Kajian Kitab penyejuk Hati Orang-Orang Bertauhid Bab 21, Pembahasan Tentang Bagaimana Rasulullah Menjaga Kemurnian Tauhid dan Bagaimana Beliau Menutup Setiap Jalan Yang Dapat Mengantarkan Pada Kesyirikan.
Disampaikan oleh, Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Dalil 1,

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

-Surat At-Tawbah, Ayat 128

Rasulullah berkata aku berusaha menghalangi kalian jangan mendekati api dan aku pegangi kalian tapi justru kalian memaksa untuk masuk kedalam api tersebut.

Banyak umat islam yang memaksa untuk masuk neraka dengan terus melakukan maksiat, dosa dan kesyirikan.

Setiap nabi mempunyai doa yang mustajab dan telah digunakan namun Rasulullah belum menggunakan doa tersebut dan ditahan untuk syafaat kelak diakhirat bagi umatnya. Karena dengan syafaat akan banyak yang bisa diselamatkan dari neraka.

Kesimpulan:
Besarnya semangat Rasulullah dalam menjaga ummatnya. antara lain dengan cara menutup setiap jalan yang mengantarkan pada kesyirikan.

Dalil 2, hal 343
Dari Abu Huroiroh, Rasulullah bersabda jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan*. Dan jangan kalian jadikan kuburanku sebagai ied* (sesuatu yang terulang rutin secara periodik). Bersholawatlah* kepadaku sesungguhnya. sholawat kalian akan sampai kepadaku dimanapun engkau berada.

* jangan jadikan kuburan Rasulullah sebagai tempat yang rutin dikunjungi secara periodik.

* Rumah yang tidak digunakan untuk beribadah seperti kuburan dan Kesimpulan terbaliknya adalah kuburan bukan tempat untuk beribadah.

* Tidak perlu datang ke kuburan untuk bersholawat.

Kesimpulan:
Dilarang menjadikan kuburan sebagai tempat yang rutin secara periodik untuk diziarahi. Hal itu dalam rangka menjaga kemurnian tauhid.

Dalil 3, HR Imam Ad diya Al Makdisi.

Dari Ali Bin husain gelar zainal abidin (cicit Rasulullah), aku melihat ada seseorang datang kesebuah celah dekat makam Rasulullah kemudian laki-laki tersebut masuk kecelah tersebut dan berdoa disitu. Maka aku (ali bin husain) melarang orang tersebut untuk berdoa disitu. Dan beliau berkata maukah engkau aku beritahu sebuah hadits dari ayahku, dari kakeku dari Rasulullah.
Rasulullah bersabda jangan kalian jadikan kuburanku sebagai ied…dst

Kesimpulan:
Merutinkan ziarah kubur secara periodik tidak diperbolehkan hal itu dalam rangka mencegah dari kesyirikan.