Bertobat adalah urusan urgen yang tidak boleh ditunda karena waktu terus berjalan tanpa menunggu kesiapan manusia. Banyak orang merasa masih panjang umur sehingga menangguhkan taubat padahal kematian bisa datang kapan saja. Setiap dosa yang dibiarkan tanpa tobat akan memberatkan langkah menuju kebaikan.

Orang yang benar-benar bertobat adalah orang yang meninggalkan dosa.
Jika dosanya berupa meninggalkan kewajiban,
maka meninggalkan dosa itu dilakukan dengan melaksanakan kewajiban tersebut.
Seperti seseorang yang tidak menunaikan zakat,
lalu ia ingin bertobat kepada Allah,
maka ia wajib menunaikan zakat yang dahulu belum ia keluarkan.
Jika seseorang lalai dalam berbakti kepada kedua orang tuanya,
maka ia wajib berbakti kepada keduanya.
Jika ia lalai dalam menjalin silaturahim,
maka ia wajib menyambung kembali silaturahim tersebut.
Dan jika kemaksiatan itu berupa melakukan perkara yang diharamkan,
maka wajib baginya segera meninggalkannya,
dan tidak terus melakukannya walau sesaat.
Jika dosanya—sebagai contoh—berupa memakan harta riba,
maka ia wajib melepaskan diri dari riba,
dengan meninggalkannya, menjauhinya, serta mengeluarkan harta yang diperoleh melalui riba.
Jika kemaksiatan itu berupa penipuan, kebohongan kepada manusia, dan pengkhianatan amanah,
maka ia wajib menghentikan semua perbuatan tersebut.
Dan jika ia telah memperoleh harta melalui cara yang diharamkan itu,
maka wajib mengembalikannya kepada pemiliknya, atau meminta kehalalan darinya.
Jika dosanya berupa gibah,
maka wajib menghentikan gibah dan berhenti mencederai kehormatan orang lain.
Adapun jika dia hanya berkata, “Aku bertobat kepada Allah,” tapi tetap melalaikan kewajiban,
atau tetap melakukan perkara haram,
maka tobat seperti ini tidak diterima.
Bahkan, tobat semacam ini menyerupai pelecehan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.
Bagaimana bisa kamu bertobat kepada Allah, tapi tetap bermaksiat kepada-Nya?!
Seandainya kamu berbuat salah kepada sesama manusia,
lalu berkata, “Aku menyesal dan tidak akan mengulanginya,”
tapi di dalam niat dan hatimu kamu bertekad untuk mengulanginya,
dan kamu benar-benar mengulanginya, tentu ini adalah penghinaan terhadap orang tersebut.
Maka bagaimana lagi jika hal itu dilakukan kepada Allah, Tuhan seluruh alam?
Jadi, orang yang benar-benar bertobat adalah yang berhenti dari dosanya.

***

الْإِنْسَانُ التَّائِبُ حَقِيقَةً هُوَ الَّذِي يُقْلِعُ عَنِ الذَّنْبِ
إِنْ كَانَ الذَّنْبُ تَرْكَ وَاجِبٍ
فَالإِقْلَاعُ عَنْهُ بِفِعْلِهِ
مِثْلُ أَنْ يَكُونَ شَخْصٌ لَا يُزَكِّي
فَأَرَادَ أَنْ يَتُوبَ إِلَى اللَّهِ
فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ يُخْرِجَ الزَّكَاةَ الَّتِي مَضَتْ وَلَمْ يُؤَدِّهَا
إِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ مُقَصِّرًا فِي بِرِّ الْوَالِدَيْنِ
فَإِنَّهُ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَقُومَ بِبِرِّهِمَا
إِذَا كَانَ مُقَصِّرًا فِي صِلَةِ الرَّحِمِ
فَإِنَّهُ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَصِلَ الرَّحِمَ
وَإِنْ كَانَتْ الْمَعْصِيَةُ بِفِعْلِ مُحَرَّمٍ
فَالْوَاجِبُ أَنْ يُقْلِعَ عَنْهُ فَوْرًا
وَلَا يَبْقَى فِيهِ وَلَا لَحْظَةً
إِذَا كَانَتْ مِنْ أَكْلِ الرِّبَا مَثَلًا
فَالْوَاجِبُ أَنْ يَتَخَلَّصَ مِنَ الرِّبَا
بِتَرْكِهِ وَالْبُعْدِ عَنْهُ وَإِخْرَاجِ مَا اكْتَسَبَهُ عَنْ طَرِيقِ الرِّبَا
إِذَا كَانَتْ الْمَعْصِيَةُ فِي الْغِشِّ وَالْكَذِبِ عَلَى النَّاسِ وَخِيَانَةِ الْأَمَانَةِ
فَالْوَاجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يُقْلِعَ عَنْ ذَلِكَ
وَإِذَا كَانَ قَدْ اكْتَسَبَ مَالًا عَنْ هَذَا الطَّرِيقِ الْمُحَرَّمِ
فَالْوَاجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُ إِلَى صَاحِبِهِ أَوْ يَسْتَحِلَّهُ مِنْهُ
إِذَا كَانَتْ غِيْبَةً
فَالْوَاجِبُ أَنْ يُقْلِعَ عَنْ غِيبَةِ النَّاسِ وَالتَّكَلُّمِ فِي أَعْرَاضِهِمْ
أَمَّا أَنْ يَقُولَ إِنَّهُ تَائِبٌ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُصِرٌّ عَلَى تَرْكِ الْوَاجِبِ
أَوْ مُصِرٌّ عَلَى فِعْلِ الْمُحَرَّمِ
فَإِنَّ هَذِهِ التَّوْبَةَ غَيْرُ مَقْبُوْلَةٍ
بَلْ إِنَّ هَذِهِ التَّوْبَةَ كَالِاسْتِهْزَاءِ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
كَيْفَ تَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَأَنْتَ مُصِرٌّ عَلَى مَعْصِيَتِهِ؟
لَوْ أَنَّكَ تُعَامِلُ بَشَرًا مِنَ النَّاسِ
وَتَقُولُ أَنَا تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا نَادِمٌ وَخَلَاصٌ مَا أَعُودُ
ثُمَّ فِي نِيَّتِكَ وَفِي قَلْبِكَ أَنَّكَ سَتَعُودُ
وَعُدْتَ فَإِنَّ هَذَا سُخْرِيَةٌ بِالرَّجُلِ
فَكَيْفَ بِاللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ؟
فَالْإِنْسَانُ التَّائِبُ حَقِيقَةً هُوَ الَّذِي يُقْلِعُ عَنِ الذَّنْبِ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)