Akhlak Terpuji Bikin Sayang – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan bagi segenap manusia yang menginginkan kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak kita untuk berakhlak mulia dan meninggalkan akhlak yang buruk. Dan akhlak mulia memiliki manfaat yang besar baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Di antara faedah akhlak terpuji, beliau rahimahullah mengatakan,
akhlak terpuji dapat menjadikan pelakunya dicintai orang yang dekat dan jauh,
musuh bisa menjadi teman, dan orang yang jauh menjadi akrab.
Inilah beberapa faedah yang agung dari akhlak terpuji,
yaitu orang yang berakhlak terpuji akan dicintai,
dan dekat di hati,
dicintai oleh orang-orang yang akrab dengannya, dan dicintai pula oleh orang yang tidak akrab dengannya.
Dicintai orang yang dekat dan yang jauh.
Juga dicintai musuh, sebagaimana pula dicintai teman,
karena orang yang akhlaknya terpuji dicintai banyak orang.
Orang-orang mencintainya dan dia juga mencintai mereka,
karena ia memperlakukan mereka dengan perlakuan yang menarik jiwa mereka kepadanya,
dan mendekatkan mereka dengannya.
Oleh sebab itu, salah satu kewajiban paling penting dalam bidang pendidikan,
bidang dakwah, bidang tarbiyah, dan lain sebagainya, adalah memiliki akhlak yang terpuji.
Oleh karena itu, asy-Syaikh rahimahullahu Ta’ala melanjutkan perkataannya,
“Dengan akhlak terpuji, seorang pendakwah dan orang yang mengajarkan kebaikan, dapat mengemban dakwahnya,
dan dapat mengumpulkan orang-orang kepadanya dengan hati yang penuh antusias, penerimaan, dan penuh kesediaan.
Hal ini karena adanya sebab dari itu semua, yaitu penyampaian ilmu dengan lembut dan akhlak terpuji,
dan karena tidak adanya penghalang seperti akhlak yang rendah, tutur kata kasar, kekerasan, kekejaman, dan kebengisan.
Ini semua adalah penghalang yang memisahkan antara orang-orang dengan penerimaan mereka terhadap kebenaran,
atau penerimaan dakwah yang ditujukan kepada mereka.
Oleh sebab itu, Allah berfirman, Maka disebabkan rahmat dari Allah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. …”
… Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

***

وَمِنْ فَوَائِدِهِ يَقُولُ رَحِمَهُ اللهُ
أَنَّهُ يُحَبِّبُ صَاحِبَهُ لِلْقَرِيبِ وَالْبَعِيدِ
وَيَجْعَلُ الْعَدُوَّ صَدِيقًا وَالْبَعِيْدَ قَرِيبًا
هَذِهِ مِنْ فَوَائِدِ حُسْنِ الْخُلُقِ الْعَظِيمَةِ
أَنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ مَحْبُوبٌ
وَقَرِيبٌ مِنَ الْقُلُوبِ
يُحِبُّهُ أَقْرِبَاؤُهُ وَيُحِبُّهُ أَيْضًا مَنْ لَيْسُوا مِنْ أَقْرِبَائِهِ
يُحِبُّهُ الْقَرِيبُ وَالْبَعِيدُ
وَيُحِبُّهُ الْعَدُوُّ كَمَا يُحِبُّ أَيْضًا الصَّدِيقُ
لِأَنَّ حَسَنَ الْخُلُقِ مَحْبُوبٌ إِلَى النَّاسِ
تَأْلَفُهُ النَّاسُ وَيَأْلَفُهُمْ
لِأَنَّهُ يُعَامِلُهُم بِمُعَامَلَةٍ تَجْذِبُ نُفُوسَهُمْ إِلَيْهِ
وَتُقَرِّبُهُمْ مِنْهُ
وَلِهَذَا كَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُهِمَّاتِ فِي بَابِ التَّعْلِيْمِ
بَابِ الدَّعْوَةِ بَابِ التَّرْبِيَةِ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ أَنْ يَكُونَ الْمَرْءُ عَلَى خُلُقٍ حَسَنٍ
وَلِهَذَا يَقُولُ الشَّيْخُ مُتَمِّمًا رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَلَامَهُ يَقُولُ
وَبِهِ يَتَمَكَّنُ الدَّاعِي إِلَى اللهِ وَالْمُعَلِّمُ لِلْخَيْرِ مِنْ دَعْوَتِهِ
وَيَجْمَعُ الْخَلْقَ إِلَيْهِ بِقُلُوبٍ رَاغِبَةٍ وَقَبُولٍ وَاسْتِعْدَادٍ
لِوُجُودِ السَّبَبِ الَّذِي هُوَ الدَّعْوَةُ وَالتَّعْلِيْمُ بِالرِّفْقِ وَالْخُلُقِ الْحَسَنِ
وَانْتِفَاءِ الْمَانِعِ مِنَ الْمَوَانِعِ الْغَضَاضَةِ الْفَظَاظَةِ وَالْغِلْظَةِ وَالشِّدَّةِ وَالْقَسْوَةِ
هَذِهِ كُلُّهَا مَوَانِعُ تَحُوْلُ بَيْنَ النَّاسِ وَقَبُولِ الْحَقِّ
أَوْ قَبُولِ الدَّعْوَةِ الْمُوَجَّهَةِ إِلَيْهِمْ
وَلِهَذَا يَقُولُ اللهُ سُبْحَانَهُ فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ