Aku Ingin Bersamamu di Surga – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama
Setiap tentu memiliki keinginan yang ia capai. Sebagian orang yang miskin ingin kaya. Dan tidak sedikit orang kaya ingin menjadi lebih kaya lagi. Namun tidak bagi seorang muslim yang cerdas seperti sahabat Rabi’ah bin Ka’ab -radhiyallahu ‘anhu. Meskipun ia seorang yang miskin, cita-citanya tidak seremeh dunia.
Rabi’ah bin Ka’ab -radhiyallahu ‘anhu-, seorang sahabat Nabi yang mulia.
Beliau adalah salah seorang yang Allah beri kehormatan dan kemuliaan
dengan menjadi pelayan Rasul ‘alaihiṣ ṣalātu was salām.
Karena Nabi ‘alaihiṣ ṣalātu was salām memiliki pelayan dari kalangan orang merdeka dan budak.
Dan Rabi’ah ini termasuk orang merdeka, seperti Abdullah bin Mas’ud.
Allah beri mereka kemuliaan dengan menjadi pelayan Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.
Dan Rabi’ah ini termasuk golongan sahabat Nabi yang fakir, termasuk Ahluṣ Ṣuffah.
Dia tidak punya harta dan tidak punya apapun berupa perbendaharaan dunia.
Beliau termasuk golongan sahabat Nabi yang fakir namun Allah beri dia kemuliaan
dengan menjadi pelayan Nabi Rasul ‘alaihiṣ ṣalātu was salām
Perhatikan! Beliau berkata, “Aku pernah bermalam bersama Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam…
… kemudian aku ambilkan air untuk wudu dan keperluan beliau. …”
Ini adalah bentuk pelayanan terhadap Nabi ‘alaihiṣ ṣalātu was salām.
Jika beliau ingin berwudu, dia ambilkan air wudu untuk beliau.
Jika beliau membutuhkan keperluan lain, dia ambilkan keperluan beliau, sebagai bentuk pelayanan.
Beliau bekerja untuk melayani Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.
Dan Rabi’ah sangat bersungguh-sungguh dalam melayani Nabi,
sangat rajin, dan baik dalam melayani Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.
Maka Nabi ‘alaihiṣ ṣalātu was salām ingin memberi imbalan atas kebaikan,
dedikasi, kesungguhan, dan kerja kerasnya, maka Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya,
Mintalah sesuatu! Nabi berkata kepadaku, “Mintalah sesuatu!”
Maksudnya, “Mintalah sesuatu yang kamu inginkan atau sesuatu yang kamu butuhkan, apa yang ada di benakmu?”
Karena dia orang miskin, tidak punya apa-apa, dari kalangan Ahluṣ Ṣuffah.
Perhatikan betapa banyak manusia, ketika mereka ditanya, “Mintalah sesuatu!”
Apa yang diinginkan dan yang terlintas dalam benaknya? Sesuatu hal yang dia inginkan.
Kebanyakan orang akan minta apa? Sedangkan dia adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa.
Dia tidak punya apa-apa, orang miskin, golongan Ahluṣ Ṣuffah.
Apa yang terlintas dalam benak seseorang ketika dia ditanya, “Mintalah sesuatu!” Pasti hanya kenikmatan dunia.
Namun hal itu tidak sedikitpun terlintas dalam benak Rabi’ah.
Nabi berkata, “Mintalah sesuatu.” Rabi’ah menjawab, “Aku ingin menemanimu di surga.” (HR. Muslim)
“Aku ingin menemanimu di surga.” Ini yang dia inginkan.
Rabi’ah -semoga Allah meridainya dan membuatnya rida-, berkata, “Aku ingin menemani Anda di surga.”
Perhatikan permintaannya yang mulia, harapannya yang tinggi, cita-citanya yang besar,
jiwanya yang besar, dan hinanya dunia baginya.
Dia berkata, “Aku ingin menemani Anda di surga. Ini yang aku inginkan.”
Aku memohon kepada Allah, semoga kita semua diberikan kemuliaan
untuk bisa menemani Nabi kita ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam di surga yang kekal abadi.
Dia berkata, “Aku ingin menemani Anda di surga. Ini yang aku inginkan.”
Nabi berkata, “Apakah tidak ada permintaan lain?”
Aku (Rabi’ah) berkata, “Itu saja, aku tidak memiliki keinginan lain dan aku tidak punya kebutuhan lain kecuali ini.”
Beliau berkata, “Apakah tidak ada permintaan lain?” Aku berkata, “Itu saja.” Maksudnya, “Aku hanya ingin itu saja.”
Kemudian Nabi ‘alaihiṣ ṣalātu was salām bersabda, “Bantu aku melawan jiwamu dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim)
Bantu aku melawan jiwamu dengan memperbanyak sujud. (HR. Muslim)
Perhatikan poin ini, di sini ada satu poin penting, bahwa keselamatan seorang hamba,
kesuksesannya, keberuntungannya, dan ketinggian derajatnya di sisi Allah subḥānahu wa ta’alā
harus ada kesungguhan melawan diri dan harus ada usaha.
Harus ada usaha, harus berjihad melawan jiwanya.
Karena jiwa itu keras, enggan beramal, dan condong kepada rasa ingin santai, malas, menunda, dan bosan.
Sehingga perlu penanganan khusus, maka beliau bersabda, “Bantu aku melawan jiwamu, …”
… dengan memperbanyak sujud.” Dan Allah ta’alā berfirman,
“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, …”
Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, niscaya Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. …”
… Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)
Yakni, hal ini membutuhkan kesungguhan
Dalam Haji Wada’, dalam salah satu khutbah Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam,
beliau berkata, “Dan mujahid adalah orang yang sungguh-sungguh melawan dirinya untuk taat kepada Allah.”
Jadi, mujahid adalah orang yang sungguh-sungguh melawan dirinya untuk taat kepada Allah.
Inilah mujahid, jiwa itu harus dilawan dengan jihad, jihad yang sangat besar.
Orang-orang yang berjihad di jalan Kami, … Jadi, jiwa itu harus dan harus dilawan dengan jihad
hingga dia bangkit, berdiri, terangkat, dan naik derajatnya,
jika tidak begitu, ia akan tetap malas, rendah, buruk, lemah, hina, tercela, dan tidak bernilai.
Sehingga perlu kesungguhan, maka beliau bersabda, “Bantu aku melawan jiwamu dengan memperbanyak sujud.”
Bantu aku melawan jiwamu, … Jadi, jiwa itu dianggap sebuah masalah
sehingga harus diberi penanganan, jiwa adalah masalah sehingga harus diberi penanganan.
Dan perkara teragung untuk menangani dan mengobati jiwa adalah bersujud kepada Allah subḥānahu wa ta’alā.
Dan ketika disebutkan kata sujud, hendaknya seorang muslim berhati-hati dari perbuatan para pematuk dalam sujud.
Mereka adalah orang yang tidak memahami kedudukan sujud dan tidak mengerti keagungannya
serta mulianya urusan sujud, sehingga standar mereka dalam bersujud
hanyalah meletakkan kening mereka sebentar di lantai kemudian diangkat lagi.
Nabi menyamakan perbuatan mereka ini dengan patukan burung gagak, dalam riwayat lain patukan ayam.
Sebagian orang, beginilah cara sujud mereka.
Di mana kedekatan dengan Allah? Di mana ketundukan kepada Allah? Di mana tuma’ninahnya?
Di mana kekhusyukannya, di mana kesedihannya, di mana doanya, dan di mana pengharapannya?
Semua hilang dengan patukan yang mereka lakukan ini.
Sehingga orang yang seperti ini salatnya, berarti dia belum salat.
Kembali dan salatlah! Karena kamu belum salat!
Karena dia tidak tuma’ninah, dia tidak meletakkan keningnya sebagaimana mestinya di lantai
dengan rasa rendah hati dan khusyuk kepada Allah subḥānahu wa ta’alā,
namun hanya meletakkan keningnya sebentar di lantai kemudian bangkit lagi.
Beliau bersabda, “Bantu aku melawan jiwamu dengan memperbanyak sujud.”
Bantu aku melawan jiwamu dengan memperbanyak sujud kepada Allah subḥānahu wa ta’alā.
Jadi, dalam hadis ini terdapat keutamaan sujud dan agungnya kedudukannya,
dan sujud juga salah satu sebab untuk masuk surga dan menemani Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam di surga.
Demikian.
***
رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ هَذَا الصَّحَابِيُّ الْجَلِيلُ
فَهُوَ مِمَّنْ شَرَّفَهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَأَكْرَمَهُمْ
بِخِدْمَةِ الرَّسُولِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
فَإِنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ خَدَمَهُ أَحْرَارٌ وَعَبِيدٌ
وَهَذَا رَبِيعَةُ مِنَ الْأَحْرَارِ مِثْلُ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ
شَرَّفَهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِخِدْمَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَكَانَ رَبِيعَةُ هَذَا مِنْ فُقَرَاءِ الصَّحَابَةِ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ
مَا عِنْدَهُ مَالٌ وَلَا عِنْدَهُ شَيْءٌ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا
كَانَ مِنْ فُقَرَاءِ الصَّحَابَةِ وَشَرَّفَهُ اللهُ
بِخِدْمَةِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
انْظُرْ يَقُولُ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَآتِيهِ بِوُضُوْءِهِ وَحَاجَتِهِ
فَكَانَ فِي خِدْمَةِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
إِنْ كَانَ يُرِيدُ الْوُضُوءَ قَرَّبَ لَهُ الْوُضُوءَ
إِنْ كَانَ يُرِيدُ حَاجَةً أُخْرَى قَرَّبَهَا لَهُ خِدْمَةً
يَعْمَلُ فِي خِدْمَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَكَانَ مُجْتَهِدًا فِي الْخِدْمَةِ
بَاذِلًا نَشَاطَهُ وَنُصْحَهُ فِي خِدْمَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَأَرَادَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَنْ يُكَافِئَ عَلَى هَذَا الْإِحْسَانِ
وَالتَّفَانِي وَالْبَذْلِ وَالْاِجْتِهَادِ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
سَلْ ! قَالَ لِي: سَلْ
يَعْنِي سَلْ شَيْئًا تُرِيدُهُ وَحَاجَةً تُرِيدُهَا مَا الَّذِي يَدُورُ
رَجُلٌ فَقِيرٌ مَا عِنْدَهُ شَيْءٌ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ
اُنْظُرْ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَمَّا يُقَالُ لَهُ: سَلْ
مَا الَّذِي يَرُوْدُ وَيَدُورُ فِي فِي خَلَدِهِ الشَّيْءُ الَّذِي يَسْأَلُهُ
غَالِبًا سَيَكُونُ مَاذَا ؟ نَعَمْ رَجُلٌ فَقِيرٌ مَا عِنْدَهُ شَيْءٌ
مَا عِنْدَهُ شَيْءٌ فَقِيرٌ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ
مَا الَّذِي سَيَدُورُ فِي خَلَدِ إِنْسَانٍ يُقَالُ لَهُ: سَلْ! إِلَّا مَتَاعُ الدُّنْيَا
مَا جَاءَ فِي بَالِهِ أَبَدًا شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ
قَالَ: سَلْ! قَالَ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ- رَوَاهُ مُسْلِمٌ
مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ هَذَا الَّذِي يُرِيدُ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَأَرْضَاهُ قَالَ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ
اُنْظُرْ شَرَفَ الطَّلَبِ وَعُلُوَّ الرَّغْبَةِ وَكِبَرَ الْهِمَّةِ
وَكِبَرَ النَّفْسِ وَهَوَانَ الدُّنْيَا عِنْدَهُ
قَالَ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ هَذَا الَّذِي أُرِيدُ
أَسْأَلُ اللهَ أَنْ يُكْرِمَنَا أَجْمَعِيْنَ
بِمُرَافَقَةِ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَّةِ الْخُلْدِ
قَالَ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ هَذَا الَّذِي أُرِيدُ
قَالَ لَهُ:أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ؟
قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ مَا لِي أَيُّ حَاجَّةٍ وَلَا عِنْدِيْ أَمْرٌ آخَرُ إِلَّا هَذَا
قَالَ: أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ يَعْنِي لَا أُرِيدُ إِلَّا هَذَا
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ- رَوَاهُ مُسْلِمٌ
فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ- رَوَاهُ مُسْلِمٌ
هُنَا اِنْتَبِهْ إِلَى مَلْحَظٍ مَلْحَظٍ مُهِمٍّ أَنَّ نَجَاةَ الْعَبْدِ
وَفَلَاحَهُ وَفَوْزَهُ وَرِفْعَتَهُ عِنْدَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
لَا بُدَّ فِيهَا مِنْ مُجَاهَدَةٍ لِلنَّفْسِ لَا بُدَّ مِنْ عَمَلٍ
لَا بُدَّ مِنْ عَمَلٍ لَا بُدَّ مِنْ جِهَادٍ لِلنَّفْسِ
النَّفْسُ حَرُونٌ وَبِطَّالَةٌ وَمَيَّالَةٌ لِلدَّعَةِ وَالْكَسَلِ وَالتَّوَانِي وَالْفُتُورِ
فَتَحْتَاجُ إِلَى مُعَالَجَةٍ قَالَ:فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ
بِكَثْرَةِ السُّجُودِ. وَاللهُ تَعَالَى يَقُولُ
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ- الْعَنْكَبُوتُ: ٦٩
يعني الْمَقَامُ يَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهَدَةٍ
فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فِي إِحْدَى خُطَبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللهِ- رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
فَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَتِهِ
هَذَا الْمُجَاهِدُ النَّفْسُ تَحْتَاجُ إِلَى جِهَادٍ جِهَادٍ عَظِيمٍ جِدًّا
جَاهَدُوا فِينَا- فالنَّفْسُ لَا بُدَّ فِيهَا مِنْ لَا بُدَّ فِيهَا مِنْ مِنْ جِهَادٍ
حَتَّى تَنْهَضَ وَتَقُومَ وَتَرْتَفِعَ وَتَعْلُوَ
وَإِلَّا تَبْقَى خَامِلَةً فِي السُّفُولِ وَالْحَقِيرِ وَالْهَوَانِ وَالذُّلِّ وَالْحَقَارَةِ وَالدَّنَاءَةِ
فَتَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهَدَةٍ قَالَ: أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ – إِذَنْ النَّفْسُ تُعْتَبَرُ مُشْكِلَةً
لَا بُدَّ مِنْ مُعَالَجَتِهَا تُعْتَبَرُ مُشكِلَةً لَا بُدَّ مِنْ مُعَالَجَتِهَا
وَأَعْظَمُ مَا يَكُونُ بِعِلَاجِ النَّفْسِ وَمُدَاوَاةِ النَّفْسِ السُّجُودُ لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَعِنْدَمَا يُقَالُ السُّجُودُ لِيَحْذَرَ الْمُسْلِمُ مِنْ فَعْلَةِ النَّقَّارِيْنَ فِي السُّجُودِ
هَؤُلَاءِ الَّذِينَ مَا عَرَفُوا شَأْنَ السُّجُودِ وَلَا عَرَفُوا مَكَانَتَهُ
وَلَا عَظِيمَ رَفْعِ شَأْنِهِ فَأَصْبَحَ حَظُّ أَحَدِهِمْ مِنَ السُّجُودِ
أَنْ يَضْرِبَ جَبْهَتَهُ بِالْأَرْضِ ضَرْبَةً خَفِيْفَةً وَيَرْفَعُ
شَبَّهَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِعْلَ هَؤُلَاءِ بِنَقْرِ الْغُرَابِ وَفِي رِوَايَةٍ نَقْرِ الدِّيْكِ
بَعْضُ النَّاسِ هَذَا حَظُّهُ مِنَ السُّجُودِ
أَيْنَ الْقُرْبُ مِنَ اللهِ وَأَيْنَ الذُّلُّ لِلهِ وَأَيْنَ الطُّمَأْنِينَةُ
وَأَيْنَ الْخُضُوعُ أَيْنَ الْاِنْكِسَارُ أَيْنَ الدُّعَاءُ أَيْنَ الْمُنَاجَاةُ
كُلُّهَا تَذْهَبُ مَعَ هَذَا النَّقْرِ الَّذِي يَكُونُ
وَمَنْ كَانَتْ هَذِهِ صَلَاتُهُ فَهُوَ لَمْ يُصَلِّ
اِرْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ- رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
لِأَنَّهُ لَا يَطْمَئِنُّ وَلَا يَضَعُ جَبْهَتَهُ وَضْعًا صَحِيحًا فِي عَلَى الْأَرْضِ
ذُلًّا وَخُضُوعًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَإِنَّمَا يَضْرِبُ جَبْهَتَهُ فِي الْأَرْضِ ضَرْبًا سَرِيعًا وَيَنْهَضُ
قَالَ: أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ- رَوَاهُ مُسْلِمٌ
أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
الْحَاصِلُ هَذَا فِيهِ فَضْلُ السُّجُودِ وَعِظَمُ شَأْنِهِ
وَأَنَّهُ مِنْ مُوجِبَاتِ الْجَنَّةِ وَمُرَافَقَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا
نَعَمْ














