Ingat Lima Perkara (Masa Muda) – Ustadz dr. Raehanul Bahraen – 5 Menit yang Menginspirasi

Ingat lima perkara sebelum lima perkara … termasuk nasehat populer di kalangan khatib di sebagian negeri. Kadang sesudahnya ia kan mengungkap 7 golongan yang mendapat naungan di Padang Mahsyar a.l seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah bersama Rabb-Nya. Dan ingat lima perkara Masa Muda salah satunya, bukan isapan jempol semata. Ia adalah nasehat Super yang melebihi ucapan motivator dunia, sebab ia datangnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbicara tidak dari hawa nafsunya melainkan wahyu yang diberikan kepadanya …

Masa muda, masa penuh gairah, gejolak yang berapi-api, meletup-letup tak terkendali … inilah advis yang bermanfaat berupa nasehat buat pemuda fillah. Apa hubungannya nasehat pemuda dengan pengertian Hari Kiamat? Tentu berkesinambungan. Sebagaimana prolog di muka, bahwa ada tujuh golongan yang dinaungi di sana, dan hal tersebut terjadi setelah hari Kiamat. Pemuda Islam yang baik ialah pemuda hijrah; hijrah dari kebiasaan yang tidak berguna menuju good habits.

Menilik kembali hadits tentang pemuda yang dicintai Allah dan hadits jaga lima perkara yang disampaikan oleh pemateri Ustadz dr Raehanul Bahraen hafizahullah. Dalam ceramah tersebut dijelaskan secara gamblang tentang tanggung jawab seorang pemuda. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku yang disengaja atau tidak disengaja. Seberapa besar nilai tanggung jawab di pundak seorang pemuda? Ceramah tentang pemuda dalam Islam ini menjawabnya.

Karakteristik pemuda Islam yang paling menonjol adalah kebiasaannya dalam mensyiarkan agama Allah, seperti shalat berjamaah ke masjid, berjilbab bagi wanita yang sudah baligh, dll. Semoga yang sedikit ini mampu menjadi motivasi pemuda Islam di manapun berada. Jangan pernah salahkan pemuda masjid, ia hanyalah seorang yang menegakkan agamanya. Sebab kebiasaannya menuju masjid mengantarkannya menuju taqwa (di dalamnya ia belajar ilmu agama, dan berkawan dengan orang-orang shalih).

Menyoal generasi muda Islam dan tantangan akhir zaman, tidak menyurutkan langkah orang tua untuk berperan dalam membimbing para pemuda untuk selangkah lebih maju dalam beragama (baca: didukung kegiatannya yang berkaitan dengan masjid dan dakwah Islam secara umum). Dan suatu chalengge yang nyata bagi seorang pemuda yaitu waktu luang. Waktu luang adalah sisa waktu yang belum direncanakan untuk berbuat kebaikan atau keburukan, dan biasanya manusia banyak yang terjatuh dalam kebinasaan dalam bab ini. Sebab waktu, tidak akan pernah kembali!