Mengingkari Sebagian Nama dan Sifat Allah – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA
Mentauhidkan Allah subhanahu wata’alaa merupakan kewajiban setiap hamba. Di antara bentuk mentauhidkan Allah yaitu mengimani dengan benar setiap nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sempurna. Maka mengimani sebagian nama-nama maupun sifat-sifat Allah akan tetapi mengingkari sebagian nama-nama atau sifat-sifat-Nya yang lain merupakan penyimpangan yang besar. Bahkan perbuatan tersebut termasuk ke dalam kekufuran.
Bab ini diselipkan karena banyak orang yang menyimpang dalam tauhid asma wa sifat
Dan mereka (musryikin quraisy) mengingkari Ar Rahman. Menolak sebagian nama Allah adalah kufur.
Kesimpulan:
Menolak nama atau sifat Allah adalah kekufuran
Dalil kedua:
Hadits bukhori (atsar), berkata ‘ali bi abi tholib sampaikan sesuatu kepaa orang-orang sesuatu yang bisa mereka pahami. Apakah kalian ingin mereka mendustakan Allah dan RasulNya.
Kesimpulan:
Tidak boleh menyampaikan pembahasan yang pelik dalam asma dan sifat kepada orang yang belum mampu untuk memahaminya. Sebab, itu bisa berakibat penolakan terhadap nama dan sifat Allah.
Dalil ketiga:
Hadits / Atsar dari ibnu abbas, beliau bercerita ada orang yang pergi keluar dari majelis ketika mendengar hadits ttg sifat Allah, dia pergi karena merasa aneh dengan hadits tersebut. Maka ibnu abbas berkata, apa yang membuat mereka takut menerima hadits tentang sifat Allah? Ketika mereka mendengar dalil yang muhkam mereka menerima sedang dalil yang mutasabih mereka menolak. Maka mereka binasa.
Dalil yang Muhkam artinya, dalil yang bisa dipahami hanya dengan membaca lafadznya saja. Dalil mutasyabih artinya, dalil yang hanya bisa dipahami jika ditafsirkan dengan dalil lain.
Kesimpulan:
Dalil-dalil asma dan sifat adalah muhkam, sehingga wajib mengimani seluruh nama dan sifat Allah.
Dallil Keempat:
Ketika quraisy mendengar Rasulallah menyebut nama Ar Rahman mereka menolak nama tersebut maka Allah menurunkan firmanNya, “judul bab 39”
Kesimpulan:
Mengingkari nama dan sifat Allah adalah kekufuran.
Syeikh ibnu utsaimin, mengingkari nama dan sifat Allah ada beberapa kondisi:
- Mengingkari karena menolak dalil, ini hukumnya kufur berdasarkan ijma
- Mengingkari karena menakwil / memalingkan dalil, contoh tangan Allah ditakwil dengan kekuasaan atau rahmat. Mereka menakwil tangan dengan kekuasaan. Mengingkari karena takwil ada 2 jenis:
Takwilnya punya celah secara bahasa, hal ini tidak kufur tapi tetap merupakan kesalahan dan berbahaya.
Takwilnya tidak ada celah secara bahasa sama sekali, ini adalah kufur. Takwil seperti ini banyak dilakukan oleh sekte bathiniyah.














