Sering kali kita dibuat terpukau saat mendengarkan penjelasan para ulama ketika mengurai suatu persoalan yang rumit. Kedalaman pemahaman, ketajaman analisis, serta kuatnya dalil yang mereka paparkan mampu menghadirkan pencerahan yang menyejukkan akal dan jiwa. Namun sayang, kekaguman tersebut terkadang berhenti hanya sebagai rasa kagum sesaat tanpa diikuti langkah nyata untuk mulai menuntut ilmu syar’i secara konsisten dan terstruktur. Padahal, momen ketika hati tergerak oleh indahnya kebenaran ilmu merupakan momentum emas yang sangat berharga jika dimanfaatkan dengan baik. 

Oleh karena itu, sungguh, siapa yang Allah ‘Azza wa Jalla tanamkan kecintaan kepada ilmu dalam dirinya,
dan Allah beri ia taufik untuk menempuh jalan ilmu,
maka sungguh, ia telah dibukakan sebuah pintu yang tertutup bagi banyak orang.
Diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya agama.” (HR. Bukhari).
Sabda beliau, “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya,”
menunjukkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengkhususkan siapa yang Dia kehendaki dengan amal saleh yang Dia kehendaki.
Maka, kepada sebagian orang, Allah menanamkan kecintaan untuk berinfak dan bersikap dermawan.
Berinfak kepada orang-orang fakir dan bersikap dermawan kepada para tamu dan yang lainnya.
Kepada sebagian yang lain, Allah menanamkan kecintaan terhadap salat dan qiyamul lail.
Dan kepada sebagian yang lain, Allah menanamkan kecintaan terhadap ilmu,
serta menjadikan ilmu itu mudah baginya dan mudah mengalir di lisannya.
Allah juga memudahkannya dalam memahami ilmu tersebut.
Maka karena itu, siapa yang telah dibukakan baginya pintu ini, yaitu pintu ilmu,
hendaklah ia banyak memuji Allah ‘Azza wa Jalla,
dan bersungguh-sungguh agar tidak terputus dalam menuntut ilmu.
Karena, sungguh telah dibukakan baginya sebuah pintu kebaikan
yang tertutup bagi banyak orang yang mendambakannya.
Namun, sejatinya, siapa yang telah mulai menuntut ilmu, lalu berhenti darinya,
sebenarnya ia telah membuat dirinya kehilangan kebaikan yang sangat besar.
Dalam sebagian jalur riwayat hadis yang telah disebutkan tadi, terdapat lafaz,
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya agama.” (HR. Bukhari).
Meskipun ada catatan pada sanad riwayat tersebut, sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar,
“Dan siapa yang tidak memahami agama, maka tidak ada kebaikan padanya.”
Maka ketika seseorang telah Allah kehendaki kebaikan baginya,
kemudian ia malah meninggalkannya setelah itu,
maka dalam hal ini kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
barangkali ini termasuk perkara yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya, yaitu kemunduran setelah kemajuan.

***

وَلِذَلِكَ حَقِيقَةً مَنْ حَبَّبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ الْعِلْمَ
وَوَفَّقَهُ لِسُلُوكِ طَرِيقِهِ
فَإِنَّ هَذَا فَتْحُ بَابٍ أُغْلِقَ عَلَى كَثِيرٍ مِنَ النَّاسِ
وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
فَقَوْلُهُ مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا
يَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَخْتَصُّ مَنْ شَاءَ بِمَا شَاءَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ
فَيُحَبِّبُ لِبَعْضِ النَّاسِ النَّفَقَةَ وَالْكَرَمَ
النَّفَقَةَ عَلَى الْفُقَرَاءِ وَالْكَرَمَ لِلضُّيُوفِ وَغَيْرِهِمْ
وَيُحَبِّبُ لِبَعْضِ النَّاسِ الصَّلَاةَ وَقِيَامَ اللَّيْلِ
وَيُحَبِّبُ لِبَعْضِ النَّاسِ الْعِلْمَ
وَيُسَهِّلُهُ عَلَيْهِ وَيُيَسِّرُهُ عَلَى لِسَانِهِ
وَيُسَهِّلُ فَهْمَهُ عَلَيْهِ
وَلِذَلِكَ فَإِنَّ مَنْ فُتِحَ لَهُ فِي هَذَا الْبَابِ أَعْنِي بَابَ الْعِلْمِ
فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَثِيرًا
وَلْيَحْرِصْ عَلَى عَدَمِ الِانْقِطَاعِ فِيهِ
فَإِنَّهُ قَدْ فُتِحَ لَهُ بَابٌ مِنَ الْخَيْرِ
أُغْلِقَ عَلَى كَثِيرٍ مِنَ النَّاسِ يَرْغَبُ بِهِ
وَلَكِنْ حَقِيقَةً مَنِ ابْتَدَأَ الْعِلْمَ ثُمَّ انْقَطَعَ عَنْهُ بَعْدَ ذَلِك
فَإِنَّهُ فِي الْحَقِيقَةِ فَوَّتَ عَلَى نَفْسِهِ خَيْرًا عَظِيمًا
وَقَدْ جَاءَ فِي بَعْضِ طُرُقِ الْحَدِيثِ الْمُتَقَدِّمِ
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
وَإِنْ كَانَ فِي إِسْنَادِهَا مَقَالٌ كَمَا قَالَ ابْنُ حَجَرٍ
وَمَنْ لَمْ يَفْقَهْ فَلَا خَيْرَ فِيهِ
فَحِينَمَا يَكُونُ الْمَرْءُ قَدْ أَرَادَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا
ثُمَّ تَرَكَهُ بَعْدَ ذَلِكَ
فَهَذَا نَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
رُبَّمَا يَدْخُلُ مِمَّا اسْتَعَاذَ مِنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!