Niat memiliki kedudukan yang penting di dalam ibadah. Sebab setiap amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap ibadah yang kita kerjakan membutuhkan keikhlasan dalam niat, tak terkecuali saat menjalankan ibadah puasa. Bagaimana niat puasa Ramadhan yang benar agar meraih pahala yang sempurna?

Di antara hal yang menunjukkan bahwa seseorang
akan mendapatkan pahala yang besar dan ganjaran yang sempurna,
jika dia menyempurnakan ikhlasnya kepada Allah ʿAzza wa Jalla.
Adapun niat puasa Ramadan ada dua macam:
(1) Niat yang menentukan keabsahan puasanya,
inilah niat yang dijelaskan oleh Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya
Tidak ada puasa bagi orang yang tidak menetapkan niat dari malam hari. (HR. Ad-Darimi)
Inilah niat yang berupa niat untuk menahan diri.
(2) Dan di sana ada niat yang akan menyempurnakan pahala seseorang,
dan membuatnya diganjar dengan ganjaran yang sempurna.
Jika seseorang menyadari bahwa perbuatan ini merupakan ibadah kepada Allah ʿAzza wa Jalla,
amalan yang akan mendekatkannya kepada-Nya Subẖānahu wa Ta’ālā,
Allah ʿAzza wa Jalla akan memberi balasan
orang yang melakukan amalan puasa ini dengan pahala yang besar,
dan Allah juga mencintainya,
Allah sendiri yang secara khusus akan memberinya pahala,
sehingga tidak menyebutkan kepada kita kadar pahala bagi orang yang berpuasa.
… kecuali puasa, sungguh itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika seorang mukmin menyadari hal itu, membenarkannya, dan meyakininya,
kemudian selalu menghadirkannya dalam dirinya ketika puasa,
niscaya pahalanya akan lebih besar daripada pahala orang selain dia.
Ketentuan ini berlaku juga untuk semua amalan,
karena Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan,
bahwa orang yang melakukan ibadah,
mereka yang melakukan ibadah tidaklah sama rata.
Disebutkan dalam al-Musnad, bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh seorang hamba salat namun tidak mendapatkan pahala salatnya,
kecuali setengahnya, sepertiganya, seperempatnya,
seperlimanya, … hingga beliau menyebut sepersepuluhnya. (HR. Ahmad)”
Ini menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang dalam salatnya
tidaklah mendapat pahala yang sama,
begitu pula dalam puasa.
Hal ini karena apa yang ada dalam hati mereka,
berupa: (1) ikhlas kepada Allah
dan (2) sesuai dengan tuntunan Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.

***

مِمَّا يَدُلُّنَا عَلَى أَنَّ الشَّخْصَ
إِنَّمَا يَعْظُمُ أَجْرُهُ وَيَكْمُلُ مَثُوبَتُهُ
بِإِكْمَالِ إِخْلَاصِهِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَالنِّيَّةُ فِي صَوْمِ رَمَضَانَ نَوْعَانِ
نِيَّةٌ يَتَرَتَّبُ عَلَيْهَا صِحَّةُ الصَّوْمِ
وَهِيَ الَّتِي بَيَّنَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ
لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ
فَهَذِهِ نِيَّةٌ وَهِيَ نِيَّةُ الْإِمْسَاكِ
وَهُنَاكَ نِيَّةٌ تُكَمِّلُ لِلْمَرْءِ الْأَجْرَ
وَتُثِيبُهُ عَلَيْهِ تَمَامَ الْإِثَابَةِ
فَإِنَّ الْمَرْءَ إِذَا اسْتَشْعَرَ أَنَّ هَذَا الْفِعْلَ عِبَادَةٌ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَأَنَّهُ مُقَرِّبٌ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَأَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُجَازِي
مَنْ فَعَلَ هَذَا الْفِعْلَ وَهُوَ الصَّوْمُ جَزَاءً عَظِيمًا
وَأَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّهُ
وَقَدِ اخْتَصَّ سُبْحَانَهُ وَتُعَالَى بِإِثَابَتِهِ
وَلَمْ يَذْكُرْ لَنَا مِقْدَارَ إِثَابَةِ الصَّائِمِ
إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
إِذَا اسْتَشْعَرَ الْمُؤْمِنُ ذَلِكَ وَصَدَّقَهُ وَأَيْقَنَ بِهِ
ثُمَّ اسْتَحْضَرَهُ عِنْدَ الصَّوْمِ
فَإِنَّ أَجْرَهُ يَكُونُ أَعْظَمَ مِنْ غَيْرِهِ
وَهَذَا مُسَلَّمٌ فِي الْأَحْكَامِ كُلِّهَا
فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ بَيَّنَ
أَنَّ مَنْ يُؤَدِّي الْعِبَادَةَ
أَنَّ الَّذِينَ يُؤَدُّونَ الْعِبَادَاتِ لَيْسُوْا سَوَاءً
فَفِي الْمُسْنَدِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي وَلَيْسَ لَهُ مِنْ صَلَاتِهِ
إِلَّا نِصْفُهَا إِلَّا ثُلُثُهَا إِلَّا رُبُعُهَا
إِلَّا خُمُسُهَا… حَتَّى عَدَّ عُشْرَهَا
مِمَّا يَدُلُّنَا عَلَى أَنَّ النَّاسَ فِي الصَّلَاةِ
لَيْسَ أَجْرُهُمْ سَوَاءً
وَكَذَلِكَ فِي الصَّوْمِ
وَذَلِكَ بِمَا وَقَرَ فِي قُلُوبِهِمْ
مِنَ الْإِخْلَاصِ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَمِنَ الْمُتَابَعَةِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ