Mengerjakan shalat malam menjadi kebiasaan orang-orang shaleh. Ibadah yang sering disebut sebagai shalat qiyamul lail ini termasuk amalan sunah yang utama. Ada banyak pahala dan manfaat di balik shalat malam. Oleh sebab itu, hendaknya kita mulai membiasakan diri untuk menunaikannya. Shalat malam ada banyak macamnya, misal shalat tarawih khusus di bulan Ramadhan, shalat tahajud, dan shalat witir.

Dia mengatakan, “Apakah boleh seorang muslim
Salat Malam lagi setelah Salat Witir?”
Kami katakan, “Boleh.”
Ketika seseorang sudah salat witir bersama imam
dan ingin salat lagi setelah itu, maka ada tiga cara.
Aku akan sebutkan semuanya sesuai dengan urutannya.
[PERTAMA]
Yang pertama dan yang terbaik adalah Anda Salat Witir bersama imam,
setelah itu Anda salat lagi sejumlah yang Allah ʿAzza wa Jalla Kehendaki untuk Anda
dengan jumlah rakaat genap.
Dalilnya adalah perbuatan Nabi Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam yang Salat Witir
kemudian salat lagi setelah Salat Witir dengan dua rakaat ringan.
Ini menunjukkan bahwa Anda boleh salat dengan rakaat genap setelah witir.
Namun, usahakan untuk menjadikan Salat Witir sebagai Salat Malam Anda yang paling akhir.
Ini cara pertama.
[KEDUA]
Cara kedua, sebagian ulama mengatakan
bahwa Anda boleh Salat Witir bersama imam,
kemudian menggenapkan rakaat salat tersebut.
Jadi, Anda salat dua rakaat.
Kami katakan bahwa ini derajat kedua, mengapa?
Karena pendapat yang terkenal di kalangan para ulama, salat ini tidak sah,
karena perbuatan makmum harus harus sesuai dengan perbuatan imam.
Namun sebagian ulama berpendapat bolehnya
gerakan makmum yang lebih banyak daripada gerakan imam
dengan syarat sudah meniatkan salat tersebut sejak awal salat.
Namun cara yang terbaik adalah mengamalkan cara pertama
untuk keluar dari perbedaan pendapat dalam masalah ini.
[KETIGA]
Cara ketiga adalah cara yang dilarang oleh banyak ulama,
yakni Anda Salat Witir bersama imam
kemudian salat lagi untuk menggenapkan witir dengan satu rakaat terpisah.
Setelah itu Anda Salat Witir lagi ketiga kalinya di malam itu.
Cara ini disebutkan oleh sebagian ulama,
tetapi cara yang terbaik adalah yang pertama.
Cara yang pertama adalah yang paling utama untuk dilakukan.
Kesimpulannya, barang siapa yang sudah Salat Witir bersama imam,
maka dia boleh saat lagi setelah itu dengan dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, dan seterusnya.
Demikian.

***

يَقُولُ: هَلْ يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِ
أَنْ يُصَلِّيَ بَعْدَ الْوِتْرِ مِنَ اللَّيْلِ؟
نَقُولُ: نَعَمْ
الرَّجُلُ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ الْوِتْرَ
وَأَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ بَعْدَهُ فَلَهُ ثَلَاثُ حَالَاتٍ
سَأَذْكُرُهَا لَكُمْ وَكُلُّهَا بِهَذَا التَّرْتِيبِ
أَوَّلُهَا وَأَفْضَلُهَا أَنْ تُوتِرَ مَعَ الْإِمَامِ
ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ تُصَلِّي مَا شَاءَ اللهُ لَكَ عَزَّ وَجَلَّ
وَتُصَلِّيهَا شَفْعًا
وَالدَّلِيلُ عَلَيْهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ
ثُمَّ يُصَلِّي بَعْدَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
فَدَلَّ ذَلِكَ عَلَى أَنَّهُ يَجُوزُ أَنْ تُصَلِّيَ بَعْدَ الْوِتْرِ شَفْعًا
وَلَكِنِ احْرِصْ عَلَى أَنْ تَجْعَلَ الْوِتْرَ آخِرَ صَلَاةِ لَيْلِكَ
هَذِهِ الصُّورَةُ الْأُوْلَى
الصُّورَةُ الثَّانِيَةُ يَقُولُ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ
إِنَّهُ يَجُوزُ أَنْ تُصَلِّيَ مَعَ الْإِمَامِ الْوِتْرَ
ثُمَّ تَشْفَعُهَا بِرَكْعَةٍ
فَتُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ
قُلْنَا: إِنَّ هَذِهِ دَرَجَةٌ ثَانِيَةٌ لِمَاذَا؟
لِأَنَّ الْمَشْهُورَ عِنْدَ فُقَهَاءِ أَنَّ الصَّلَاةَ لَا تَصِحُّ
لِأَنَّهُ يَجِبُ أَنْ تُوَافِقَ أَفْعَالُ الْمَأْمُومِ أَفْعَالَ الْإِمَامِ
لَكِنْ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ بِجَوَازِ
أَنْ تَكُونَ أَفْعَالُ الْمَأْمُومِ أَكْثَرَ مِنْ أَفْعَالِ الْإِمَامِ
بِشَرْطِ أَنْ يَنْوِيَ عِنْدَ افْتِتَاحِ الصَّلَاةِ فِي ذَلِكَ
وَلَكِنَّ الْأَوْلَى أَنْ نَسِيرَ الصُّورَةَ الْأُوْلَى
خُرُوجًا مِنْ الْخِلَافِ فِي الْقَوْلِ فِي هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ
الصُّورَةُ الثَّالِثَةُ وَقَدْ مَنَعَ مِنْهَا كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ
أَنْ تُصَلِّيَ مَعَ الْإِمَامِ الْوِتْرَ
ثُمَّ تَأْتِيَ فَتَشْفَعُ الْوِتْرَ بِرَكْعَةٍ مُنْفَصِلَةٍ
ثُمَّ تُوْتِرُ وِتْرًا ثَالِثًا فِي اللَّيْلِ
وَهَذِهِ ذَكَرَهَا بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ
لَكِنْ الْأَوْلَى الْأُوْلَى
الْأُوْلَى هِيَ أَوْلَى الْأَفْعَالِ
إِذَنْ مَنْ صَلَّى الْوِتْرَ مَعَ الْإِمَامِ
يَجُوزُ لَهُ أَنْ يُصَلِّيَ بَعْدَ ذَلِكَ رَكْعَتَيْنِ مَثْنَى مَثْنَى
نَعَمْ