Setiap manusia memiliki kewajiban untuk bertakwa dan beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata’alaa. Sebab Allah subhanahu wata’alaa adalah Dzat yang telah menciptakan dirinya, memberikan rezeki kepadanya, dan mengatur alam semesta beserta isinya. Allah subhanahu wata’alaa memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna. Dan tidak sedikit kaum muslimin yang bahkan sudah hafal dengan nama-nama-Nya yang tercantum dalam asmaul husna. Akan tetapi, sekedar menghafal tentunya tidak cukup tanpa disertai penghargaan dan pemuliaan.
Menghargai / Memuliakan Nama-Nama Allah
Caranya, dipelajari dengan baik, diamalkan konsekuensinya.
Diantara bentuk memuliakan, mengubah nama dengan misi memuliakan nama Allah. Contoh, nama Allah terbagi dua:
Pertama, nama yang khusus untuk Allah. Contoh: Allah, Ar-Rahman, Robbul ‘Alamin.
Kedua, nama yang tidak khusus dipakai oleh Allah. Contoh: Malik, Aziz, Rouf, Rahim, Alim, Halim.
Dalil,
Dari sahabat Abi syuraih, dulu punya julukan abul hakam bapaknya kebijaksanaan. BEgitu Rasulullah mendengar maka beliau mengatakan bahwa al hakam adalah nama Allah dan hanya Allah yang maha adil. Dan hukum semuana akan kembali kepada Allah. Abu syuraih berkelit, sesungguhnya masyarakatku jika mereka berselisih maka mereka akan datang kepadaku dan aku memberi keputusan diantara mereka dan hampir diseluruh permasalahan mereka menerima keputusanku. Dan mereka menjuluki dengan abul hakam. Rasulullah memuji dan kemudian memberi masukkan anakmu ada siapa saja namanya? Dijawab syuraih, muslim, abdullah. Yang paling besar syuraih. Rasulullah mengatakan, mulai hari ini julukanmu abu syuraih.
Kesimpulan:
Harus mengganti nama yang terkesan menyerupai nama Allah untuk menghormati nama Allah.














