Allah subhanahu wata’alaa memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang mulia. Akan tetapi tidak sedikit manusia yang memiliki pemahaman menyimpang terhadap nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Di antara bentuk penyimpangan terhadap nama dan sifat Allah adalah tamtsil dan takyif.

Haramnya penyimpangan dalam nama dan sifat Allah

Al Arof 180:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Kitab ini merupakan syarah kitab tauhid karya syeikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Tema utamanya tentang tauhid uluhiyah. Beberapa bab didalamnya membahas Asma Wa Sifat. Diantaranya bab 50 ini.

Mengapa syeikh Muhammad bin Abdil Wahhab membawakan bab ini adalah supaya kita mengagungkan nama-nama Allah.

Nama-nama Allah tidak terbatas jumlahnya. Adapun dalam hadits yang mengatakan Allah memiliki 99 nama, maka ini bukan merupakan batasan menurut ijma ulama. Maksudnya hanya menjelaskan keistimewaan 99 nama tersebut yang jika dihafalkan, dipahami dan diamalkan maka kita akan masuk surga.

Salah satu bentuk penghormatan terhadap nama-nama Allah adalah dengan berdoa menggunakan nama-nama Allah yang biasa diistilahkan dengan tawasul.

Kita diperintahkan untuk meninggalkan orang-orang yang menyimpang dalam memahami asmaul husna. Karena mereka orang-orang yang rendah dan terhina.

Penyimpangan dalam nama Allah bermacam-macam:

  1. Menolak semua nama dan sifat Allah
  2. Menerima nama Allah tapi menolak sifat yang terkandung didalamnya
  3. Menamai makhluk dengan nama Allah

Kesimpulan:
Haramnya penyimpangan dalam nama dan sifat Allah

Dalil:
Ibnu Abbas menjelaskan maksud ayat diatas adalah menyekutukan Allah dalam nama-nama Nya yaitu apa yang dilakukan kaum musyrikin ketika mereka menamai berhala mereka lata, mereka ambil dari nama Allah ilah. Uzza diambil dari nama Allah Al Aziz. Inilah yang dimaksud penyimpangan dalam nama Allah, Menamai makhluk dengan nama Allah.

Termasuk penyimpangan dalam nama Allah ketika kita memasukkan dalam nama Allah yang aslinya bukan nama Allah.

Contoh:
Ketika berdoa menyebut Allahumma, ya hayu ya qoyyum .. ini boleh. Namun tidka boleh misalnua menyebutkan ya sang hiyang widi, karena ini bukan nama Allah.