Agar Dicintai Allah dan Manusia Bagian 1 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ. [حديث حسن رواه ابن ماجة وغيره بأسانيد حسنة]

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata: Seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, maka beliau berakata: Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda, Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia. (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan).

Pertanyaan sahabat ini sangat cerdas, sangat proporsional karena bukan hanya memikirkan kecintaan Allah tapi juga dari manusia. Hablum minallah dan hablum minannas. Berpikir kecinraan manusia tidak belebihan dan menempatkan pada posisi nomer dua setelah kecintaan dari Allah.

Apabila seorang hamba telah dicintai Allah maka seluruh makhluk akan mencintainya.

Apabila Allah menyukai seorang hamba, Dia berfirman kepada Jibril: ‘Sesungguhnya Aku menyukai si Fulan, maka sukailah dia.’ Jibril pun menyukainya, kemudian dia berseru kepada (para malaikat) penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah telah menyukai si Fulan, maka cintailah dia oleh kalian,‘ maka mereka pun menyukainya, kemudian diletakkanlah penerimaan baginya di muka bumi. Sebaliknya, apabila Allah membenci seseorang, Dia berfirman kepada Jibril: ‘Sesungguhnya Aku membenci Fulan, maka bencilah dia,’ lalu Jibril pun membencinya dan Jibril berseru kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Allah telah membenci Fulan, maka bencilah dia oleh kalian.’ Mereka pun membencinya, kemudian diletakkanlah penolakan baginya di muka bumi.” (Bukhari No. 3139 dan Muslim No. 6656).

Meraih kecintaan dari Allah dan manusia adalah cita-cita yang sangat tinggi. hanya orang-orang pilihan yang mampu meraihnya.

Banyak orang-orang yang sama sekalintidak pernah terpikirkan bagaimana meraih kecintaan Allah karena terlalu sibuk dengan dunian

يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ

Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.

-Surat Ar-Rum, Ayat 7