Wahai Pemuda Menikahlah, Jangan Modus – Ustadz Ali Ahmad

Wahai pemuda menikahlah, demikian anjuran menikah bagi pemuda yang sudah mampu untuk menikah seperti yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah haditsnya, hadits tentang anjuran menikah itu diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam hadits nomer 5056 dan riwayat Muslim nomer hadits 1400. Dalam hadits anjuran menikah dalam Islam tersebut juga disebutkan bahwa apabila belum mampu untuk menikah maka hendaknya berpuasa. Sedangkan anjuran menikah dalam Al Quran disebutkan dalam surat Annur ayat yang ke 32, yang artinya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS. An Nur: 32)

Anjuran menikah dalam Islam memiliki keutamaan-keutamaan yang besar, karena menikah merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan dalam syariat Islam dan ada banyak ibadah dan keutamaan yang hanya dapat didapatkan oleh orang yang sudah menikah. Anjuran menikah dan larangan membujang merupakan bagian dari syariat Islam yang merupakan fitrah dari manusia untuk melanjutkan keturunan dan Nabi Muhammad bangga akan banyaknya umatnya di hari kiamat kelak, yang dengan menikah dan memiliki keturunan hal tersebut dapat terwujud. Selain itu bahkan ada anjuran menikah lebih dari satu bagi yang mampu dan memenuhi syarat. Oleh karena itu ” Wahai para pemuda menikahlah “.