Kebaikan Orang Kafir Ditolak Oleh Allah – Ustadz Muhammad Wasitho, M.A. – 5 Menit yang Menginspirasi

Kajian full:

Banyak manusia melontarkan pendapat bahwa akhlak orang kafir terkadang lebih baik daripada kaum muslimin, seperti jujur dalam jual beli, bersikap ramah, dermawan, dan lain-lain. Sebagian kaum muslimin pun terpesona dan kagum dengan perilaku baik seperti apa yang dilakukan salah satu pemain bola ternama yang mendonasikan sebagian hartanya ataupun terpana dengan sikap Abu Thalib yang sangat menjaga Nabi bahkan mendukung dakwah Islam. Apakah amal baik yang mereka lakukan diterima di sisi Allah Ta’ala?

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Seandainya ada di antara orang-orang kafir yang beramal shaleh dengan maksud mencari ridha Allah yang dilandasi dengan kekafiran mereka, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka. Mereka akan diberi balasan di dunia saja atas amal baiknya. Yang demikian itu berdasarkan hadits shahih yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dengan tegas hal tersebut dalam sabdanya (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seorang mukmin atas kebaikannya, ia diberi dengan sebab kebaikannya itu (dalam riwayat lain: diberi ganjaran atasnya dengan rejeki di dunia) dan dibalas dengan sebab kebaikannya itu pula di akhirat. Adapun orang kafir, diberi makan dengan sebab kebaikan-kebaikan yang dikerjakannya karena Allah di dunia, sehingga jika ia sampai ke akhirat tidak ada baginya ganjaran atas kebaikan yang dilakukannya” (Dinukil dari Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, juz I bagian pertama, hal 498).

Dalam video 5 menit yang menginspirasi kali ini Ustadz Muhammad Wasitho hafizhahullah menjelaskan tentang dalil kebaikan orang kafir ditolak oleh Allah. Yuk langsung saja simak penjelasan selengkapnya dalam video berikut.