Syirik: Siapa Bilang Tidak Bahaya? – Ustadz Abdullah Roy, M.A

Syirik bukan barang baru yang Anda tak perlu terperangah mendengarnya. Syirik adalah menyekutukan Allah dalam hal yang khusus bagi Allah baik itu dalam rububiyahnya, uluhiyahnya, dan asma wa sifatnya. Macam-macam syirik ada dua; syirik besar dan syirik kecil. Adapula syirik jali, syirik khofi, Pengertian syirik secara sederhana ini mengantarkan kepada kita untuk lebih memahami apa itu tauhid? Tauhid adalah mengesakan Allah dalam peribadahan dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun. Bahaya syirik sangat dahsyat bagi pelakunya maupun bagi masyarakat di sekitarnya. Musyrik adalah sebutan bagi pelaku syirik (ahlu syirik). Musyrik jaman ini lebih parah kesyirikannya daripada musyrikin jaman old. Inilah ceramah yang membahas tentang syirik jaman now! Bahaya syirik dalam Islam tidak bisa diremehkan begitu saja, contoh syirik yang paling nyata ialah thawaf di samping makam orang shalih (bagaimana tidak syirik, kepada siapa ia beribadah?). Cara menghindari perbuatan syirik (cara menghindari syirik) yang paling mudah ialah dengan belajar ilmu agama. Dalil syirik (dalil tentang syirik) yang paling umum ialah sebagaimana yang Allah firmankan, (artinya) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surat an-Nisa’: 48). Bahaya syirik terhadap amal ibadah seseorang ditinjau dari dua sisi; bisa menghilangkan amal sebagiannya (melakukan syirik kecil) dan bisa menghilangkan amal seluruhnya (mengamalkan syirik besar) dan kedua kondisi tersebut terdapat perincian. Silahkan menyimak kembali ulasan kitab Tauhid bersama Ustadz Abdullah Roy pada sesi yang lainnya.