Hadits Arbain Nawawi Ke 38: Cara Menjadi Wali Allah

Serial terbaru Yufid TV kali ini membahas kitab hadits arbain Nawawi lengkap dengan terjemahan yang InsyaAllah bermanfaat bermanfaat untuk yang sedang mencari hadits arbain nawawi, arbain nawawi, kitab arbain nawawi, syarah arbain nawawi, hadits arbain an nawawi, hadis arbain nawawi, kitab syarah arbain nawawi, arbain an nawawi, hadits arbain nawawi lengkap. Yuk ikuti terus serial hadits arbain nawawi dari hadits ke 1 dan seterusnya.

Video Hadits Arbain Nawawi ke 38 kali ini membahas tentang cara menjadi wali Allah. Wali Allah bukanlah orang yang memiliki kesaktian sebagaimana persangkaan kebanyakan masyarakat, namun wali Allah adalah orang sholeh yang dicintai Allah. lalu bagaimana cara menjadi wali Allah, cara jadi wali Allah, cara nak jadi wali Allah, cara bertemu wali Allah, cara mengetahui wali Allah?, tidak lain adalah dengan meraih cinta Allah Azza wa Jalla sebagaimana hadits arbain ke 38 berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ [رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dibandingkan ia melakukan hal yang Aku wajibkan terhadapnya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah (nafilah) kecuali Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku adalah (yang menolong) pendengarannya saat ia mendengar, penglihatannya saat ia melihat, tangannya saat ia memukul, dan kakinya saat ia melangkah. Jika ia meminta kepadaKu, sungguh Aku akan memberikannya. Jika ia memohon perlindungan kepadaKu, Aku akan melindunginya (H.R al-Bukhari)