Emas adalah salah logam mulia yang sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan perhiasan. Di dalam Islam, terdapat larangan bagi laki-laki memakai emas. Di antara dalilnya adalah hadis berikut ini.

عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا

“Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria’.” (HR. An Nasai no. 5148 dan Ahmad 4/392. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Pertanyaan Abu Larin via aplikasi “X”,
dia bertanya, “Apa hukum memakai gelang yang bukan emas di tangan bagi laki-laki?”
Tidak boleh memakai gelang bagi laki-laki, karena ini menyerupai wanita.
Tidak ada urgensi untuk memakai gelang bagi laki-laki,
jika itu tujuannya untuk berhias.
Adapun jika tujuannya bukan untuk berhias, seperti untuk pengobatan, dan DOKTER MENYARANKANNYA, maka boleh.
Adapun jika untuk tujuan berhias, maka tidak boleh karena terdapat penyerupaan dengan kaum wanita. Demikian.

***

مِنْ أَسْئِلَةِ أَبِي لَارِين عَبْرَ إِكْس
يَقُولُ مَا حُكْمُ لُبْسِ الْأَسَاوِرِ عَلَى الْيَدِ لِلرِّجَالِ مِنْ غَيْرِ الذَّهَبِ؟
لَا يَجُوزُ لُبْسُ الْأَسَاوِرِ لِلرِّجَالِ لِأَنَّ فِي هَذَا تَشَبُّهًا بِالنِّسَاءِ
وَلَا حَاجَةَ لِلُبْسِ الْأَسَاوِرِ بِالنِّسْبَةِ لِلرَّجُلِ
إِذَا كَانَ ذَلِكَ بِقَصْدِ الزِّينَةِ
أَمَّا لَوْ كَانَ لِغَيْرِ قَصْدِ الزِّينَةِ كَأَنْ يَكُونَ لِغَرَضٍ طِبِّيٍّ مَثَلًا وَنَصَحَهُ الطَّبِيْبُ بِذَلِكَ لَا بَأْسَ
لَكِنْ إِذَا كَانَ بِقَصْدِ الزِّينَةِ فَهَذَا لَا يَجُوزُ لِمَا فِيهِ مِنَ التَّشَبُّهِ بِالنِّسَاءِ نَعَمْ