Kesempatan hidup di dunia adalah anugerah berharga yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menabung amal saleh sebanyak-banyaknya. Setiap detik yang kita lalui merupakan modal untuk meraih kebahagiaan akhirat sebelum datangnya kematian. Kita harus menyadari bahwa kematian menjadi pemutus segala kelezatan sekaligus garis finis yang menghentikan kemampuan untuk menambah catatan amal.
Ada yang bertanya: “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk saudara saya yang telah wafat?”
Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh mereka yang masih hidup untuk orang yang telah wafat adalah doa.
Dalilnya adalah hadis sahih dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:
“Apabila seorang insan meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara:
sedekah jariyah,
ilmu yang bermanfaat,
atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan melalui hadis ini,
bahwa doa adalah amalan yang bermanfaat bagi orang yang telah wafat.
Bertepatan dengan pembahasan ini,
saya ingin mengingatkan banyak orang
yang sangat antusias menghadiahkan amal saleh kepada orang yang telah wafat,
tapi justru mengabaikan anjuran utama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu mendoakan mereka.
Anda dapat temui, sebagai contoh, ada orang yang pada bulan Ramadhan,
ia mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali.
Ia menghadiahkan khatam pertama untuk ibunya, kedua untuk ayahnya, ketiga untuk kakeknya,
keempat untuk neneknya, kelima untuk paman dari jalur ibu, keenam untuk paman dari jalur ayah, dan seterusnya.
Namun, ia justru tidak menyisakan pahala sedikit pun untuk dirinya sendiri.
Ini menunjukkan kurangnya pemahaman dalam agama.
Padahal yang disyariatkan adalah mengerjakan amal saleh untuk diri sendiri,
lalu ia bisa mendoakan siapa pun yang diinginkan dari kalangan kaum muslimin yang telah wafat.
Saya tidak mengetahui adanya riwayat bahwa Nabi ‘alaish shalatu wassalam memerintahkan para sahabat
untuk bersedekah, shalat, atau berpuasa atas nama kerabat mereka yang telah wafat,
kecuali dalam urusan ibadah yang wajib.
Sebagaimana dalam hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa wafat dan masih memiliki tanggungan puasa wajib, maka hendaklah walinya berpuasa untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Meskipun demikian, Nabi ‘alaish shalatu wassalam memang membolehkan
seseorang untuk bersedekah atas nama ayah atau ibunya, serta hal yang serupa dengan itu.
***
يَقُولُ فَضِيلَةَ الشَّيْخِ مَا هُوَ أَفْضَلُ شَيْءٍ أَفْعَلُهُ لِأَخِي الْمُتَوَفَّى؟
أَفْضَلُ شَيْءٍ يَفْعَلُهُ الْأَحْيَاءُ لِلْأَمْوَاتِ الدُّعَاءُ
وَدَلِيلُ ذَلِكَ مَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ
إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ
أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
فَبَيَّنَ الرَّسُولُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ
الْحَدِيثِ أَنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الَّذِي يَنْفَعُ الْمَيِّتَ
وَبِنَاءً عَلَى ذَلِكَ أَوْ بِهَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ
أَوَدُّ أَنْ أُنَبِّهَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ
الَّذِينَ يَعْتَنُونَ بِإِهْدَاءِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ إِلَى الْأَمْوَاتِ
وَيَعْدِلُونَ عَمَّا أَرْشَدَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الدُّعَاءِ
فَتَجِدُ الْإِنْسَانَ مَثَلًا فِي رَمَضَانَ
يَخْتِمُ الْقُرْآنَ عِدَّةَ مَرَّاتٍ
وَيَجْعَلُ الْخَتْمَةَ الْأُولَى لِأُمِّهِ ثُمَّ لِأَبِيهِ ثُمَّ لِجَدِّهِ
ثُمَّ لِجَدَّتِهِ ثُمَّ لِخَالِهِ ثُمَّ لِعَمِّهِ إِلَى آخِرِهِ
وَلَكِنْ لَا يَجْعَلُ لِنَفْسِهِ شَيْئًا
وَهَذَا مِنْ قِلَّةِ الْفِقْهِ
فَالْمَشْرُوعُ أَنْ تَكُونَ الْأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ لِلْإِنْسَانِ نَفْسِهِ
وَأَنْ يَدْعُوَ لِمَنْ شَاءَ مِنَ الْأَمْوَاتِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
وَلَا أَعْلَمُ أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَمَرَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِهِ
أَنْ يَتَصَدَّقُوا أَوْ يُصَلُّوا عَنْ أَمْوَاتِهِمْ أَوْ يَصُومُوا عَنْ أَمْوَاتِهِمْ
إِلَّا فِي الْأُمُورِ الْوَاجِبَةِ
كَمَا فِي حَدِيثِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
وَلَكِنَّهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ يُجِيزُ
أَنْ يَتَصَدَّقَ الْإِنْسَانُ عَنْ أَبِيهِ أَوْ عَنْ أُمِّهِ وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














