Syarat Diterimanya Amal – Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A

Syarat diterimanya ibadah atau syarat diterimanya amal mengharuskan kita memahami syarat-syarat yang ditegakkan oleh syariat. Seperti mengimani Allah dengan tauhid. Masuk di sini pembahasan definisi iman, rukun iman, dan makna tauhid (pengertian tauhid, tauhid Islam, dan tauhid adalah). Dan yang kedua adalah keikhlasan, masuk padanya makna ikhlas, ikhlas dalam Islam, dan arti ikhlas sesungguhnya. Sunnah Rasul yang paling utama adalah mutabaah. Mutabaah adalah mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bermakna ibadah dan padanya terdapat hikmah ibadah. Apa itu ibadah? Menilik dari pengertian ibadah yang mencakup adalah definisi yang diungkapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Masuk dalam hal mutabaah adalah mutabaah amal, apa yang diamalkan Rasulullah dalam hal ibadah, maka kita berusaha untuk menitinya. Seperti doa di pagi hari (doa harian) yang berbunyi, “Allahumma inni as aluka ilman naafi an wa rizqan thayyiban wa amalan mutaqabbalaa.” Bagaimana agar kita senantiasa dekat dengan Allah ? Yakni dengan mutabaah harian, maksudnya kita mengikuti sunnah dari bangun tidur sampai tidur lagi . 24 jam nonstop iitibaur Rasul! Dalam pembahasan ini belum disinggung soal syarat diterimanya syahadat, karena perkaranya lebih utama untuk dibahas, adapun pembahasan ini lebih bersifat setelahnya. Yakni ketika seseorang sudah memeluk Islam, maka ia akan melaksanakan amal-amal yang diwajib maupun yang sunnah untuk dikerjakan. Dengan mendalami hal-hal di atas, kita akan tergerak untuk mengetahui macam macam amal shaleh berikut dalil tentang amal shaleh.