Allah subhanahu wata’alaa melarang kita dari melakukan kemaksiatan. Namun banyak di antara manusia yang semasa hidupnya tidak menghiraukan larangan-larangan-Nya. Mereka memperturutkan hawa nafsu demi kepuasan duniawi.

Tafsir Surat Al-Insyiqoq Ayat 13

إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا

  1. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

Pada ayat-ayat sebelumnya Allah menceritakan nasib orang-orang yang tidak beriman di akhirat kelak. Dimana mereka akan masuk kedalam api neraka.

TIdak mungkin Allah secara tiba-tiba menyiksa mereka tanpa sebab.

Mengapa kita perlu mengetahui sebab yang mengakibatkan orang-orang kafir masuk neraka? Agar kita mengambil pelajaran dari mereka. Dan tidak terjerumus kedalam perilaku yang sama.

Pada ayat 13 ini Allah menjelaskan sebabnya, sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

Para ulama menjelaskan yang dimaksud bergembira yang dilarang disini adalah riang gembira karena menuruti nafsu dan tidak peduli dengan aturan agama.

Sebaimana orang-orang kafir ada yang berkata hidup hanya sekali lebih baik untuk berfoya-foya. Mereka tidak peduli kepada aturan agama dalam segala sisi kehidupan. Bahkan mereka menertawakan dan mengolok-olok orang-orang yang beriman.

Disini tidak menafikkan bahwa tidak boleh bergembira,jawabannya adalah boleh. Boleh bagi kaum muslimin bergembira. Orang yang beriman tidak hanya mengejar kegembiraan lahiriyah saja, namun juga kegembiraan / kebahagiaan hati. Dan untuk mendapatkan kebahagiaan hati ini hanya bisa diraih dengan mengikuti aturan agama.

Surat ar-ra’du ayat 28:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

  1. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Kisah Imam ibnu hajar, beliau diangkat menjadi hakim agung dan mendapat fasilitas dari negara. Suatu hari beliau dalam perjalanan dan melalui pasar dan dicegat oleh orang yahudi penjual minyak. Yahudi ini berkata, kata nabi kalian “dunia penjara bagi kaum muslimin dan surganya orang kafir”. Apakah benar? Karena Anda sedang dipenjara namun dalam keadaan berkecukupan dan saya dalam keadaan kekurangan.

Imam ibnu hajar berkata kenikmatanku saat ini seperti penjara dibandingkan kenikmatan di surga dan sebaliknya.

#ustadzabdullahzaen #abdullahzaen #kajiantafsir #tafsiralquran #kajiantafsiralquran #tafsirjuzamma