Waktu yang kita miliki di dunia ada batasnya. Baik digunakan dengan benar ataupun disalahgunakan, waktu pasti berlalu. Sebagai seorang muslim, kita harus mengelola waktu dengan baik dan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Siang dan malam adalah dua tempat penyimpanan amal.
Maka lihatlah setiap orang dari kalian,
apa yang dia letakkan di tempat penyimpanannya?!
Siang dan malam itu sebagaimana yang dikatakan al-Hasan al-Bashri rahimahullah:
“Dua kendaraan yang mengantarkanmu.
Malam mengantarkanmu kepada siang, dan siang mengantarkanmu kepada malam,
hingga keduanya menyerahkanmu kepada kematian.”
Engkau–wahai hamba Allah–berada di antara dua hari:
[PERTAMA]
Hari yang telah pergi, tidak mungkin lagi akan kembali.
Hari-hari yang telah pergi adalah hari-hari yang telah berlalu
yang dikatakan kepada orang-orang yang diberi catatan amalnya dengan tangan kanan
—kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk dari mereka–
“Makan dan minumlah dengan nyaman…
berkat amal yang telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS. al-Haqqah: 24)
Hari-hari yang telah berlalu itu adalah hari-hari kalian ini nantinya.
Ia adalah hari yang telah pergi, berlalu, dan selesai bersama dengan apa yang kalian amalkan di dalamnya.
[KEDUA]
Kemudian hari yang baru.
Hari baru itu seakan-akan berkata,
“Aku adalah tanggung jawabmu…
Aku adalah hari yang baru, dan akan menjadi saksi atas amalanmu…
maka beramal salehlah di dalamku, karena jika aku sudah pergi, aku tidak akan kembali.”
Adapun masa depan, kamu tidak tahu apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan bagimu di dalamnya.

***

وَاللَّيْلُ وَالنَّهَارُ خِزَانَتَانِ
فَلْيَنْظُرْ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْكُمْ
مَا يَضَعُ فِي خِزَانَتِهِ
وَاللَّيْلُ وَالنَّهَارُ كَمَا يَقُولُ الْحَسَنُ رَحِمَهُ اللهُ
مَطِيَّتَانِ تُوْضِعَانِكَ
يُوْضِعُكَ اللَّيْلُ إِلَى النَّهَارِ وَيُوْضِعُكَ النَّهَارُ إِلَى اللَّيْلِ
حَتَّى يُسْلِمَاكَ إِلَى الْمَوْتِ
وَأَنْتَ يَا عَبْدَ اللهِ بَيْنَ يَوْمَيْنِ
يَوْمٍ مَضَى لَا يُمْكِنُ أَنْ يَعُودَ
وَالْأَيَّامُ الْمَاضِيَةُ هِيَ الْأَيَّامُ الْخَالِيَةُ
وَالَّتِي يُقَالُ لِمَنْ أُعْطِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ
نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْهُمْ
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا
بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
الْأَيَّامُ الْخَالِيَةُ هِي أَيَّامُكُمْ هَذِهِ
فَيَوْمٌ مَضَى وَانْقَضَى وَانْتَهَى بِمَا عَمِلْتَ فِيهِ
وَيَوْمٌ جَدِيدٌ
وَلِسَانُ حَالِهِ
أَنَا عَلَيْكَ
أَنَا يَوْمٌ جَدِيدٌ وَعَلَى عَمَلِكَ شَهِيْدٌ
فَاعْمَلْ فِيَّ فَإِنَّنِي إِذَا ذَهَبْتُ لَا أَعُودُ
وَمُسْتَقْبَلٌ لَا تَدْرِي مَا اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى قَاضٍ فِيْهِ