Fiqih Jual Beli dalam Islam : Riba, Akad Sharf, Tukar Mata Uang Asing (Kitab Umdatul Ahkam Seri 236)

Yufid TV kembali menyajikan video pembahasan Kitab Umdatul Ahkam bersama Ustadz Aris Munandar, M.P.I hafizhahullah. Kali ini masuk pembahasan Riba dan akad Sharf / jual beli mata uang asing (valas). Sebagian dari kita pastinya sudah tahu pengertian riba menurut Islam. Riba adalah memberi tambahan pada hal-hal yang khusus. Terkait riba dalam jual beli, ada istilah barang ribawi. Diantara barang ribawi adalah emas dan perak sebagaimana disebutkan dalam hadits ke 281 di kitab Umdatul Ahkam).

Dalam hadits tersebut disimpulkan bahwa dalam jual beli atau tukar menukar sesama barang ribawi yang sama, misalnya jual beli emas dengan emas, maka berlaku 2 ketentuan / syarat jual beli barang ribawi, yaitu nilai (berat) nya harus sama dan transaksinya harus kontan (selesai di tempat terjadinya transaksi). Begitu juga untuk perak dengan perak, maka harus sama gram nya dan dilakukan secara kontan di tempat terjadinya transaksi. Apa hubungan antara hadits ini dengan akad sharf? Mungkin Anda pernah mendengar istilah akad sharf dalam perbankan syariah. Akad sharf adalah akad jual beli mata uang asing (valas).

Semua mata uang dianggap sebagai barang ribawi, diqiyaskan dengan emas dan perak. Dengan demikian, hukum jual beli mata uang beserta ketentuan nya sama dengan hukum jual beli barang ribawi lainnya seperti emas dan perak. Jadi, ketika Anda tukar mata uang rupiah dengan rupiah, maka nilai (nominal) nya harus sama dan harus kontan atau selesai ditempat. Misalnya menukar 1 lembar uang nominal 100rb rupiah ditukar dengan 5 lembar uang nominal 20rb rupiah. Apabila nominalnya berbeda, maka termasuk contoh riba dalam jual beli barang ribawi. Dan contoh riba dalam jual beli uang ini sering kita lihat ketika menjelang lebaran.

Bagaimana dengan tukar mata uang asing dengan mata uang rupiah? Apakah harus sama nominalnya, misal 100 USD dengan 10 IDR?
Ketika mata uang nya berbeda, maka nominalnya boleh berbeda. Misal 1 USD ditukar dengan 14rb IDR (atau sesuai nilai kurs saat itu). Hal ini diqiyaskan dengan tukar menukar emas dengan perak. Ketika emas ditukar dengan perak, maka nilai (berat) nya boleh berbeda, misal 1 gram emas ditukar dengan 100 gram perak. Tapi, transaksi tersebut harus kontan atau selesai di tempat terjadinya transaksi.