Terjemahan Al Qur’an diselewengkan, Benarkah? – Ustadz Ammi Nur Baits

Terjemahan Al Quran diselewengkan Benarkah? Inilah pertanyaan yang menggugah dan meminta kejelasan bagi yang mengucapkannya. Jika Anda benar, maka tunjukkanlah bukti. Al Quran terjemah sudah banyak kita jumpai di beberapa negeri. Al Quran terjemahan tetap menyertakan bahasa asli Al Quran yakni bahasa Arab sehingga Al Quran di manapun ia berada tetap dalam bahasa Arab. Kehadiran terjemah di samping Al Quran untuk memudahkan kaum muslimin yang belum memahami bahasa Arab. Al Quran terjemah Indonesia telah disahkan oleh lembaga Tashih Al Quran, jadi bukan hasil oleh terjemah anak anak muda yang baru pemula dalam belajar bahasa Arab. Al Quran diterjemahkan oleh para ahli dari negara masing masing termasuk Indonesia.

Sungguh, kita ketahui bersama bahwa keutamaan Al Quran tiada bandingannya, ialah Kitab yang senantiasa terjaga keotentikannya. Keutamaan Al Quran dibanding kitab lain telah disebutkan dalam kitab kitab tafsir bahwasanya Al Quran sebagai penyempurna terhadap Kitab Samawi sebelumnya. Al Quran diturunkan secara bertahap, guna mudah untuk dipahami dan diamalkan. Setiap muslim mengenal Al Quran sebagai petunjuk. Dan bahasan kali ini tidak menyoal berapa lama Al Quran diturunkan atau sejarah nuzulul Quran / turunnya Al Quran. Ketahuilah para pemirsa Yufid, kedudukan Al Quran laksana lentera bagi setiap hamba yang beriman kepada Rabb-Nya.

Al Quran adalah mukjizat yang agung. Seorang muslim mengagungkan kitab suci Al Quran, kitab yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyatakan ijma yang dikatakan oleh para ulama salaf yang kesemuanya mengatakan Al Quran Kalamullah. Terkait turunnya Al Quran secara bertahap terdapat penunjukan yang jelas akan perkara ini dan padanya terdapat dalil tentang turunnya Al Quran yang membawa berkah. Di sini Ustadz Ammi Nur Baits hafizahullah mengungkap kejadian yang sebenarnya. Terkait otentifikasi Al Quran, otentiknya Mushaf Saudi dan mematahkan tuduhan priori dari sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap ucapannya. Wanas ‘alullah salamah wal afiah.