Setiap kita memiliki beban urusan, tanggung jawab, dan persoalan hidup masing-masing. Dalam proses menguraikan berbagai rintangan tersebut, tidak jarang kita dihadapkan pada jalan buntu, kesulitan yang menumpuk, hingga rasa gelisah yang teramat sangat yang menyita ketenangan hati. Dan kesalahan yang sering kali terjadi adalah ketika kita menyandarkan seluruh penyelesaian masalah tersebut murni pada kecerdasan, kekuatan, harta, atau kemampuan diri kita sendiri yang sebenarnya amat terbatas. Padahal, kunci untuk meraih kemudahan dan ketenangan sejati adalah dengan bertawakal sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Dan bertawakallah kepada Yang Maha Hidup, Yang tidak mati.” (QS. Al-Furqan: 58). Dialah Allah ‘Azza wa Jalla.
Bersandarlah kepada Allah dalam seluruh urusanmu, baik yang kecil maupun yang besar.
Sebab jika Allah ‘Azza wa Jalla tidak memudahkan suatu urusan bagimu, urusan itu tidak akan menjadi mudah bagimu.
Dan di antara sebab Allah memudahkan urusanmu adalah engkau bertawakal kepada-Nya,
terutama ketika berbagai urusan mendesakmu, kegelisahan menumpuk, dan berbagai kesulitan semakin berat.
Sungguh, tidak ada tempat berlindung bagimu selain Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka hendaklah engkau bertawakal dan bersandar kepada Allah, hingga Allah mencukupimu.
Dan firman-Nya, “Yang tidak mati,” merupakan dalil bahwa kematian tidak mungkin terjadi pada Rabb ‘Azza wa Jalla.
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan Wajah Rabbmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” (QS. Ar-Rahman: 26–27).
Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan mati karena kesempurnaan hidup-Nya.
Sesungguhnya Allah senantiasa, Dialah Yang Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya; dan Dialah Yang Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Nya.
Selain itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga tidak tidur karena kesempurnaan hidup-Nya dan kesempurnaan sifat-Nya sebagai Al-Qayyum (Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya).
Allah Ta’ala berfirman, “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS. Al-Baqarah: 255).
Adapun manusia dan jin, mereka tidur dan mati.
Adapun Rabb ‘Azza wa Jalla, Dia tidak tidur karena Dia tidak memerlukan tidur.
Manusia tidur karena mereka memerlukannya. Tubuh menjadi lelah, penat, dan jenuh.
Tidur adalah istirahat, beristirahat dari kelelahan yang telah berlalu, sekaligus memperbarui semangat untuk menghadapi pekerjaan yang akan datang.
Adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.
Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.” (QS. Ath-Thalaq: 3). Yakni, Allah akan mencukupkan keperluannya.
Jika engkau bertawakal kepada Allah, Dia akan mencukupimu dalam segala hal.
Namun jika engkau bertawakal kepada selain Allah, Allah akan menyerahkanmu kepadanya, lalu engkau akan dibiarkan tanpa pertolongan-Nya, dan urusanmu tidak akan tercapai.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka,
dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal.” (QS. Al-Anfal: 2).
“Mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya…” (QS. Al-Anfal: 4).
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka,”
maksudnya, apabila disebut keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya, hati menjadi takut dan bergetar, dan seseorang pun tersentuh.
Sampai-sampai sebagian salaf dahulu, apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat yang berisi ancaman, ia bisa jatuh sakit selama berhari-hari hingga orang-orang datang menjenguknya.
Adapun kita, hati kita keras. Kita memohon kepada Allah agar melembutkan hati kita.
Ayat-ayat yang berisi ancaman dibacakan kepada kita, tetapi berlalu begitu saja, seakan-akan ia hanyalah minuman dingin.
Kita memohon keselamatan kepada Allah.
Namun seorang mukmin adalah orang yang apabila Allah disebut, hatinya bergetar dan merasa takut.
Sebagian salaf dahulu, apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah!” tubuhnya gemetar hingga apa yang ada di tangannya terjatuh.
Adapun hati kita sekarang seperti batu, bahkan lebih keras.
Dikatakan kepada seseorang, “Bertakwalah kepada Allah! Bertakwalah kepada Allah! Bertakwalah kepada Allah!” Namun ia tidak mengambil pelajaran.
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka.” (QS. Al-Anfal: 2).
Apabila mereka mendengar firman Allah ‘Azza wa Jalla, iman mereka semakin bertambah.
Iman mereka bertambah dari dua sisi.
Sisi pertama: membenarkan apa yang Allah kabarkan tentang perkara-perkara gaib, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.
Sisi kedua: menerima dan tunduk kepada hukum-hukum Allah.
Mereka melaksanakan apa yang Allah perintahkan sehingga iman mereka bertambah,
dan mereka meninggalkan apa yang Allah larang untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan karena takut kepada-Nya, sehingga iman mereka bertambah.
Maka apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, iman mereka bertambah dari kedua sisi tersebut.
Demikian pula, jika engkau mendapati pada dirimu, bahwa setiap kali membaca Al-Qur’an, imanmu bertambah,
maka itu termasuk tanda bahwa engkau mendapat taufik.
Namun, jika engkau membaca Al-Qur’an tetapi tidak terpengaruh olehnya, maka hendaklah engkau mengobati dirimu.
Hendaklah engkau mengobati dirimu.
Aku tidak mengatakan agar engkau pergi ke rumah sakit lalu mengonsumsi suatu dosis berupa pil, cairan, atau yang lainnya.
Akan tetapi, hendaklah engkau mengobati hatimu.
Sebab hati yang tidak mengambil manfaat dari Al-Qur’an, dan tidak mengambil pelajaran darinya, adalah hati yang keras dan sakit.
Kita memohon keselamatan kepada Allah.
Wahai saudaraku, engkaulah dokter bagi dirimu sendiri. Jangan pergi kepada orang lain. Bacalah Al-Qur’an!
Jika engkau melihat dirimu terpengaruh olehnya dalam bentuk bertambahnya iman, pembenaran, dan ketaatan, maka berbahagialah, engkau seorang mukmin.
Jika tidak, engkau harus mengobati dirimu.
Obatilah dirimu! Obatilah dirimu sebelum datang kepadamu kematian yang setelahnya tidak ada kehidupan.
Maksudku adalah kematian hati.
Adapun kematian jasad, setelahnya masih ada kehidupan. Setelahnya ada kebangkitan, pembalasan, dan hisab.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Rabb mereka mereka bertawakal.” (QS. Al-Anfal: 2).
Hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal.
Di sini, frasa “kepada Rabb mereka” didahulukan sebagai isyarat pengkhususan dan pembatasan,
yakni bahwa mereka tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Sebab jika engkau bertawakal kepada selain Allah, sesungguhnya engkau hanya bertawakal kepada seseorang yang sama sepertimu,
dan seseorang itu tidak akan mengupayakan manfaat untukmu sebagaimana engkau mengupayakan bagi dirimu sendiri.
Akan tetapi, bersandarlah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Karena itulah Allah berfirman, “Dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal,” bukan kepada selain-Nya.
Mereka bersandar hanya kepada Allah dalam urusan agama maupun urusan dunia mereka.

***

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَهُوَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
اعْتَمِدْ عَلَيْهِ فِي أُمُورِكَ كُلِّهَا دَقِيقِهَا وَجَلِيلِهَا
لِأَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا لَمْ يُيَسِّرْ لَكَ الْأَمْرَ لَمْ يَتَيَسَّرْ لَكَ
وَمِنْ أَسْبَابِ تَيْسِيرِهِ أَنْ تَتَوَكَّلَ عَلَيْهِ
لَا سِيَّمَا إِذَا دَاهَمَتْكَ الْأُمُورُ وَكَثُرَتِ الْهُمُومُ وَازْدَادَتِ الْخُطُوبُ
فَإِنَّهُ لَا مَلْجَأَ لَكَ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
فَعَلَيْكَ بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ وَالِاعْتِمَادِ عَلَيْهِ حَتَّى يَكْفِيَكَ
وَفِي قَوْلِهِ تَعَالَى: الَّذِي لَا يَمُوتُ دَلِيلٌ عَلَى امْتِنَاعِ الْمَوْتِ عَلَى الرَّبِّ عَزَّ وَجَلَّ
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
فَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَمُوتُ لِكَمَالِ حَيَاتِهِ
فَإِنَّهُ دَائِمًا هُوَ الْأَوَّلُ الَّذِي لَيْسَ قَبْلَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الْآخِرُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ شَيْءٌ
ثُمَّ إِنَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى لَا يَنَامُ أَيْضًا لِكَمَالِ حَيَاتِهِ وَقَيُّومِيَّتِهِ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
أَمَّا الْإِنْسُ وَالْجِنُّ فَإِنَّهُمْ يَنَامُونَ وَيَمُوتُونَ
وَأَمَّا الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّهُ لَا يَنَامُ لِأَنَّهُ غَنِيٌّ عَنِ النَّوْمِ
الْبَشَرُ يَنَامُونَ لِأَنَّهُمْ بِحَاجَةٍ لَهُ فَإِنَّ الْأَبْدَانَ تَتْعَبُ وَتَسْأَمُ وَتَمَلُّ
وَالنَّوْمُ رَاحَةٌ رَاحَةٌ عَمَّا مَضَى مِنَ التَّعَبِ وَتَجْدِيدُ نَشَاطٍ لِمَا يَسْتَقْبِلُ مِنَ الْعَمَلِ
أَمَّا اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَإِنَّهُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ أَيْ كَافِيهِ
فَإِذَا تَوَكَّلْتَ عَلَى اللَّهِ كَفَاكَ كُلَّ شَيْءٍ
وَإِذَا تَوَكَّلْتَ عَلَى غَيْرِ اللَّهِ وَكَلَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ وَلَكِنَّكَ تُخْذَلُ وَلَا تَتَحَقَّقُ لَكَ أُمُورُكَ
وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
أَيْ إِذَا ذُكِرَتْ عَظَمَتُهُ وَجَلَالُهُ وَسُلْطَانُهُ خَافَتِ الْقُلُوبُ وَوَجِلَتْ وَتَأَثَّرَ الْإِنْسَانُ
حَتَّى إِنَّ بَعْضَ السَّلَفِ إِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِ آيَاتُ الْخَوْفِ يُمْرَضُ أَيَّامًا حَتَّى يَعُودَهُ النَّاسُ
أَمَّا نَحْنُ قُلُوبُنَا قَاسِيَةٌ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا أَنْ يُلَيِّنَ قُلُوبَنَا
فَإِنَّهَا تُتْلَى عَلَيْنَا آيَاتُ الْخَوْفِ وَتَمُرُّ وَكَأَنَّهَا شَرَابٌ بَارِدٌ
نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
لَكِنْ الْمُؤْمِنُ هُوَ الَّذِي إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَ قَلْبُهُ وَخَافَ
كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ ارْتَعَدَ حَتَّى يَسْقُطَ مَا فِي يَدِهِ
أَمَّا قُلُوبُنَا الْآنَ أَحْجَارٌ أَوْ أَشَدُّ
يُقَالُ لِلْإِنْسَانِ اتَّقِ اللَّهَ، اتَّقِ اللَّهَ، اتَّقِ اللَّهَ! وَلَكِنْ لَا يَسْتَفِيدُ
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
إِذَا سَمِعُوا كَلَامَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ازْدَادُوا إِيمَانًا
ازْدَادُوا إِيمَانًا مِنْ وَجْهَيْنِ
الْوَجْهُ الْأَوَّلُ: التَّصْدِيقُ بِمَا أَخْبَرَ اللَّهُ بِهِ مِنْ أُمُورِ الْغَيْبِ الْمَاضِي وَالْمُسْتَقْبَلَة
وَالثَّانِي: الْقَبُولُ وَالْإِذْعَانُ لِأَحْكَامِ اللَّهِ
فَيَمْتَثِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ فَيَزْدَادُ بِذَلِك إِيمَانُهُمْ
وَيَنْتَهُونَ عَمَّا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ تَقَرُّبًا إِلَيْهِ وَخَوْفًا مِنْهُ فَيَزْدَادُ إِيمَانُهُمْ
فَهُمْ إِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ ازْدَادُوا إِيمَانًا مِنْ هَذَيْنِ الْوَجْهَيْنِ
وَهَكَذَا إِذَا رَأَيْتَ مِنْ نَفْسِكَ أَنَّهُ كُلَّمَا تَلَوْتَ الْقُرْآنَ ازْدَدْتَ إِيمَانًا
فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَلَامَةِ التَّوْفِيقِ
أَمَّا إِذَا كُنْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَلَا تَتَأَثَّرُ بِهِ فَعَلَيْكَ بِمُدَاوَاةِ نَفْسِكَ
عَلَيْكَ بِمُدَاوَاةِ نَفْسِكَ
لَا أَقُولُ أَنْ تَذْهَبَ إِلَى الْمُسْتَشْفَى تَأْخُذَ جُرْعَةً مِنْ حُبُوبٍ أَوْ مِيَاهٍ أَوْ غَيْرِهَا
وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِمُدَاوَاةِ الْقَلْبِ
فَإِنَّ الْقَلْبَ إِذَا لَمْ يَنْتَفِعْ بِالْقُرْآنِ وَلَمْ يَتَّعِظْ بِهِ فَإِنَّهُ قَلْبٌ قَاسٍ مَرِيضٌ
نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ
فَأَنْتَ يَا أَخِي أَنْتَ طَبِيبُ نَفْسِكَ لَا تَذْهَبْ إِلَى النَّاسِ اقْرَأِ الْقُرْآنَ
إِنْ رَأَيْتَ أَنَّكَ تَتَأَثَّرُ بِهِ إِيمَانًا وَتَصْدِيقًا وَامْتِثَالًا فَهَنِيئًا لَكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ
وَإِلَّا فَعَلَيْكَ بِدَوَاءِ نَفْسِكَ
دَاوِ نَفْسَكَ دَاوِ نَفْسَكَ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكَ مَوْتٌ لَا حَيَاةَ بَعْدَهُ
أَعْنِي مَوْتَ قَلْبٍ
أَمَّا مَوْتُ الْجَسَدِ فَبَعْدَهُ حَيَاةٌ بَعْدَهُ بَعْثٌ جَزَاءٌ حِسَابٌ
يَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
عَلَى رَبِّهِمْ فَقَطْ يَتَوَكَّلُونَ
وَهُنَا قَدَّمَ الْمَعْمُولَ عَلَى رَبِّهِمْ إِشَارَةً إِلَى الِاخْتِصَاصِ وَالْحَصْرِ
وَأَنَّهُمْ لَا يَتَوَكَّلُونَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
لِأَنَّ غَيْرَ اللَّهِ إِذَا تَوَكَّلْتَ عَلَيْهِ فَإِنَّمَا تَوَكَّلْتَ عَلَى شَخْصٍ مِثْلِكَ
وَلَا يَحْرِصُ عَلَى مَنْفَعَتِكَ كَمَا تَحْرِصُ أَنْتَ عَلَى مَنْفَعَةِ نَفْسِكَ
وَلَكِنِ اعْتَمِدْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَلِهَذَا قَالَ: وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ لَا عَلَى غَيْرِهِ
يَعْتَمِدُونَ عَلَى اللَّهِ فِي أُمُورِ دِينِهِمْ وَفِي أُمُورِ دُنْيَاهُمْ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!