Rasa takut adalah salah satu sifat manusiawi. Setiap orang mungkin memiliki rasa takut yang berbeda-beda seperti takut sakit, miskin, dan sebagainya. Mengelola rasa takut dengan benar dapat membawa dampak positif dalam menjalani kehidupan.

Kehidupan yang kita jalani di dunia penuh dengan ujian. Namun ujian yang kita rasakan sungguh tak sepadan dengan yang dialami oleh para sahabat nabi di masa silam. Saat ini kita bisa beribadah dengan tenang, aman, dan nyaman. Sebaliknya para sahabat nabi banyak yang kehilangan nyawa demi menegakkan Islam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus sepuluh orang sahabat sebagai mata-mata. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallammengangkat ‘Âshim bin Tsâbit Radhiyallahu anhu sebagai pemimpin ekspedisi ini. Ketika telah berada di daerah Hadah, yang terletak antara ‘Ashafân dan Makkah, berita kedatangan mereka tercium orang-orang kafir dari Bani Lihyân. Sejurus kemudian Bani Lihyân pun melakukan pengejaran terhadap pasukan mata-mata ini. Bani Lihyân mengerahkan kurang lebih seratus orang pemanah. Pengejaran mereka sampailah ke tempat yang disinggahi para sahabat, dan mereka menemukan biji korma.

“Ini kurma dari Yatsrib (Madinah),” seru mereka, dan mereka pun segera melakukan penelusuran mengikuti jejak-jejak tersebut, hingga akhirnya berhasil menyusul rombongan para sahabat Rasulullah.

Begitu menyadari kedatangan musuh, maka ‘Ashim bin Tsâbit Radhiyallahu anhu, sang komandan, dan para sahabat lainnya berlindung di dataran tinggi. Musuh berhasil mengepung mereka dan berseru: “Turunlah kalian dan menyerahlah! Kami menjamin dan berjanji tidak akan membunuh seorang pun dari kalian”.

Seruan itu dijawab oleh ‘Âshim bin Tsâbit: “Wahai kalian, aku tidak sudi berada dalam jaminan orang kafir,” lantas ia memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Ya Allah, beritahukan nasib kami ini kepada Nabi-Mu”.

Karena keengganan para sahabat untuk menyerah, maka orang-orang Bani Lihyân itu lantas menghujani para sahabat dengan anak panah, sehingga sebagian para sahabat ada yang gugur, dan demikian pula ‘Âshim. Tinggal tersisa tiga orang sahabat yang akhirnya tertawan. Salah satu dari sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berhasil mereka tangkap dalam keadaan hidup ialah Khubaib. Dia merupakan salah satu dari tiga orang yang berhasil mereka tangkap hidup-hidup. Khubaib dibeli oleh anak-anak al-Hârits bin ‘Âmir bin Naufal. Lelaki ini tewas di tangan Khubaib di perang Badr. Selanjutnya, Khubaib melewati hari-harinya bersama mereka sebagai tawanan. Dan akhirnya Bani Lihyân bersepakat untuk membunuhnya.

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)