Seorang suami memiliki tanggung jawab atas keluarganya. Di antara tanggung jawab laki-laki yaitu memberi nafkah untuk anak-anaknya. Apa hikmah dari memberi nafkah keluarga?

Salah satu sebab yang tampak (dalam mendidik anak) yang dapat dilakukan oleh kedua orangtua,
dan khususnya seorang ayah,
adalah memberi nafkah kepada anak-anaknya.
Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan seorang ayah untuk memberi nafkah anak-anaknya,
tanpa terlalu mewah dan menimbulkan kesombongan,
dan tidak pula terlalu pelit dan serba kekurangan.
Jika seorang ayah telah mencukupi nafkah bagi anak-anaknya,
maka itu akan memberi pengaruh pada kebaikan anak-anaknya dari beberapa sisi:
Di antaranya adalah: (1) mereka tidak akan iri atas apa yang dimiliki orang lain,
dan tidak terpukau dengan itu.
Sehingga jiwa mereka, menjadi jiwa yang terhormat,
dan tidak mudah dihinakan orang lain karena itu.
Di antara pengaruhnya juga,
(2) jika seorang ayah telah mencukupi nafkah bagi anak-anaknya, maka ia telah menjadi orang berjasa bagi mereka.
Dan orang yang berjasa bagi orang lain, maka sesungguhnya jiwa manusia telah Allah bentuk tabiatnya, untuk menaati orang yang berbuat baik padanya.
Sehingga, anak-anaknya akan menaati ayah tersebut,
mematuhi didikan, dan arahannya, serta petunjuk yang diberikan kepada mereka.
Jadi, nafkah seorang ayah kepada anak-anaknya, sesuai dengan perintah Allah ‘Azza wa Jalla,
adalah salah satu sebab terbesar agar anak-anak itu menerima ucapan ayah mereka,
dan menghormatinya,
serta mematuhi arahan yang ia berikan kepada mereka.
Dan yang dimaksud dengan memberi nafkah, bukanlah dengan bermewah-mewahan dan berlaku sombong, karena ini dilarang.
Bahkan, bisa jadi itu dapat menjadi sebab kerusakan anak-anaknya.

***

وَمِنَ الْأَسْبَابِ الظَّاهِرِيَّةِ الَّتِي يَفْعَلُهَا الْوَالِدَانِ
وَخُصُوصًا الْأَبُ
وَهُوَ الْإِنْفَاقُ عَلَى أَبْنَائِهِ
فَقَدْ أَمَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْأَبَ بِالْإِنْفَاقِ عَلَى أَبْنَائِهِ
مِنْ غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ
وَلَا بُخْلٍ وَتَقْتِيْرٍ
وَالْأَبُ إِذَا كَانَ قَدْ كَفَى أَبْنَاءَهُ النَّفَقَةَ
فَإِنَّ هَذَا مُؤَثِّرٌ فِي صَلَاحِ أَبْنَائِهِ مِنْ جِهَاتٍ
مِنْ ذَلِكَ أَنَّهُمْ لَا يَنْظُرُونَ إِلَى مَا فِي أَيْدِي النَّاسِ
وَلَا يَتَطَلَّعُوْنَ إِلَيْهَا
فَتَكُونُ نُفُوسُهُمْ أَبِيَّةً
وَلاَ يَسْتَذِلُّهُمُ النَّاسُ بِسَبَبِ ذَلِكَ
وَمِنْهَا كَذَلِكَ
أَنَّ الْمَرْءَ إِذَا أَنْفَقَ عَلَى بَنِيْهِ فَإِنَّ يَدَهُ تَكُونُ عُلْيَا
وَمَنْ كَانَتْ يَدُهُ عُلْيَا فَقَدْ جَبَلَ اللهُ النُّفُوسَ عَلَى طَاعَةِ الْمُحْسِنِ
فَيَكُونُ أَبْنَاؤُهُ سَامِعِيْنَ لَهُ
مُسْتَجِيْبِيْنَ لِتَعْلِيمِهِ وَتَوْجِيهِهِ وَمَا يَدُلُّهُم عَلَيْهِ
إِذًا فَإِنْفَاقُ الْأَبِ عَلَى أَبْنَائِهِ بِمَا أَمَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
هُوَ مِنْ أَعْظَمِ الْوَسَائِلِ لِقَبُوْلِهِمْ لِكَلَامِهِ
وَاحْتِرَامِهِمْ لَهُ
وَتَوْجِيهِهِمْ وَاسْتِجَابَتِهِمْ لِتَوْجِيهِهِ
وَلَيْسَ الْمَقْصُودُ بِالْإِنْفَاقِ الْإِسْرَافَ وَالْمَخِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْهِيٌّ عَنْهَا
بَلْ رُبَّمَا كَانَ ذَلِكَ سَبَبًا فِي إِفْسَادِ أَبْنَائِهِ