Sebagai muslim, kita dituntut untuk memiliki etos kerja yang tinggi, produktif, dan tidak membiarkan waktu terbuang dalam pengangguran. Bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup dari hasil keringat sendiri merupakan jalan kemuliaan.  Terdapat berbagai ragam pilihan profesi yang dapat dijalani. Saat ini, menjadi pegawai atau karyawan menjadi pilihan yang paling diminati oleh banyak orang karena menawarkan kepastian pendapatan. Meski demikian, bentuk usaha mandiri seperti berdagang atau berwirausaha sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata. 

Karena itu, di antara usaha yang paling utama adalah berdagang.
Banyak orang pada zaman ini sangat bergantung pada pekerjaan sebagai pegawai.
Orang yang tidak memiliki pekerjaan sebagai pegawai dianggap sebagai pengangguran.
Padahal, perdagangan lebih berkah dan lebih bermanfaat bagi seseorang.
Dalam perdagangan, seorang pedagang yang amanah dan jujur akan memperoleh kebaikan yang besar.
Allah memberinya manfaat melalui kebaikan itu dan memberi manfaat kepada umat Islam melalui dirinya.
Betapa banyak orang yang memulai usahanya dengan masuk ke pasar.
Di antara mereka adalah ‘Abdurrahman bin ‘Auf.
‘Abdurrahman bin ‘Auf datang ke Madinah dalam keadaan miskin dan tidak memiliki apa-apa.
Sebagian kaum Anshar hendak memberinya harta dan bantuan semisalnya.
Namun ‘Abdurrahman bin ‘Auf berkata, “Tidak. Tunjukkan kepadaku pasar! Tunjukkan kepadaku pasar!”
‘Abdurrahman bin ‘Auf pun masuk ke pasar dan mulai berdagang
hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya berkecukupan dari karunia-Nya yang luas.
Maka di antara hikmah dan manfaat dari pasar, perdagangan, serta aktivitas jual beli
adalah bahwa semua itu dapat mengantarkan orang yang miskin untuk mencapai berbagai tujuannya.
Pada awalnya, orang yang miskin perlu bersabar dengan keuntungan yang sedikit.
Sebab sedikit demi sedikit akan menjadi banyak.
Kemudian perdagangannya akan meluas dan berkembang dengan kesabaran, memohon pertolongan kepada Allah, dan menempuh berbagai sebab,
serta membiasakan diri memulai lebih pagi dalam berdagang dan mencari rezeki.
Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia akan memperoleh kebaikan yang besar.
Berbeda dengan orang yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai, keadaannya tetap pada jumlah tertentu yang ia terima pada akhir bulan.
Dan sering kali, tidak sampai akhir bulan, ia sudah menunggu gaji berikutnya,
karena gajinya telah habis terpakai, dan keadaan itu terus berulang.
Sementara orang yang terjun ke dalam perdagangan akan bekerja, berjerih payah, bersungguh-sungguh, dan mencari peluang ke sana kemari.
Ia memohon pertolongan kepada Allah dan semakin kuat tawakalnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,
serta banyak permohonan dan kesungguhannya dalam berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka di antara hikmah jual beli adalah bahwa ia dapat mengantarkan orang yang miskin untuk mencapai berbagai tujuannya.

***

وَلِهَذَا مِنْ أَفْضَلِ مَا يَكُونُ التِّجَارَةُ
كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فِي هَذَا الزَّمَانِ تَعَلَّقُوا بِالْوَظَائِفِ
وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ وَظِيفَةٌ يُعَدُّ عَاطِلًا
مَعَ أَنَّ التِّجَارَةَ أَبْرَكُ وَأَنْفَعُ لِلْإِنْسَانِ
وَيُحَصِّلُ فِيهَا التَّاجِرُ الْأَمِينُ الصَّادِقُ يُحَصِّلُ خَيْرًا عَظِيمًا
يَنْفَعُهُ اللَّهُ بِهِ وَيَنْفَعُ بِهِ أُمَّةَ الْإِسْلَامِ
كَمْ مِنْ أُنَاسٍ بَدَأُوا فِي دُخُولِهِمْ إِلَى السُّوقِ
وَمِنْ هَؤُلَاءِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ
جَاءَ الْمَدِينَةَ فَقِيرًا مَا عِنْدَهُ شَيْءٌ
وَأَرَادَ بَعْضُ الْأَنْصَارِ أَنْ يُمِدَّهُ بِالْمَالِ وَأَشْيَاءَ مِنْ هَذَا الْقَبِيلِ
قَالَ: لَا دُلُّونِي عَلَى السُّوقِ دُلُّونِي عَلَى السُّوقِ
وَدَخَلَ السُّوقَ وَأَخَذَ يَعْمَلُ فِي التِّجَارَةِ
حَتَّى أَغْنَاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ وَاسِعِ فَضْلِهِ
فَالسُّوقُ وَالتِّجَارَةُ وَالْبَيْعُ وَالشِّرَاءُ مِنَ الْحِكَمِ وَالْفَوَائِدِ الَّتِي تَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ
أَنَّهُ يُوصِلُ الْإِنْسَانَ الْفَقِيرَ إِلَى كُلِّ مَقْصَدٍ
وَهُوَ يَحْتَاجُ فِي الْبِدَايَةِ مِنَ الْإِنْسَانِ الْفَقِيرِ أَنْ يَصْبِرَ عَلَى قَلِيلِ الرِّبْحِ
لِأَنَّهُ قَلِيلٌ مَعَ قَلِيلٍ يَكْثُرُ
ثُمَّ تَتَوَسَّعُ تِجَارَتُهُ وَتَمْتَدُّ مَعَ الصَّبْرِ وَالِاسْتِعَانَةِ بِاللَّهِ وَبَذْلِ الْأَسْبَابِ
وَمُرَاعَاةِ أَيْضًا التَّبْكِيرِ فِي التِّجَارَةِ وَتَحْصِيلِ الرِّزْقِ
فَإِنَّهُ بِإِذْنِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يُحَصِّلُ خَيْرًا عَظِيمًا
بِخِلَافِ الَّذِي عِنْدَهُ وَظِيفَةٌ تَكُونُ حَالُهُ مُسْتَقِرَّةً عَلَى شَيْءٍ مُعَيَّنٍ وَأَمْرٍ مُعَيَّنٍ يَأْخُذُهُ فِي آخِرِ الشَّهْرِ
وَفِي الْغَالِبِ لَا يَأْتِي آخِرُ الشَّهْرِ إِلَّا وَهُوَ يَنْتَظِرُ الرَّاتِبَ الْجَدِيدَ
لِأَنَّ الرَّاتِبَ يَنْتَهِي وَيُسْتَهْلَكُ وَيَبْقَى عَلَى هَذَا الْوَضْعِ
بَيْنَمَا مَنْ يَدْخُلُ فِي التِّجَارَةِ فَإِنَّهُ يَعْمَلُ وَيَكْدَحُ وَيَجِدُّ وَيَبْحَثُ هُنَا وَهُنَاكَ
وَيَسْتَعِينُ بِاللَّهِ وَيَعْظُمُ تَوَكُّلُهُ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَيَكْثُرُ أَيْضًا سُؤَالُهُ وَإِلْحَاحُهُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
فَمِنَ الْحِكْمَةِ فِي الْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ أَنَّهُ يُوصِلُ الْإِنْسَانَ الْفَقِيرَ إِلَى كُلِّ مَقْصَدٍ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!