Hukum Pre Order – Ustadz Ammi Nur Baits

Jual beli Jasa yang marak belakangan ini ditenggarai oleh berbagai latar belakang dan kali ini kita berpijak pada bahasan hukum pre order. Nah, pada video sebelumnya kita telah mengenal istishna. Istishna adalah lebih dekat jika diqiaskan kepada jual beli jasa daripada jual beli barang. Sedangkan pre order adalah pembelian dengan cara memesan terlebih dahulu. Apakah seperti ini masuk ke dalam pengertian salam (jual beli salam)? Silahkan untuk merujuk kepada makalah istishna yang telah diuraikan sebelumnya. Termasuk halnya apa yang disebut dengan istishna paralel.

Video ini masih berkaitan dengan contoh transaksi istishna. Masihkah Anda ingat apa itu akad istishna? Dalam sistem jual beli, istishna dikenal dengan jual beli pesanan, mirip mirip dengan aktivitas agen dalam jual beli. Lalu adakah hadits tentang agen dalam jual beli? Kali ini izinkanlah pemateri: Ustadz Ammi Nur Baits hafizahullah menjelaskannya untuk Anda dan meraup kelebihan harta dari kiat-kiat yang terangkum dalam peluang usaha muslim. Sedikit flashback dengan jual beli pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih sangat sederhana, meski demikian rizki yang berkah melimpah selalu mereka dapatkan.

Jual beli dalam Islam memang menjanjikan kejayaan, kejayaan di dunia (untung) dan kejayaan di akhirat (meraih pahala). Sekali lagi, kami sampaikan bahwa apa yang kami haturkan, kurang lebihnya kami sarikan dari kumpulan hadits tentang jual beli. Adapun terkait jual beli ini (pre order) harus terbebas dari gharar, khususnya gharar dalam jual beli. Semoga akad jual beli Anda membawa berkah dan makin sering PO, dan abaikan cuitan, “Anti PO PO Club.” (Artinya tidak suka pre order).