Dilarang Ngecharger HP di Masjid? – Poster Dakwah Yufid TV

Fungsi masjid adalah tempat ibadah bagi kaum muslimin dan hal ini dikenal sejak awal berdirinya. Pabila kita cermati sejarah (sejarah masjid) , maka di sana ada masjid Quba (masjid pertama yang dibangun), Masjid Nabawi, dan selainnya. Maka akan kita dapati manfaat masjid untuk kepentingan kaum muslimin (seperti: tempat musyawarah, adanya ta’lim, dan hal-hal positif lainnya). Video kali ini berjudul Dilarang ngecharger HP di masjid atau larangan ngecas HP di masjid. Benarkah demikian? Selain masjid, bisakah Anda menyebutkan contoh fasilitas umum lainnya? Penting untuk diingat oleh semua … yakni doa masuk masjid. Kajian kali ini menyoal bab adab dan sejauh mana ruang lingkup akhlak membahasnya. Adanya peraturan di masjid, bukan tanpa maksud. Maka wajar adanya bila ada pertanyaan dari jamaah; bagaimana hukum menggunakan barang di masjid ? Adakah perbedaan masjid dan mushola ? Sebenarnya hanya beda arti saja tapi maknanya sama. Mushola itu artinya tempat shalat, sedangkan masjid adalah tempat sujud. Memakmurkan masjid merupakan tugas kita semua, kadang dengan menyelenggarakan acara ini dan itu hingga tanpa sadar ikutan ngecas HP di situ, bagaimanakah hukumnya? Hmm … Di antara adab menggunakan HP adalah tidak mengeraskan volume nada dering di masjid, khawatir dapat mengganggu kekhusyuan jamaah. Dalam video ini dijelaskan asbabul wurud (sebab periwayatan) hadits yang melatarbelakangi soal jawab ini. Dahulu pernah diperintahkan untuk jihad fi sabilillah, hingga kaum muslimin menang dan mendapatkan ghanimah. Pengertian ghanimah adalah harta rampasan perang. Pembagian ghanimah dibagi oleh pemimpin, tidak boleh membagi sendiri. Bisa jadi ghanimah tersebut adalah fasilitas. Fasilitas adalah barang yang mereka dapatkan dari peperangan. Apa kaitannya ghanimah dengan ngecas HP di masjid? Tentu ada, simak video ini sampai tuntas untuk mendapatkan jawabannya! Cara memakmurkan masjid ialah dengan menghadirkan ustadz-ustadz yang mumpuni dalam memegang Al-Quran dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf. Oleh karena itu, kadang kita minta fatwa mereka. Fatwa adalah keputusan yang dihasilkan dari suatu hukum. Tentunya, tidak setiap orang bisa berfatwa. Fatwa yang kredibel di negeri ini sebut saja fatwa MUI, jika di Saudi terdapat Lajnah Da’imah. Fatwa ulama sangat menentramkan jika dipatuhi, terlebih bab ini “ngecas hp”. Disinggung pula, dalam fatwa, adanya peran tamir dalam menetapkan keputusan; boleh atau tidaknya ngecas di masjid. Tentunya fasilitas masjid berasal dari sedekah jariyah para jamaah. Khususnya sedekah listrik. Mari kita berpikir cerdas untuk kemajuan masjid kita!!! Barakallahu fikum.