Hukum Shalat tergesa-gesa – Ustadz Maududi Abdullah, Lc.

Hukum shalat tergesa gesa telah berlalu penjelasannya dalam kitab-kitab fikih yang mu’tabar. Akan tetapi dalam mendulang faidah, kami sajikan ulang untuk Anda dalam kemasan yang berbeda. Shalat adalah rukun Islam yang kedua. Shalat itu tiang agama menurut agama ini, jadi bukan sekedar kata orang sih, hal ini secara mendasar disebutkan dalam hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan shalat. Kaum muslimin melakukan shalat ini dengan sebab tuntunan yang jelas dari Rabb-Nya Tabaraka wa Ta’ala melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuan shalat ialah untuk menempa hati menuju keimanan yang hakiki. Dan dahulu para salaf, sangat mengetahui akan pentingnya shalat. Mereka menyibukkan diri dengannya.

Ada hal yang utama dan kurang utama, pentingnya sholat 5 waktu bagi kaum muslimin tidak ada yang mengingkarinya kecuali ketidaktahuan tentangnya. Disebutkan dalam hadits keutamaan shalat tepat waktu bahwa ia termasuk salah satu dari tiga amalan utama. Dan di sisi lain terdapat penekanan terkait pentingnya sholat berjamaah. Jadi, bukan sekedar mengenal hukumnya lalu meremehkannya (ini kan fardhu kifayah, sebagaimana pendapat sebagian mazhab). Namun, ia menyadari akan nilai penting shalat bagi seorang muslim. Lantas, bagaimana dengan hukum shalat cepat, apakah ia membatalkan shalat?

Kembali ke awal bahasan bahwa hadits tentang rukun Islam yang lima menyebutkan bahwa menegakkan shalat menjadi rukun yang kedua, hal ini mengingat pentingnya hal tersebut disebutkan setelah persaksian dua kalimah syahadat: “Buniyal Islam ‘ala khamsin: syahadati an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah wa iqamis shalah …” Dan hadits hadits shalat lainnya. Shalat merupakan pondasi agama Islam, hal inilah yang ditekankan oleh Ustadz Maududi Abdullah hafizahullah terkait hal hal yang menjadi rutinitas kaum muslimin. Beliau membedah hakikat sholat dan khususnya hakikat shalat 5 waktu dalam sehari semalam. Sekaligus uraian hadits tentang amal serta hasungan untuk shalat khusyu yang menjadikan shalat itu berkesan bagi seseorang.

Mari kita perbaiki kualitas shalat-shalat ini dan lebih bersemangat lagi dalam mengamalkan hadits pendek tentang shalat yang diuraikan dalam kitab kitab fiqh seperti Bulughul Maram, Matan Abu Syuja, dan selainnya.