Ayat kursi sebagai salah satu bagian dari al-Qur’an yang banyak dihafalkan oleh umat Islam. Secara keseluruhan, isi al-Qur’an itu mulia. Namun di antara ayat-ayat mulia terdapat satu ayat yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada lainnya. Kaum muslimin mengenalnya dengan sebutan ayat kursi. Ayat ini terdapat di surat al-Baqarah, tepatnya ayat ke-255.
Allah Berfirman, “Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Al-Kursi tidaklah disebutkan dalam Al-Quran
kecuali di tempat ini, di Ayat Kursi,
yang menjadi nama ayat ini.
Al-Kursi, ditafsirkan oleh Ibnu Abbas raḏhiyallāhu ʿanhumā
dalam sebuah riwayat dengan sanad sahih darinya
bahwa itu adalah tempat kedua kaki Allah, al-Jabbār Tabāraka wa Taʿālā.
Al-Kursi juga ditafsirkan demikian oleh Ibnu Mas’ud dan Abu Musa Al-Asy’ari
tanpa diketahui adanya Sahabat Nabi lain yang menyelisihi mereka.
Seperti ini membuat hukumnya menjadi Marfūʿ (disandarkan kepada Rasulullah)
karena tidak bisa dikatakan berdasarkan ijtihad.
Jadi, Kursi Allah Jalla wa ʿAlā
adalah tempat kedua kaki Allah Subẖānahu wa Taʿālā.
Lantas bagaimanakah bentuk Al-Kursi itu?
Apa jawabannya?
Kita katakan bahwa pertanyaan “bagaimanakah bentuknya” tersebut, apa jawabannya?
Kita terlarang bertanya “bagaimanakah bentuknya”, tidak bisa kita ketahui.
Kita belum pernah melihatnya atau melihat yang sama dengannya.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Hendaknya kita berhenti bertanya dan diam.
Mengenai Al-Kursi ini, ada dua pendapat yang keliru,
yang Anda mungkin temukan di sebagian tafsir dan beberapa kitab,
maka waspadalah!
Pendapat pertama, menafsirkan Al-Kursi dengan ilmu.
Ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas Raḏhiyallāhu ʿanhumā
hanya saja riwayat ini lemah
dan menyelisihi riwayat yang lebih sahih.
Ada pula riwayat tentang pendapat kedua bahwa Al-Kursi adalah Arsy.
Ini tidak benar.
Al-Kursi bukanlah Arsy,
karena Al-Kursi berada di depan Arsy,
sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar bahwa Al-Kursi seperti tangga menuju Arsy.
Demikian pula sebagaimana tersebut dalam atsar sebelumnya
bahwa Al-Kursi lebih kecil daripada Arsy.
Jadi, keliru jika dikatakan bahwa Al-Kursi adalah Arasy.
Al-Kursi tafsirnya adalah seperti yang aku sebutkan tadi,
adapun bagaimana bentuknya, maka seseorang diam terhadapnya,
dan mengembalikan ilmunya kepada Allah Tabāraka wa Taʿālā.
Demikian.
***
قَالَ: وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ
الْكُرْسِيُّ مَا جَاءَ فِي الْقُرْآنِ
إِلَّا فِي هَذَا الْمَوْضِعِ مِنْ آيَةِ الْكُرْسِيِّ
الَّتِي سُمِّيَتْ بِهِ
وَالْكُرْسِيُّ فَسَّرَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا
بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ عَنْهُ
أَنَّهُ مَوْضِعُ قَدَمَي الْجَبَّارِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
وَهَكَذَا فَسَّرَ الْكُرْسِيَّ ابْنُ مَسْعُودٍ وَأَبُو مُوسَى الْأَشْعِرِيُّ
وَلَمْ يُعْرَفْ لَهُمْ مُخَالِفٌ مِنَ الصَّحَابَةِ
وَمِثْلُ هَذَا لَهُ حُكْمُ الرَّفْعِ
لِأَنَّهُ لَا يُقَالُ عَنْ طَرِيقِ الِْاجْتِهَادِ
إِذَنْ كُرْسِيُّ اللهِ جَلَّ وَعَلَا
مَوْضِعُ قَدَمَيهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَكَيْفَ هُوَ؟
مَا الْجَوَابُ؟
قُلْنَا هَذِهِ كَلِمَةٌ مَاذَا؟
مَمْنُوعٌ لَيْسَ إِلَيْهَا سَبِيلٌ
مَا رَأَيْنَاهُ وَلَا رَأَيْنَا مَثِيلًا لَهُ
إِذَنْ عَلَيْنَا مَاذَا؟
أَنْ نَقِفَ وَأَنْ نَسْكُتَ
وَالْكُرْسِيُّ أَخْطَأَ أَوِ الْخَطَأُ فِيهِ فِي قَوْلَيْنِ
قَدْ تَجِدُهُمَا فِي بَعْضِ التَّفَاسِيرِ أَوْ بَعْضِ الْكُتُبِ
فَتَنَبَّهْ إِلَى ذَلِكَ
الْقَوْلُ الْأَوَّلُ تَفْسِيرُ الْكُرْسِيِّ بِالْعِلْمِ
وَهَذَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا
وَلَكِنَّهُ ضَعِيفٌ
وَمُخَالِفٌ لِمَا هُوَ أَصَحُّ مِنْهُ
وَكَذَلِكَ رُوِيَ الْقَوْلُ الثَّانِي أَنَّ الْكُرْسِيَّ هُوَ الْعَرْشُ
هَذَا لَيْسَ بِصَحِيحٍ
الْكُرْسِيُّ لَيْسَ هُوَ الْعَرْشُ
إِنَّمَا هُوَ بَيْنَ يَدَيِ الْعَرْشِ
كَمَا جَاءَ فِي الْأَثَرِ كَالْمِرْقَاةِ إِلَيْهِ
وَكَمَا جَاءَ فِي الْأَثَرِ السَّابِقِ
أَنَّ الْكُرْسِيَّ أَصْغَرُ مِنَ الْعَرْشِ
فَمِنَ الْخَطَأِ أَنْ يُقَالَ: إِنَّ الْكُرْسِيَّ هُوَ الْعَرْشُ
بَلِ الْكُرْسِيُّ يُفَسَّرُ بِمَا ذَكَرْتُ لَكَ
وَكَيْفِيَّةُ ذَلِكَ يَقِفُ الْإِنْسَانُ فِي عِلْمِهَا
وَيُرْجِعُ عِلْمَهَا إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
نَعَمْ














