Jebakan Maksiat – Ustadz Afifi Abdul Wadud – Ceramah Singkat

Jebakan maksiat ada banyak hal, hendaknya seorang muslim mewaspadainya. Maksiat adalah sesuatu yang meresahkan seorang hamba dan ia takut bila orang lain mengetahuinya. Meninggalkan maksiat termasuk hal yang dituntut. Dosa maksiat akan selalu mengelilingi seorang hamba, ia ibarat hiasan yang siap menyambar para penikmatnya. Tahukah Anda bahwa dosa maksiat kepada Allah nilainya sangat besar manakala seseorang meremehkannya. Hingga para salaf mengatakan, “Janganlah engkau lihat kecilnya nilai dosa akan tetapi lihatlah kepada siapa engkau melakukan dosa?” Jika itu adalah dosa jariyah, maka bersiaplah untuk menuainya kelak dengan beragam keburukan. Dalam hal ini ada kaitannya dengan teman yang baik menurut Islam. Teman yang baik membuahkan ketaatan, dan sebaliknya teman yang buruk senantiasa tanpa kenal lelah untuk mengajak kepada kemaksiatan.

Dosa besar dapat dihapuskan dengan taubat, dosa adalah hal yang tidak patut untuk dilestarikan, sebab ia menghasilkan petaka di kemudian hari. Tanda lemah iman yang menyelimuti seseorang ialah dia rentan untuk mengulangi maksiat yang sama. Itulah fitnah yang menjalar di dalam hatinya. Fitnah adalah ujian yang menimpa, tidak hanya berujud keburukan, bahkan kebaikan pun bisa menjadi fitnah. Di antara hal yang sering melumpuhkan seseorang adalah fitnah syahwat (keinginan untuk mendapatkan ini dan itu). Juga, yang tak kalah hebatnya berupa fitnah syubhat. Syubhat adalah hal yang tersamar pada seseorang akan kejelasan hakikatnya.

Dalam video pendek ini dibahas cinta karena Allah yakni cinta yang mengantarkan kepada takwa. Cinta dan benci karena Allah adalah dua hal yang harus ada pada seorang muslim dan istilah ini lazim disebut dengan aqidah al wala’ wal bara’ . Keduanya sering terkikis saat akhir tahun menjelang dengan dalih toleransi yang kebablasan. Banyak kita dapati para perempuan muslimah yang dengan rela bertabarruj ria. Tabarruj artinya memamerkan perhiasan yang nampak kepada selain mahramnya berupa kecantikan (berhias) dan kemolekan tubuhnya. Inilah akhlak tercela di masa jahiliyyah, akhlak yang bersemayam pada wanita-wanita jaman old saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus. Kadang saat seorang muslim hendak menggunakan jilbab, ia dijangkiti penyakit was was. Oleh karena itu, penting untuk mengenal ciri ciri penyakit was was dan ia pun dengan penuh semangat mencari tahu apa saja penyebab penyakit was was. Kemudian ia memahami kembali apa itu pengertian istiqomah dan artinya dalam kehidupan seorang muslim. Dan firman Allah tentang maksiat menunjukkan bahwa hal tersebut termasuk keburukan. Silahkan untuk mencermati kembali iman naik dan turun hadits yang populer, Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.