Hukum Ijon dan Transaksi Tebas – Ustadz Ammi Nur Baits

Hukum ijon dan transaksi tebas yang biasa berlaku di tengah-tengah masyarakat kita akan coba dikulik oleh Ustadz Ammi Nur Baits hafizahullah. Apakah di dalamnya mengandung gharar? Gharar adalah ketidak jelasan akad dalam suatu jual beli. Dan salah satu contoh jual beli gharar adalah tema yang kami sebutkan di muka. Lalu masukkah hadiah ke dalam bahasan ini? Hukum hadiah terdapat rincian padanya, sebagaimana halnya dengan hukum doorprize. Sebelum jauh menebak, dan memang ilmu syariat itu bukan berisi tebak-tebakan, sebab ia merupakan wahyu ilahi yang bersifat paten dan benar adanya.

Apa yang dapat Anda ambil faidah dari pengertian judi? Sungguh telah disebutkan dalam ayat AlQuran tentang judi dan efek negatif yang didulang olehnya; akibat berjudi seperti kemiskinan yang melanda. Lalu kenapa judi dilarang? Inilah sedikit bahasan yang kami uraikan, insya Allah. Kemudian masuk kepada jenis jenis jual beli yang halal maupun yang haram. Gharar dalam jual beli bisa terbagi menjadi dua; gharar yang jelas haramnya dan gharar yang sifatnya kecil dan tidak dianggap. Penting juga untuk dipahami di sini terkait syarat jual beli dalam Islam. Dan mengambil faidah yang langka dari hadits jual beli. Meski adanya rukun jual beli, tetap di sana gharar masih perlu dirinci.

Dalam akad jual beli terdapat unsur keterbukaan yang mana Islam melarang atau jual beli yang dilarang dalam Islam adalah kadza wa kadza. Sekali lagi, gharar kecil tidak diperhitungkan dan hukum gharar dapat Anda simak dalam video kami yang lainnya: https://www.youtube.com/watch?v=b5svu… dan https://www.youtube.com/watch?v=WDgl1…, gharar dalam Islam diperhatikan betul keadaannya, oleh karena itu hukum membeli buah di pohon masuk ke dalam bab ini, demikian pula jual beli sistem tebas yang melegenda dengan sebutan ijon yakni buah masih berwarna hijau alias masih nyangkut di atas pohon