسَ فَلَمْ يَحْمَدِ اللهَ
فَلَا تُشَمِّتْهُ
حَتَّى فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِهَذَا الْحَدِيثِ
قِصَّةٌ طَرِيفَةٌ لَطِيفَةٌ أَبُو بُرْدَةَ
ابْنُ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ
كَانَ يَوْمًا عِنْدَ وَالِدِهِ
عِنْدَ أُمِّ الْفَضْلِ الَّتِي هِيَ زَوْجَةُ وَالِدِهِ الثَّانِيَةُ
كَانَ جَالِسًا عِنْدَ وَالِدِه
فَعَطَسَتْ
وَحَمِدَتِ اللهَ فَشَمَّتَهَا
وَعَطَسَ أَبُو بُرْدَةَ وَهُوَ نَسِيَ مَا حَمِدَ اللهَ فَلَمْ يُشَمِّتْهُ
فَلَمَّا ذَهَبَ إِلَى أُمِّهِ أَخْبَرَهَا
وَقَالَ إِنِّي كُنْتُ عِنْدَ الْوَالِدِ وَكَذَا
فَعَطَسَتْ وَشَمَّتَهَا عَطَسْتُ وَمَا شَمَّتَنِي
فَلَمَّا جَاءَ لَامَتْهُ قَالَتْ عَطَسَتْ وَشَمَّتَّهَا
وَعَطَسَ ابْنِي عِنْدَكَ وَلَمْ تُشَمِّتْهُ
يَعْنِي لِأَيِّ شَيْئٍ تُفَرِّقُ بَيْن ابْنِي وَبَيْنَهَا؟
فَقَالَ إِنَّهَا عَطَسَتْ وَحَمِدَتِ اللهَ فَشَمَّتُّهَا
وَابْنُكِ عَطَسَ وَلَمْ يَحْمَدِ اللهَ فَلَمْ أُشَمِّتْهُ
وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ
إِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ
وَإِذَا عَطَسَ فَلَمْ يَحْمَدْ فَلَا تُشَمِّتْهُ
فَقَالَتْ أَحْسَنْتَ أَحْسَنْتَ
هُنَا فِي سِرِّهِ عَجِيبٌ . سُبْحَانَ اللهِ
هَذَا الَّذِي عَطَسَ وَحَمِدَ اللهَ
عَطَسَ وَحَمِدَ اللهَ
عَطْسَتُهُ نِعْمَةٌ مِنْ نِعَمِ اللهِ عَلَيْهِ
لِأَنَّهُ مِثْلُ مَا يَقُولُ ابْنُ الْقَيِّمِ الرَّأْسُ يَكُونُ فِيهِ أَبْخِرَةٌ
وَلَوْ بَقِيَتْ آذَتِ الْإِنْسَانَ
رُبَّمَا أَمْرَضَتْهُ رُبَّمَا قَتَلَتْهُ
فَتَأْتِي هَذِه الْعَطْسَةُ الشَّدِيدَةُ الَّتِي تُزَلْزِلُ الْبَدَنَ
تَهُزُّ الْبَدَنَ كُلَّهُ تُخْرِجُ الْأَذَى
الَّذِي لَوْ بَقِيَ لَأَهْلَكَهُ
وَأَضَرَّ بِه
فَعِنْدَمَا يَعْطِسُ الْعَبْدُ وَيَخْرُجُ الْأَذَى
وَيُحِسُّ بِالنِّعْمَةَ يَسْتَشْعِرُ فَضْلَ اللهِ عَلَيْهِ فَيَحْمَدَ اللهَ
حَمْدُهُ حِيْنَئِذٍ
مِنْ أَسْبَابِ نَيْلِهِ رَحْمَةَ اللهِ
لَمَّا يَسْتَشْعِرُ النِّعْمَةَ وَيَحْمَدُ هَذَا مِنْ أَسْبَابِ
مِنْ أَسْبَابِ مَاذَا؟
نَيْلِ الرَّحْمَةِ
فَنَاسَبَ أَنْ يَدْعُوَ لَهُ أَخُوْهُ
عِنْدَمَا يَسْمَعُهُ يَعْطَسُ وَيَحْمَدُ
بِالرَّحْمَة يَرْحَمُكَ اللهُ
يَرْحَمُكَ اللهُ
فَيُشَمَّتُ الْعَاطِسُ الْحَامِدُ
أَمَّا الْعَاطِسُ غَيْرُ الْحَامِدِ لَا يُشَمَّتُ
إِذَا كَانَ يَجْهَلُ السُّنَّةَ يُعَلَّمُ
يُعَلَّمُ السُّنَّةَ
لَكِنْ لَا يُشَمَّتُ إِلَّا مَنْ يَحْمَدُ اللهَ
الَّذِي يَسْتَشْعِرُ نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْهِ وَيَحْمَدُ
هَذَا مِنْ مُوجِبَاتِ الرَّحْمَةِ فَيُدْعَى لَهُ قَالَ يَرْحَمُكَ اللهُ
ثُمَّ هُوَ أَيْضًا مَطْلُوبٌ مِنْهُ أَنْ يُقَابِلَ الدُّعَاءَ بِالدُّعَاءِ
هُمْ يَقُولُونَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللهُ
يَدْعُونَ لَهُ بِدَعْوَةٍ وَيَدْعُو لَهُمْ بِدَعْوَتَيْنِ
يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
يُصْلِحُ بَالَكُمْ يَعْنِي يُصْلِحُ لَكُمْ شَأْنَكُم كُلَّهُ
سُبْحَانَ اللهِ شُفْ
التَّرَابُطَ
عَلَى إِثْرِ العَطْسَةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ وَالتَّرَاحُمَ
هَذَا مَا تَرَاهُ فِي أَيِّ دِينٍ وَلَا فِي أَيِّ مَذْهَبٍ
هَذَا مِنْ نِعَمِ اللهِ عَلَى الْمُسْلِمِينَ
أَنْ أَوْجَدَ بَيْنَهُمْ هَذِهِ التَّرَابُطَ وَهَذِهِ الْأُخُوَّةَ وَهَذِهِ الْمَحَبَّةَ
وَاحِدٌ يَعْطَسُ
وَيَحْمَدُ اللهَ أَنْتَ مَأْمُورٌ وَحَقٌّ مِنْ حُقُوقِهِ عَلَيْكَ
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ
سِتٌّ وَذَكَرَ مِنْهُ إِذَا عَطَسَ فَشَمِّتْهُ
عَطَسَ أَيْ وَحَمِدَ اللهَ كَمَا يُبَيِّنُ ذَلِكَ الْأَحَادِيثُ