Kiat-Kiat Meraih Kebahagiaan – Ustadz Abu Qotadah

Konsep harta dalam Islam bukan semata-mata untuk ditumpuk terus, akan tetapi ia hanyalah sarana untuk mengais bekal yang menyampaikannya ke negeri akhirat. Senantiasa berdzikir dalam keseharian Anda dengan dzikir penenang hati akan membuat segalanya tampak indah, sebab Anda mencocoki sunnah. Praktekknya … saat Anda mengawali sesuatu, Anda mulai dengan basmalah, melakukan ini doa, melakukan itu doa, …. apa yang dicari? Keberkahan waktu dan usia. Masya Allah.

Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan kondisi zaman. Maka dewasa ini beramai-ramai orang non muslim menanyakan “Apa itu agama Islam?” Mengapa pemeluknya begitu damai dengan kesehariannya? Sebenarnya hal tersebut sudah terjadi di masa lampau, saat kita melihat sejarah agama Islam yang datang ke negeri-negeri di luar Islam dengan wajah asli Islam, maka banyak para penduduk setempat yang tertarik dengan agama Islam tanpa paksaan.

Inilah ceramah umum yang berjudul Kiat Kiat Meraih Kebahagiaan yang dibawakan oleh Ustadz Abu Qotadah, salah seorang yang pernah menimba ilmu agama ke negeri Yaman, tepatnya di Darul Hadits, Dammaj. Sebelum memasuki kajian, beliau mengawalinya dengan hadits tentang bersyukur nikmat Allah yang tak terhingga dan hasungan terkait pentingnya menuntut ilmu. Sebab, amal tanpa ilmu akan merugikan pelakunya. Dengan menyaksikan video ini, Anda akan dikenalkan tentang resep bahagia menurut Islam dan trik meraih kebahagiaan sejati. Juga, paparan yang menawan tentang prinsip hidup yang baik (baca: beraqidah dan bermanhaj yang benar).

Kunci hidup bahagia dunia dan akhirat sudah digariskan. So, bicara harta dalam Islam, tidak tercela selama dalam koridor yang dibutuhkan, bukan dalam rangka memamerkannya. Oleh karena itu, disinggung sedikit terkait keutamaan menuntut ilmu yang akan meredam prinsip hidup negative thinking (semuanya dipandang terbalik-semuanya negatif), dan mengupas hal ikhwal contoh perbuatan maksiat, yang terbesarnya ialah dosa syirik, kemudian bid’ah yang tidak disadari …. kesemuanya menghambat rezeki seseorang. Apabila ada yang tetap bermaksiat, tapi memperoleh kelapangan rezeki, maka itu adalah bentuk istidraj padanya. Seorang muslim yang baik, tidak merasa aman dari makar Allah.

Salah satu amalan penghapus dosa yang dapat Anda lakukan ialah shalat lima waktu, sebab ia mampu membersihkan dosa seseorang layaknya orang yang mandi 5 kali sehari, betapa bersihnya jasad orang tersebut.