Banyak orang memiliki anggapan bahwa takwa adalah sesuatu yang memberatkan. Perasaan ini muncul bukan tanpa alasan, sebab jalan ketakwaan memang menuntut kita untuk mengendalikan hawa nafsu yang tiada hentinya mengajak pada kesenangan sesaat dan perbuatan dosa. Gesekan antara keinginan batin dengan batasan-batasan syariat yang ketat inilah yang kerap membuat langkah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya terasa begitu membebankan. Padahal, jika seseorang telah berhasil menundukkan nafsunya ia akan menyadari bahwa beribadah dan bertakwa sejatinya menyimpan kenikmatan yang sangat dahsyat. 

Di dunia ini, ia menjalani kehidupan yang baik dan penuh kelezatan, dengan hati yang tenteram.
Karena itu, kalian akan mendapati orang-orang yang taat termasuk manusia yang paling lezat hidupnya, dan paling berlimpah ketenangannya.
Sebab ketenangan yang sejati adalah ketenangan hati, bukan sekadar kenyamanan badan. Ketenangan hati…
Hati mereka tenteram. Mereka menjalani hidup dengan berzikir kepada Allah.
Dan mereka merasakan kenikmatan dengan berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Tidaklah mereka bernikmat-nikmat dengan syahwat, berbagai kesenangan, dan rekreasi. Tidak.
Mereka merasakan kenikmatan dengan berzikir kepada Allah. Itulah kenikmatan mereka.
Karena itu, sebagian mereka berkata, “Jika penghuni surga berada dalam keadaan seperti yang kami rasakan, sungguh mereka benar-benar berada dalam kehidupan yang baik.”
Hal itu karena apa yang mereka rasakan berupa ketenangan, ketenteraman, dan kelezatan,
lezatnya beribadah dan lezatnya berzikir dalam kehidupan dunia ini.
Sementara orang-orang kafir, meskipun diberi seluruh dunia beserta segala kelezatannya,
mereka tetap berada dalam kesengsaraan dan kepayahan,
karena hati mereka diliputi keterasingan dan kesepian, wal ‘iyadzu billah, hati mereka terasa asing dan sepi, dan wajah-wajah mereka pun suram.
Adapun seorang mukmin, ia menjalani kehidupan yang baik di dunia ini,
kehidupan yang baik dengan iman dan zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Seorang mukmin berlezat-lezat dengan ketaatan dan merasa tenteram dengan ibadah.
Karena itu, yang lain berkata, “Orang-orang yang sibuk dengan dunia telah meninggalkannya tanpa pernah merasakan hal termanis yang ada di dalamnya.”
Ditanyakan, “Apa hal termanis di dalamnya?” Ia menjawab, “Zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
Inilah hal termanis di dunia.
Mereka meninggalkan dunia tanpa pernah merasakan hal termanis di dalamnya.
Sungguh, ini sebuah keterhalangan dari kebaikan, wal ‘iyadzu billah.
“Maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Yakni di dunia, dengan ibadah, zikir, ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ketenteraman, iman, dan cahaya.
Kemudian di akhirat, “Dan sungguh akan Kami beri mereka balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).
Mereka masuk surga dan menikmati kenikmatan yang kekal di dalamnya, yang tidak pernah terputus, tidak seperti kenikmatan di dunia yang akan berakhir.
Mereka (di surga) tidak takut kepada musuh, tidak takut terhadap penyakit,
tidak takut terhadap kematian, dan tidak takut menjadi tua renta,
tidak takut terhadap kemiskinan dan tidak takut mengalami kekurangan untuk selama-lamanya. Mereka aman.
“Dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi.” (QS. Saba’: 37).
“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.” (QS. Al-Hijr: 46).
“Dan sungguh akan Kami beri mereka balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).
Inilah kehidupan yang baik. Namun, kehidupan seperti ini memerlukan iman,
memerlukan ilmu dan bashirah, serta memerlukan kesabaran dan keteguhan,
hingga seseorang menjadi tenteram dan tidak mudah digoyahkan oleh berbagai badai.
Badai dan fitnah tidak menggoyahkannya, bahkan ia tetap teguh sekokoh gunung-gunung.
Jika Allah memberinya nikmat, ia bersyukur.
Jika Allah mengujinya, ia bersabar.
Inilah seorang mukmin.
Di akhirat, ia akan memperoleh kenikmatan yang kekal dan kelezatan yang tidak pernah terputus,
serta aman dari segala hal yang menakutkan dan segala sesuatu yang mengusik ketenteraman.
Permusuhan lenyap dari hati mereka, sehingga mereka menjadi bersaudara,
bersaudara di atas dipan-dipan sambil saling berhadapan.
Tidak ada rasa dendam dalam hati mereka.
“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk saling berhadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47)
Demikianlah keadaan para penghuni surga.
Inilah kehidupan yang baik dan kehidupan yang bahagia.

***

هَذَا فِي الدُّنْيَا يَحْيَا حَيَاةً طَيِّبَةً لَذِيذَةً مُطْمَئِنَّ الْقَلْبِ
وَلِهَذَا تَجِدُونَ أَهْلَ الطَّاعَةِ مِنْ أَلَذِّ النَّاسِ حَيَاةً وَأَوْفَرِهِمْ رَاحَةً
لِأَنَّ الرَّاحَةَ رَاحَةُ الْقُلُوبِ مَا هِيَ رَاحَةُ الْأَبْدَانِ رَاحَةُ الْقُلُوبِ
فَهُمْ مُرْتَاحُونَ فِي قُلُوبِهِمْ يَعِيشُونَ بِذِكْرِ اللَّهِ
وَيَتَنَعَّمُونَ بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
مَا هُمْ يَتَنَعَّمُونَ بِالشَّهَوَاتِ وَالْمَلَذَّاتِ وَالنُّزَهَاتِ لَا
يَتَنَعَّمُونَ بِذِكْرِ اللَّهِ هُوَ نَعِيمُهُمْ
وَلِهَذَا يَقُولُ بَعْضُهُمْ: إِنْ كَانَ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِي مِثْلِ مَا نَحْنُ فِيهِ إِنَّهُمْ لَفِي عَيْشٍ طَيِّبٍ
لِمَا يَجِدُونَهُ مِنَ الرَّاحَةِ وَالطُّمَأْنِينَةِ وَاللَّذَّةِ
لَذَّةِ الْعِبَادَةِ وَلَذَّةِ الذِّكْرِ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ
بَيْنَمَا الْكُفَّارُ وَلَوْ أُعْطُوا الدُّنْيَا كُلَّهَا وَالْمَلَذَّاتِ كُلَّهَا
فَإِنَّهُمْ فِي شَقَاءٍ وَعَنَاءٍ
لِأَنَّ قُلُوبَهُمْ مُسْتَوْحِشَةٌ وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ قُلُوبُهُمْ مُسْتَوْحِشَةٌ وَوُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ
أَمَّا الْمُؤْمِنُ فَإِنَّهُ يَحْيَا حَيَاةً طَيِّبَةً فِي هَذِهِ الدُّنْيَا
حَيَاةً طَيِّبَةً عَلَى الْإِيمَانِ وَذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
يَتَلَذَّذُ بِالطَّاعَةِ وَيَأْنَسُ بِالْعِبَادَةِ
وَلِهَذَا يَقُولُ الْآخَرُ أَهْلُ الدُّنْيَا خَرَجُوا مِنْهَا وَلَمْ يَذُوقُوا أَحْلَى مَا فِيهَا
قِيلَ: وَمَا أَحْلَى مَا فِيهَا؟ قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
هَذَا أَحْلَى مَا فِي الدُّنْيَا
خَرَجُوا مِنْهَا وَلَمْ يَذُوقُوا أَحْلَى مَا فِيهَا
هَذَا حِرْمَانٌ وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
فِي الدُّنْيَا بِالْعِبَادَةِ وَالذِّكْرِ وَطَاعَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالطُّمَأْنِينَةِ وَالْإِيمَانِ وَالنُّورِ
ثُمَّ فِي الْآخِرَةِ: وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَيَتَنَعَّمُونَ فِيهَا نَعِيمًا دَائِمًا لَا يَنْقَطِعُ كَمَا يَكُونُ فِي الدُّنْيَا
وَلَا يَخَافُونَ مِنْ عَدُوٍّ وَلَا يَخَافُونَ مِنْ مَرَضٍ
وَلَا يَخَافُونَ مِنْ مَوْتٍ وَلَا يَخَافُونَ مِنْ هَرَمٍ
وَلَا يَخَافُونَ مِنْ فَقْرٍ وَلَا يَخَافُونَ مِنْ حَاجَةٍ أَبَدًا آمِنُونَ
وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
هَذِهِ هِيَ الْحَيَاةُ الطَّيِّبَةُ وَلَكِنَّهَا تَحْتَاجُ إِلَى إِيمَانٍ
تَحْتَاجُ إِلَى عِلْمٍ وَبَصِيرَةٍ وَتَحْتَاجُ إِلَى صَبْرٍ وَثَبَاتٍ
حَتَّى يَطْمَئِنَّ الْإِنْسَانُ فَلَا تُزَحْزِحُهُ الْعَوَاصِفُ
لَا تُزَحْزِحُهُ الْعَوَاصِفُ وَالْفِتَنُ بَلْ يَكُونُ ثَابِتًا ثَبَاتَ الْجِبَالِ
إِنْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ شَكَرَ
وَإِنِ ابْتَلَاهُ صَبَرَ
فَهَذَا هُوَ الْمُؤْمِنُ
وَفِي الْآخِرَةِ يَنَالُ النَّعِيمَ الدَّائِمَ وَاللَّذَّةَ الَّتِي لَا تَنْقَطِعُ
وَيَأْمَنُ مِنْ جَمِيعِ الْمَخَاوِفِ وَالْمُكَدِّرَاتِ
تَذْهَبُ الشَّحْنَاءُ مِنْ قُلُوبِهِمْ فَيَكُونُونَ إِخْوَةً
إِخْوَةً عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ غِلٌّ
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
هَكَذَا أَهْلُ الْجَنَّةِ
وَهَذِهِ هِيَ الْحَيَاةُ الطَّيِّبَةُ وَالْحَيَاةُ السَّعِيدَةُ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!