Kajian kitab Penyejuk Hati Orang-Orang Bertauhid Bab 17, Penjelasan Tentang Hidayah disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Bab 17, Surat Al Qoshos Ayat 56
Pejelasan Tentang Hidayah

Dalil 1,

إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

-Sura Al-Qasas, Ayah 56

Bab ini dibawakan dalam rangka untuk membantah Orang-orang yang menggantungkan nasibnya kepada selain Allah.

Jika Rasulullah saja tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang sangat beliau cintai maka kita tidak boleh menggantungkan diri kepada beliau. Hidayah ada ditangan Allah.

Ayat ini ditujukan kepada paman Rasulullah abu tholib yang tidak beriman.

Kesimpulan,
hidayah taufiq hanya milik Allah sehingga memintanya dari selain Allah adalah kesyirikan.

Hidayah dibagi dua, hidayah taufiq dan hidayah bayan. Hidayah taufiq adalah membuka hati sedangkan hidayah bayan adalah berupa nasehat.

Dalil 2,
HR. Bukhori, dari said ibnu musyayib dari ayahnya beliau berkata ketika wafat mendatangi abu tholib (dalam keadaan menjelang meninggal) Rasulullah datang membesuk abu tholib dan saat itu sudah ada abdullah ibnu abi umaiyah dan abu jahl…..
(sampai akhir kisah abu tholib tidak masuk islam)

Mengikuti tradisi adalah sebab abu tholib tidak masuk islam.

قَالَ فَمَا بَالُ ٱلۡقُرُونِ ٱلۡأُولَىٰ

Dia (Fir‘aun) berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?”

-Sura Ta-Ha, Ayah 51

Firaun berdalil dengan tradisi untuk menolak dakwah nabi musa.

وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ فِي قَرۡيَةٖ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقۡتَدُونَ

Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”

-Sura Az-Zukhruf, Ayah 23

Ketika Rasulullah mendapati pamannya mati dalam keadaan kafir maka beliau berkata aku sungguh benar-benar akan mendoakanmu, selama aku tidak dilarang oleh Allah.

Kemudian Allah menurunkan surat At Taubah 113

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن يَسۡتَغۡفِرُواْ لِلۡمُشۡرِكِينَ وَلَوۡ كَانُوٓاْ أُوْلِي قُرۡبَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ

Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.

-Sura At-Tawbah, Ayah 113

dan turun surat al Qoshos ayat 56

إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

-Sura Al-Qasas, Ayah 56

Kesimpulan,
Rasulullah tidak mampu memberikan hidayah taufiq kepada orang yang sangat beliau sayangi apalagi selain beliau. Maka bergantunglah hanya kepada Allah saja.