Orang yang memeluk agama Islam jumlahnya sangat banyak. Dan masing-masing orang Islam mengakui bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan dirinya. Akan tetapi hanya sedikit di antara orang Islam yang istiqomah. Karena istiqomah memang perkara yang tidak mudah. Apa yang dimaksud dengan istiqomah?

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, … (QS. Al-Ahqaf: 13)
Hasan Al-Bashri—semoga Allah merahmatinya—berkata,
Orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah,’ ada banyak, …
Setiap Muslim mengatakan, “Tuhanku adalah Allah.”
Beliau kemudian berkata, “… adapun orang-orang yang istiqamah, hanya sedikit.”
Orang-orang yang istiqamah hanya sedikit,
karena banyak orang mengikuti hawa nafsu mereka,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,
dan yang sedikit, siapa mereka?
Allah berfirman, “Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba: 13)
Ayat ini ditafsirkan oleh empat al-Khulafaur Rasyidun.
Mereka menafsirkannya, yang menunjukkan kepada Anda kedudukan istiqamah
di sisi para Sahabat Nabi—semoga Allah meridai mereka.
Abu Bakar—semoga Allah meridainya—berkata,
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, … (QS. Al-Ahqaf: 13)
Abu Bakar menafsirkannya, “Yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.”
Umar bin Khattab—semoga Allah meridainya—berkata,
“Kamu istiqamah di atas perintah dan larangan, …
dan tidak bolak-balik seperti kelakuan rubah.”
Utsman bin Affan—semoga Allah meridainya—berkata,
Mereka mengikhlaskan amal, hanya untuk Allah.
Ali bin Abi Thalib—semoga Allah meridainya—berkata,
Mereka menjalankan kewajiban-kewajiban dalam agama.
Dengan keseluruhan tafsir para al-Khulafaur Rasyidun ini,
kita tahu bahwa istiqamah itu bermula dari hati.
Hati Anda istiqamah di atas rasa cinta kepada Allah.
Hati Anda istiqamah di atas al-khasyyah kepada Allah (yaitu rasa takut yang didasari ilmu pengetahuan terhadap keagungan Allah).
Hati Anda istiqamah di atas al-khauf kepada Allah (yaitu rasa takut dengan landasan ibadah kepada Allah sehingga terbentuk takwa).
Hati Anda istiqamah di atas keridaan kepada Allah dan ketetapan-Nya.
Hati Anda istiqamah dalam bertawakal kepada Allah.
Hati Anda istiqamah merindukan perjumpaan dengan Allah.
Inilah nilai-nilai yang harus mendominasi hati Anda.
Dengan demikian, hati Anda akan istiqamah,
pikiran Anda akan istiqamah,
dan jiwa Anda akan istiqamah.
Hati Anda akan istiqamah mencintai kebaikan bagi kaum Muslimin,
mencintai orang miskin, dan mengasihi anak kecil.
Maka inilah tafsir Abu Bakar Ash-Siddiq dan Utsman bin Affan.
Abu Bakar berkata, “Yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.”
Utsman berkata, “Mereka mengikhlaskan amal, hanya untuk Allah.”
Lalu, istiqamah secara lahiriah,
sebagaimana tafsir Umar dan Ali—semoga Allah meridainya.
Anda istiqamah dengan perkataan Anda,
lisan Anda istiqamah dalam berzikir kepada Allah dan berkata-kata yang baik.

***

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
يَقُولُ حَسَنُ الْبَصْرِيُّ رَحِمَهُ اللهُ
الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ كَثِيرٌ
كُلُّ مُسْلِمٍ يَقُولُ رَبِّيَ اللهُ
قَالَ: وَالَّذِينَ اسْتَقَامُوا قَلِيلٌ
وَالَّذِينَ اسْتَقَامُوا قَلِيلٌ
لِاَنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ يَتَّبِعُونَ شَهَوَاتِهِمْ وَأَهْوَاءَهُمْ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَقَلِيلٌ مَا هُمْ؟
قَالَ: وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
وَهَذِهِ الْآيَةُ فَسَّرَهَا الْخُلَفَاءُ الرَّاشِدُونَ الْأَرْبَعَةُ
فَسَّرُوا الْاِسْتِقَامَةَ هَذَا يَدُلُّكُ عَلَى مَنْزِلَةِ الْاِسْتِقَامَةِ
عِنْدَ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ
قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
قَالَ: لَمْ يُشْرِكُوا بِاللهِ شَيْئًا
وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَنْ تَسْتَقِيمَ عَلَى الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ
وَلَا تَرُوغَ رَوَغَانَ الثَّعَالِبِ
وَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَخْلَصُوا الْعَمَلَ لِلهِ
وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَدُّوْا الْفَرَائِضَ
بِمَجْمُوعِ تَفْسِيرِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ
نَعْلَمُ أَنَّ الْاِسْتِقَامَةَ أَوَّلُ مَا تَكُونُ بِالْقَلْبِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى مَحَبَّةِ اللهِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى الْخَشْيَةِ لِلهِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى الْخَوْفِ مِنَ اللهِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى الرِّضَا بِاللهِ الرِّضَا بِقَضَاءِ اللهِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى التَّوَكُّلِ عَلَى اللهِ
اسْتِقَامَةُ قَلْبِكَ عَلَى الشَّوْقِ لِلِقَاءِ اللهِ
هَذِهِ الْمَعَانِي تَكُوْنُ هِيَ الْغَالِبَةُ عَلَى قَلْبِكَ
إِذَنْ يَسْتَقِيمُ قَلْبُكَ
تَسْتَقِيمُ خَطِرَاتُكَ
يَسْتَقِيمُ ضَمِيرُكَ
وَيَسْتَقِيمُ قَلْبُكَ عَلَى حُبِّ الْخَيْرِ لِلْمُسْلِمِينَ
عَلَى حُبِّ الْمَسَاكِينِ عَلَى الرَّحْمَةِ بِالصِّغَارِ
ثُمَّ هَذَا تَفْسِيرُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِيقِ وَعُثْمَانَ
قَالَ: أَنْ لَا يُشْرِكُوا بِاللهِ شَيْئًا
وَقَالَ: أَخْلَصُوا الْعَمَلَ لِلهِ
ثُمَّ الْاِسْتِقَامَةُ فِي الظَّاهِرِ
كَمَا فِي تَفْسِيرِ عُمَرَ وَعَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا
تَسْتَقِيمُ بِأَقْوَالِكَ
يَسْتَقِيمُ لِسَانُكَ عَلَى ذِكْرِ اللهِ وَعَلَى الْكَلَامِ الطَّيِّبِ