Nrimo Ing Pandum – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A

 

Nrimo ing pandum bisa kita artikan dengan menerima pemberian dari Allah. Sebuah falsafah Jawa yang kadung populer di tengah umat ini berasal dari adab-adab Islam. Ikhlas dan sabar adalah dua hal yang mesti ada dalam bab nerimo (menerima). Ikhlas itu bukan sak karepmu (baca: terserah). Ikhlas adalah amalan hati. Ciri ciri orang ikhlas kelihatan dari gerak geriknya dalam bermuamalah kepada orang lain. Hadits tentang ikhlas turut membingkai indahnya nrimo ing pandum ini … Siapa yang tidak mengenal keilmuan dari Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah ? Ikhlas dalam Islam menempati urutan pertama dalam kitab-kitab para ulama. Ikhlas beramal itulah yang dituntut. Ikhlas itu menerima setiap keputusan Allah dengan lapang dada. Ikhlas menurut Islam merupakan pokok dalam segala sesuatu. Oleh karena itu, ikhlas karena Allah selalu kita sematkan dalam hati kita. Dengan demikian akan terasa ringan dan mudah untuk dikerjakan. Apakah itu bentuknya; Ikhlas dalam bekerja atau ikhlas dalam beribadah. Ikhlas hati itu yang utama. Ikhlas itu berat, oleh karenanya para ulama selalu memperbaikinya setiap saat. Belajar ikhlas menerima takdir dari video ini sepertinya akan memotivasi diri Anda agar lebih baik dalam mengarungi bahtera kehidupan. Selain ikhlas, ada sifat qanaah. Qanaah artinya sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak merasa puas atau merasa kurang, utamanya dalam pemberian nikmat dari Allah. Tidak semua orang berharta; ada si kaya dan ada si miskin, semuanya diuji dengan keadaannya. Ada yang berahsil melewatinya dan ada yang tumbang dalam menapakinya. Cinta karena harta tidak akan langgeng, tapi cinta karena agama akan awet selamanya. Menerima apa adanya kelebihan dan kekurangan pasangan, akan lebih mendewasakan wawasan berpikir Anda. Apabila kita telaah hadits tentang rezeki, maka akan kita dapati bahwa rezeki Allah yang mengatur nya. Rezeki tak kan lari jauh dikejar, rezeki akan datang sendiri … dengan syarat Anda menempuh sebab-sebabnya. Inilah indahnya Islam, adanya hubungan sebab-akibat.