Agar Anak Jatuh Hati Pada Kita Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Setiap orang tentu ingin menjadi sosok orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Mengajarkan hal-hal baik kepada anak-anak merupakan kewajiban setiap orang tua. Permasalahan yang sering muncul yaitu orang tua dengan anak tidak memiliki kedekatan secara emosional. Akibatnya, nasihat-nasihat orang tua tidak diterima oleh anak. Bahkan tidak sedikit anak-anak yang berani kepada orang tuanya.

  1. Pahami hobi dan bakat anak
  2. Jadilah sahabat untuk anak

Hendaklah bersemangat untuk berteman dengan anak, bermuamalah lah dengan anak dari tujuan untuk memberikan pendidikan. Bukan dari awal menonjolkan bahwa kita adalah orang yang berjasa kepada anak2. Sudah menyediakan rumah, pakaian dll. Ketika melalui awal tersebut itu akan membuat anak terpaksa patuh kepada kita.

Jika taat dengan terpaksa maka jika orang tua tidak ada maka saat itu anak akan lepas dan merasa bebas. Danbegitu pula sebaliknya, jika anak menerua dengna keyakinan dan kesadarn maka anak akan tetap taat dan patuh menjalankan ajaran orang tua.

Ada sebagian orang tua terjangkiti sifat al almannu.

Wahai orang-orang yang berman jgn kalian hancurkan sedekah kalian dengan mengunkit2 dan perilaku yang menyakitkan

Jangan mengungkit kebaikan dan jasa didepan anak dan dilakukan dengan intensitas yang sering maka anak akan merasa bosan dan tidak nyaman.

Usahakan untuk tida masuk nasehat melalui pintu itu. Tapi jadilah sahabat untuk anak.

Sahabat yang ketika diajak bicara maka akan mendengarkan, ketika sedang susah maka ada disisi anak, mendengarkan keluh kesah anak. Ikut berbahagia ketika anak bahagia.

Beri kesempatan anak untuk berbicara dan bercerita dan dengarkan. Walaupun anak-anak belum bisa mengungkapkan secara baik dengan bahasa yang baik. Maka sabar dan dengarkan.

  1. Tumbuhkan rasa percaya diri

Tumbuhkan dalam jiwa anak kita kepercayaan diri. PD bukan sombong tapi karena Allah bersama kita.

Sehingga anak secara pribadi merasa bisa dan mampu. Sehingga karena punya kepercayaan diri maka dia mampu mengungkapkan rasa cinta dan rasa sayang dan mampu melakukan tugas yang dibebankan padanya, yang akan menghasilkan nilai positif dikemudian hari.

Anak ketika tidak percaya diri maka hal2 yang sebenarnya mudah tidak dapat dia lakukan.

Maka jangan sampai anak terpenjara dengan perasaan minder.

  1. Mencegah lebih baik dari mengobati

Carilah hal yang bisa menghalangi kebahagiaan dan ketenangan dari mu dan anak-anakmu dan hendaklah slogan kita dalam kehidupan mencegah lebih baik dari mengobati. Maka berupayalah semaksimal mungkin untuk menghindarkan anak dari sebab-sebab yang menimbulkan masalah.

contoh:
Anak kecanduan main game 18 jam sehari. Tidak mungkin anak lsg main game lsg 18 jam selama sehari tapi berproses dan dibiarkan oleh orang tuanya. Orang tua harus mencegah dan membuat alternatif kegiatan yang membuat anak tidak jenuh.

Ketika ada alternatif maka kecenderungan anak akan teralihkan.

Seorang muslim seharusnya mengambil pelajaran dari apa yang menimpa orang lain bukan pasrah dijadikan pelajaran oleh orang lain.

  1. Ungkapkan kecintaan kita kepada anak

Buatlah anak bisa merasakan engkau mencintainya. Dengan cara engkau ungkapkan perasaan cintamu dengan praktek dan dengan ucapan.

Banyak pihak yang ingin merebut hati anak kita. dan banyak diantara mereka manusia-manusia jahat.

Maka orang tua harus berkompetisi untuk merebut cinta anak. Jangan sampai anak lebih mencitai orang lain dibanding orang tuanya.

Anak harus bisa merasakan kasih sayang orang tuanya.