Benarkah Cinta Negara Bagian dari Iman – Poster Dakwah Yufid TV

Pernahkah Anda mendengar slogan, “Hubbul wathan minal iman” yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman ? Tentunya pernah ya … karena perkataan tersebut begitu populer. Namun sayangnya, ada yang menganggapnya sebagai hadits, padahal disebutkan dalam kritikan-kritikan para ulama bahwa ucapan tersebut adalah hadits palsu, meski ada yang berpendapat ucapan tersebut hanya pepatah biasa. Lantas, bolehkah kita mengamalkan isi kontennya? Simak aja sampe tuntas, tas! Selain Hubbul wathon, ada juga pepatah lain yang dianggap hadits; man jadda wa jada. Adapun kebersihan sebagian dari iman (At-Thahur syatrul iman riwayat Muslim dan An-Nadhafatu minal iman riwayat Tirmidzi) termasuk hadits yang sah. Sebagai rakyat yang baik tentu mempunyai rasa cinta negara dan rela bela negara, bagaimanakah contoh bela negara yang sesuai syariat? Apakah cukup hanya dengan menyenandungkan lirik ya lal wathon Arab (berbahasa Arab) ? Ataukah cukup dengan menggeber kaligrafi hubbul wathon minal iman, lalu memajangnya di teras rumah? Hendaknya setiap individu masyarakat agar mentaati ulil amrinya, hanyalah ulil amri yang berhak mengeluarkan ijtihad. Ulil Amri adalah mempunyai dua maksud, yang pertama para ulama, dan yang kedua, pemimpin yang sah (seperti Khalifah, Raja, Presiden, Perdana Mentri, dan sebutan lainnya). Bagaimanakah cinta tanah air menurut pandangan Islam? Adakah kaitannya dengan taat dalam Islam yang bersumber dari hadits taat kepada pemimpin (dalil taat kepada pemimpin)? Inilah ceramah cinta tanah air yang membeberkan akhlak bermuamalah antara rakyat dengan penguasanya. Saling membangun, saling mengisi, memberi masukan yang baik dan tidak saling mencela serta mendoakan satu sama lainnya.