Apa yang harus dilakukan sebelum tidur? Banyak di antara manusia yang tidak mengetahui hal-hal penting yang perlu dilakukan sebelum tidur. Sebelum tidur kita diperintahkan untuk berzikir dan berdoa kepada Allah subhanahu wata’alaa. Ada tiga surat yang hendaknya kita baca sebelum beranjak tidur. 3 surah sebelum tidur adalah surat al-Ikhlas, surat al-Falaq, dan surat an-Nas.
Tiga surat ini disyariatkan untuk dibaca sebelum tidur.
Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari riwayat Aisyah,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
apabila beliau datang ke tempat tidurnya, beliau menghimpun kedua tangannya,
kemudian meniup ke kedua tangannya,
dan membaca “Qul huwallahu ahad” (surat al-Ikhlas) dan al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas), masing-masing sebanyak tiga kali.
Kemudian, dengan kedua tangannya, beliau mengusap badannya yang dapat beliau jangkau,
beliau memulai dengan mengusap kepala dan wajahnya,
kemudian bagian depan dari badannya.
Jika seseorang datang ke tempat tidurnya,
maka alangkah baiknya jika akhir interaksinya dengan dunia adalah zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Dan di antara zikir-zikir itu adalah membaca tiga surat tersebut.
Karena ia adalah zikir sekaligus ruqyah.
Pelindung bagi seorang hamba,
dan obat bagi penyakit yang ada di jasadnya dan bagi apa yang ia keluhkan.
Tiga surat ini juga disyariatkan untuk dibaca setiap setelah shalat lima waktu.
Ketika surat al-Falaq dan surat an-Nas diturunkan,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Uqbah bin Amir,
Tidakkah kamu perhatikan ayat-ayat yang diturunkan ini, yang tidak ada tandingannya?!
Kemudian beliau membacakan kepadanya al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas)
Dan memerintahkannya untuk membaca al-Mu’awwidzatain ini di setiap selesai shalat lima waktu.
Dan jika disebutkan al-Mu’awwidzatain, maka termasuk di dalamnya juga surat al-Ikhlas.
***
هَذِهِ السُّوَرُ الثَّلَاثُ يُشْرَعُ أَنْ تُقْرَأَ عِنْدَ النَّوْمِ
فَقَدْ ثَبَتَ فِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ جَمَع يَدَيْهِ
فَنَفَثَ فِيهِمَا
وَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ ثَلَاثًا
وَمَسَحَ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ
بَدَأَ بِرَأْسِهِ وَوَجْهِهِ
ثُمَّ مَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ
إِذَا أَوَى الْإِنْسَانُ إِلَى فِرَاشِهِ
يَحْسُنُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالدُّنْيَا ذِكْرَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَمِنْ هَذِهِ الْأَذْكَارِ قِرَاءَةُ هَذِهِ السُّوَرِ الثَّلَاثِ
فَهِيَ ذِكْرٌ وَرُقْيَةٌ
حِمَايَةٌ لِلْعَبْدِ
وَعِلَاجٌ لِمَا يَكُونُ فِي جَسَدِهِ وَمَا يَشْتَكِيْهِ
أَيْضًا يُشْرَعُ أَنْ تُقْرَأَ هَذِهِ السُّوَرُ الثَّلَاثُ فِي أَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ
وَلَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ الْفَلَقِ وَسُورَةُ النَّاسِ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ
أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ نَزَلَتْ لَم يُرَ مِثْلُهُنَّ
وَقَرَأَ عَلَيْهِ الْمُعَوِّذَتَيْنِ
وَأَمَرَهُ أَنْ يَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
وَإِنْ جُمِعَتِ الْمُعَوِّذَتَيْنِ دَخَلَ فِيهَا سُورَةُ الْإِخْلَاصِ














