Pemuda Hijrah, Pemuda Idaman – Ustadz dr. Raehanul Bahraen – 5 Menit yang Menginspirasi

Pemuda hijrah pemuda idaman … itulah harapan bagi seseorang yang tengah menikmati titik balik dalam kehidupannya. Ia mecoba meretas lembar demi lembar kehidupannya, dari kemuraman masa lalu menuju masa depan yang cerah nan gemilang. Pemuda adalah generasi penerus umat. Pemuda Islam adalah harapan. Pemuda dalam Islam menempati urutan pertama dalam pembinaan dan tidak pernah dilupakan kiprahnya dalam sejarah. Oleh karena itu, jadilah pemuda yang dirindukan Surga.

Pemuda sukses memiliki banyak target. Disebutkan dalam karakteristik pemuda Islam bahwa mereka adalah yang senantiasa memanfaatkan waktunya di dalam kebaikan. Membaca kembali hadits tentang pemuda yang dicintai Allah; di mana disebutkan di sana ada sosok pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Masya Allah … luar biasa! Hal tersebut sudah barang tentu menjadi motivasi pemuda Islam zaman ini.

Pemuda hebat bukan yang gemar up date status, akan tetapi lebih banyak PRAKTEK NYATA dalam kesehariannya; ia banyak berkecimpung dalam kegiatan sosial tanpa melupakan kewajiban berbakti kepada kedua orang tuanya. Sok sibuk tapi hak semuanya ditunaikan dengan baik. Apakah kalian tahu sejatinya pemuda hebat? Ialah mereka yang bergelar pemuda masjid. Pemuda zaman now yang menghabiskan waktunya untuk bolak-balik ke masjid (shalat 5 waktu berjamaah, menghadiri ceramah agama, menghidupkan masjid; membaca Al-Qur’an, mengajari anak kecil dan orang tua untuk membaca Al-Qur’an, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya).

Sekarang ini kita dihadapkan dengan; generasi muda Islam dan tantangan akhir zaman. Banyak disebutkan dalam ayat Al Quran tentang generasi muda; bagaimana ia agar survive menjadi pemuda muslim ideal? Berikut kami kutipkan ceramah tentang pemuda dalam Islam yang disampaikan oleh dokter sekaligus ustadz yakni Ustadz dr Raehanul Bahraen hafizahullah yang secara umum membahas ingat lima perkara sebelum lima perkara; masa mudamu digunakan untuk apa; dan memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya. Barakallahu fikum.