Kematian adalah sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap manusia. Tanpa memandang usia, status, maupun kedudukan, kematian akan datang sesuai yang telah Allah takdirkan. Karena Allah subhanahu wata’alaa telah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. al-Ankabut: 57)

Ini ada pertanyaan. Saudara Abu Naif bertanya tentang mayit:
“Apakah ia merasa jika ada orang yang menziarahi. Apakah ia merasa semisal jika ada yang menyebut atau mendoakannya?”
Sebenarnya, pertanyaan yang seharusnya ditanyakan:
“Apakah mayit mendapat manfaat dari ziarah orang yang menziarahinya?”
“Apakah orang yang menziarahi mayit juga mendapat manfaat dari ziarahnya?”
Inilah pertanyaan yang lebih penting!
Inilah pertanyaan yang mengandung faidah dan manfaat.
Disebutkan dalam banyak dalil bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan pelakunya pada akhirat.
Ziarah kubur juga salah satu perkara yang diperintahkan Allah kepada kaum laki-laki.
Dengan demikian, kita meyakini hal tersebut.
Terdapat pembahasan antara ulama syariat dalam hal yang berkaitan dengan pendengaran mayit:
Apakah ia dapat mendengar orang yang menziarahinya? Apakah ia mengetahui keadaan orang yang ia tinggalkan di dunia?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mayit tidak dapat mendengarnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:
“…dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (QS. Fathir: 22).
Juga sebagaimana yang disebutkan dalam dalil-dalil lainnya.
Di samping itu, ada para ulama lainnya berpendapat bahwa mayit dapat mendengar dan merasakan.
Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang berkaitan dengan hal itu.
Di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila mayit telah diletakkan di liang lahatnya, ia dapat mendengar derap langkah alas kaki mereka.”
Juga diriwayatkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyeru para penghuni kubur.
Lalu ada sebagian Sahabat beliau yang bertanya kepada beliau tentang hal itu.
Nabi menjawab, “Kalian tidak lebih mendengar apa yang aku katakan daripada mereka.”
Oleh sebab itu, ada segolongan ulama lain yang berpendapat bahwa keadaan-keadaan yang…
disebutkan dalil tentang penetapan bahwa mayit dapat mendengar, juga kami tetapkan itu.
Sedangkan keadaan-keadaan lainnya tetap pada keumuman dalil yang ada dalam hal ini,
yaitu mayit tidak dapat mendengar.
Atas pendapat manapun itu, sebagaimana yang telah disebutkan bahwa masalah ini tidak mengandung banyak faidah.
Namun justru yang lebih berfaidah adalah tingkat manfaat yang dapat diambil oleh orang yang berziarah kubur,
dan tingkat manfaat yang dapat diperoleh para mayit dari ziarah orang yang menziarahinya.

***

هُنَا أَسْئِلَةٌ: الْأَخُ أَبُو نَائِفِ يَسْأَلُ عَنِ الْمَيِّتِ
هَلْ يَشْعُرُ بِمَنْ يَزُورُهُ هَلْ يَشْعُرُ بِمَنْ مَثَلًا يَذْكُرُهُ أَوْ يَدْعُو لَهُ
السُّؤَالُ الَّذِي يَنْبَغِي أَنْ يُسْأَلَ
هَلْ يَسْتَفِيدُ الْمَيِّتُ بِزِيَارَةِ مَنْ زَارَهُ
وَهَلْ مَنْ يَزُوْرُ الْمَيِّتَ يَسْتَفِيدُ مِنْ تِلْكَ الزِّيَارَةِ
هَذَا هُوَ السُّؤَالُ الْمُهِمُّ
هُوَ الَّذِي يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ فَائِدَةٌ وَثَمَرَةٌ
وَجَاءَ فِي النُّصُوصِ بِأَنَّ زِيَارَةَ الْقُبُورِ تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ
وَأَنَّ زِيَارَةَ الْقُبُورِ مِمَّا يَأْمُرُ اللَّهُ بِهِ بِالنِّسْبَةِ لِلرِّجَالِ
وَبِالتَّالِي نَحْنُ نُوقِنُ بِذَلِكَ
هُنَاكَ بَحْثٌ بَيْنَ عُلَمَاءِ الشَّرِيعَةِ فِيْمَا يَتَعَلَّقُ بِسَمَاعِ الْمَيِّتِ
هَلْ يَسْمَعُ مَنْ يَزُورُهُ وَهَلْ يَعْلَمُ بِأَحْوَالِ مَنْ خَلْفَهُ
فَالْجُمْهُورُ قَالُوا بِأَنَّهُ لَا يَسْمَعُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
وَكَمَا فِي نُصُوصٍ أُخْرَى
بَيْنَمَا رَأَى آخَرُوْنَ أَنَّهُ يَسْمَعُ وَيَشْعُرُ
وَقَدْ اسْتَدَلُّوْا عَلَيْهِ بِأَحَادِيثَ وَرَدَتْ فِي ذَلِكَ
مِنْهَا قَوْلُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِذَا وُضِعَ الْمَيِّتُ فِي لَحْدِهِ فَإِنَّهُ يَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ
وَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَادَى أَهْلَ الْقَلِيبِ
فَقَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ فِي ذَلِكَ
فَقَالَ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ
وَلِذَا رَأَى طَائِفَةٌ بِأَنَّ الْمَوَاطِنَ الَّتِي
وَرَدَ فِيهَا إِثْبَاتُ سَمَاعِ الْمَيِّتِ نُثْبِتُهُ
وَيَبْقَى الْبَاقِي عَلَى الْعُمُومِ الْوَارِدِ فِي ذَلِكَ
مِنْ عَدَمِ السَّمَاعِ
وَعَلَى كُلٍّ فَكَمَا تَقَدَّمَ لَا يَتَرَتَّبُ عَلَى ذَلِكَ كَبِيرُ فَائِدَةٍ
إِنَّمَا الْفَائِدَةُ فِي مَعْرِفَةِ مَدَى اسْتِفَادَةِ الزَّائِرِ لِلْقُبُورِ مِنْ زِيَارَتِهَا
وَمَدَى اسْتِفَادَةِ الْمَقْبُورِيْنَ مِنْ زِيَارَةِ مَنْ يَزُوْرُهُم

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)