Waktu terus berjalan mengantarkan setiap hamba sampai kepada batas yang telah ditentukan. Kita sering merasa tidak ke mana-mana, padahal diam-diam usia terus bertambah. Masa kanak-kanak seolah baru kemarin kita nikmati bersama teman-teman, penuh kebahagiaan dan tanpa beban. Namun kini, sebagian dari kita telah tumbuh dewasa, berumah tangga, dan memikul amanah yang berat.
Allah Ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya.
Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula.
Mengandungnya sampai menyapihnya berlangsung tiga puluh bulan.
Hingga apabila ia mencapai usia dewasa dan berumur empat puluh tahun,
ia berdoa: ‘Wahai Tuhanku, ilhamilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku,
dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai,
serta berilah kebaikan kepadaku melalui keturunanku. Sungguh, aku bertobat kepada-Mu, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal terbaik yang telah mereka kerjakan,
dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, (sebagai penghuni) surga—
sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 15–16)
Allah ‘Azza wa Jalla mengingatkan bahwa Dia telah menyampaikan perintah dan wasiat
kepada setiap manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya,
dan berbakti kepada mereka, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat.
Hal itu karena kedua orang tua memiliki jasa besar terhadap anak-anak mereka.
Karena seorang ibu telah mengandung anaknya berbulan-bulan,
lalu melahirkannya,
dan saat melahirkan, ia merasakan sakit yang luar biasa.
Setelah itu, ia menyusuinya selama berbulan-bulan pula.
Masa mengandung hingga menyapihnya—yakni masa penyusuan—bisa mencapai tiga puluh bulan.
Hingga ketika seseorang itu mencapai usia dewasa,
kekuatannya sempurna, dan ia berusia empat puluh tahun,
ia pun menyadari nikmat Allah ‘Azza wa Jalla yang telah diberikan kepadanya.
Maka ia berdoa: “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk kepadaku untuk mensyukuri nikmat-Mu kepadaku…”
Sebab, nikmat untuk bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla adalah nikmat yang sangat agung.
Saat itulah, dia memohon kepada Tuhannya agar dapat mengerjakan amal saleh yang mendatangkan keridhaan Tuhannya.
Ia juga meminta agar Allah memperbaiki keturunannya.
Mereka yang memiliki sifat-sifat ini dan berbakti kepada kedua orang tuanya,
Allah menerima amal terbaik yang telah mereka kerjakan,
sehingga Allah membalas mereka dengan balasan terbaik atas amalan baik yang telah mereka kerjakan,
serta atas bakti mereka kepada kedua orang tua mereka.
***
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا
حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا
حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً
قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ
وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا
وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ
وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
يُذَكِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَنَّهُ قَدْ وَجَّهَ الْخِطَابَ وَالْوَصِيَّةَ
إِلَى أَفْرَادِ الْإِنْسَانِ بِأَنْ يُحْسِنُوا إِلَى وَالِدِيهِمْ
وَأَنْ يَبِرُّوْهُمْ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا
وَذَلِكَ أَنَّ لِلْوَالِدَيْنِ فَضْلًا عَلَى أَوْلَادِهِمْ
فَإِنَّ الْأُمَّ قَدْ حَمَلَتْ ابْنَهَا الشُّهُورَ الْعَدِيدَةَ
ثُمَّ إِنَّهَا قَدْ وَلَدَتْهُ
وَحَالَ الْوِلَادَةِ جَاءَهَا آلَامٌ شَدِيدَةٌ
ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ قَامَتْ بِأَرْضَاعِهِ الشُّهُورَ الْمُتَعَدِّدَةَ
فَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ الَّذِي هُوَ إِرْضَاعُهُ قَدْ يَبْلُغُ ثَلَاثِيْنَ شَهْرًا
حَتَّى إِذَا بَلَغَ هَذَا الْإِنْسَانُ أَشُدَّهُ
وَاكْتَمَلَتْ قُوَاهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً
أَصْبَحَ يَعْرِفُ فَضْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ
فَيَقُولُ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
فَإِنَّ نِعْمَةَ الشُّكْرِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ
وَحِينَئِذٍ طَلَبَ مِنْ رَبِّهِ أَنْ يَعْمَلَ عَمَلًا صَالِحًا يَكُونُ مُرْضِيًا فِيهِ لِرَبِّهِ
وَكَذَلِكَ سَأَلَ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ ذُرِّيَّتَهُ
هَؤُلَاءِ الَّذِينَ اتَّصَفُوا بِهَذِهِ الصِّفَاتِ وَقَامُوا بِبِرِّ وَالِدِيْهِمْ
يَتَقَبَّلُ اللَّهُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا
فَيُجَازِيْهِمْ أَحْسَنَ الْجَزَاءِ مُقَابِلَ إِحْسَانِهِمْ فِي الْعَمَلِ
وَقِيَامِهِمْ بِبِرِّ وَالِدِيْهِمْ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














