Ikhlas Bersatu dan Taat Kepada Pemimpin – Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Ikhlas adalah murninya hati kepada Allah, saat ikhlas beramal tanpa pamrih, itulah yang disebut ikhlas karena Allah. Saat ini Anda tengah menyimak kajian Syarah Ushul Sittah (pokok-pokok keyakinan beragama yang jumlahnya enam perkara) yang disusun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Dan pada video ini, kami mengunggah tiga topik: Ikhlas Bersatu dan Taat Kepada Pemimpin.

Banyak kami mengambil faidah dari hadits tentang persatuan dan persaudaraan dan ayat AlQuran tentang larangan berpecah belah, (artinya) “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Surat Ali Imran: 103)

Begitupula dengan hadits tentang larangan bercerai berai, “Ikhtilaf as-Syar (perselisihan itu jelek)”. Dan hadits pendek tentang persaudaraan, “Innamal mukminuna ikhwah (sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara).” Memasuki poin ketiga, pemateri masuk kepada pengertian ulil amri, Ulil amri adalah nama lain dari khalifah, raja, presiden, atau seseorang yang diamanati untuk memimpin suatu negara yang sah.

Dari uraian beliau, kita mengenal pengertian taat kepada Allah Rasul dan ulil Amri sekaligus (Qul aatii’ullah wa rasul wa ulil amri minkum). Demikianhalnya maruf hadits tentang taat kepada ulil amri. Sebelum jauh, Ustadz Abdullah Roy tidak mengalpakan pembahasan makna basmalah; mengurai sisi lain hadits tentang ashabiyah; hadits tentang larangan bergolongan; hadits setiap muslim itu bersaudara. Semuanya ada dalam aqaid Ahlussunnah wal Jama’ah.