Allah subhanahu wata’alaa adalah Dzat Maha Pencipta. Dan di dalam al-Qur’an surat al-Qamar ayat 49 Allah subhanahu wata’alaa menyebutkan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (qadar).
Secara bahasa, qadar berarti takdir. Beriman kepada takdir hukumnya wajib lantaran termasuk dalam rukun-rukun iman. Tidaklah iman seseorang sempurna melainkan ia beriman kepada takdir.
Penulis berkata: Penetapan Qada dan Qadar.
Apa perbedaan antara kedua istilah ini?
Orang-orang banyak membicarakan hal ini.
Apa perbedaan antara Qada dan Qadar?
Ada yang mengatakan, “Tidak ada bedanya.”
Keduanya disebut hanya dalam konteks menyandingkan sesuatu dengan dirinya sendiri
untuk penegasan.
Sebagian ulama ada yang membedakan keduanya.
Jika memang benar ada perbedaan di antara keduanya,
maka pendapat terbaik dalam hal ini adalah
bahwa Qadar mencakup dua tingkatan: ʿIlmu dan Kitābah (bahwa Allah Mengetahui dan Menuliskan takdir).
Artinya, Qadar adalah sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya.
Sedangkan Qada mencakup dua tingkatan; ʿMasyīʾah dan Khalq (bahwa Allah Menghendaki dan Menciptakan takdir).
Artinya, terealisasinya apa yang telah ditakdirkan sebelumnya sesuai dengan Qadar yang ditentukan.
Yakni, terjadinya apa yang telah ditetapkan sebelumnya, sesuai dengan Qadar yang telah ditulis,
dan semua itu terjadi karena kehendak dan penciptaan Allah ʿAzza wa Jalla.
Jadi, Qada maknanya kembali kepada dua tingkatan ini.
Ilmu tentang ini hanya di sisi Allah ʿAzza wa Jalla.
***
قَالَ: إِثْبَاتُ الْقَضَاءِ وَالْقَدَرِ
مَا الْفَرْقُ بَيْنَ هَاتَيْنِ الكَلِمَتَيْنِ؟
تَكَلَّمَ النَّاسُ فِي هَذَا كَثِيرًا
مَا هُوَ الْفَرْقُ بَيْنَ الكَلِمَتَي الْقَضَاءِ وَالْقَدَرِ
مِنْهُمْ مَنْ قَالَ: إِنَّهُ لَا فَرْقَ
وَإِنَّهُ إِنَّمَا ذِكْرُهُمَا مِنْ بَابِ عَطْفِ الشَّيْءِ عَلَى نَفْسِهِ
عَلَى سَبِيلِ التَّأْكِيدِ
وَمِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَهُمَا
وَإِنْ ثَبَتَ أَنَّ ثَمَّةَ فَرْقًا بَيْنَهُمَا
فَأَحْسَنُ مَا يُقَالُ فِي هَذَا
أَنَّ الْقَدَرَ يَشْمَلُ مَرْتَبَتَي الْعِلْمِ وَالْكِتَابَةِ
يَعْنِي هُوَ الشَّيْءُ السَّابِقُ
وَأَمَّا الْقَضَاءُ فَإِنَّهُ يَشْمَلُ مَرْتَبَتَي الْمَشِيئَةِ وَالْخَلْقِ
يَعْنِي وُقُوعُ مَا قُدِّرَ سَابِقًا بِحَسَبِ مَا قُدِّرَ
وُقُوعُ مَا قُدِّرَ سَابِقًا بِحَسَبِ مَا قُدِّرَ
وَهَذَا الْوُقُوعُ إِنَّمَا يَكُونُ بِمَشِيئَةِ اللهِ عَزّ وَجَلَّ وَخَلْقِهِ
فَيَعُودُ مَعْنَى الْقَضَاءِ إِلَى هَاتَيْنِ الْمَرْتَبَتَيْنِ
وَالْعِلْمُ عِنْدَ اللهِ عَزّ وَجَلَّ














