Tidak selamanya hidup yang dijalani seseorang terasa menyenangkan. Ada kalanya hal-hal sulit datang menguji keteguhan iman seorang muslim. Lantas pernahkah terpikirkan di benak kita, apa penyebab datangnya kesulitan-kesulitan tersebut?

Penulis rahimahullah berkata, “Di antara akibat dosa adalah kesulitan yang ia dapatkan, …
… sehingga tidaklah ia menghendaki suatu perkara, kecuali perkara itu menjadi tertutup atau sulit baginya. …
… Dan ini, karena sebagaimana orang yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan urusannya mudah, …
… sebaliknya, orang yang tidak bertakwa, maka Allah akan menjadikan urusannya sulit. …
… Dan sungguh mengherankan sekali, bagaimana seorang hamba mendapati pintu-pintu kebaikan tertutup baginya, …
… dan jalan untuk meraihnya sulit untuk dia lalui, …
… sedangkan ia tidak mengetahui dari mana datangnya kesulitan itu.”
Ini juga salah satu akibat dari dosa-dosa, yaitu urusan menjadi sulit.
Setiap kali orang itu memasuki suatu urusan, ia mendapatinya tertutup baginya,
dan mendapati urusan-urusannya menjadi pelik.
Sedangkan ia tidak mengetahui, bahwa kesulitan itu akibat dosa-dosanya.
Akibat dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya.
Lihatlah landasan dalil yang dipakai oleh Ibnu al-Qayyim tentang hal ini, yaitu firman Allah Jalla wa ‘Ala:
Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. At-Talaq: 4)
Ini seperti dalil yang beliau gunakan sebelumnya, bahwa …
bahwa perbuatan maksiat adalah penyebab kemiskinan,
beliau berdalil atas itu, dengan dalil apa?
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. (QS. At-Talaq: 2 – 3)
Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ibnu al-Qayyim berdalil atas hal ini, dengan dalil tersebut. Beliau berkata, “Jika takwa adalah penyebab mendapat rezeki,
maka tidak bertakwa adalah penyebab kemiskinan.”
Dan jika takwa adalah penyebab mendapat kemudahan,
maka tidak bertakwa adalah penyebab mendapat apa? Kesulitan!
Jika ketakwaan adalah penyebab dapat kemudahan, “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”
—Dan dua ayat ini berada dalam surat at-Talaq—
Maka, demikian pula tidak bertakwa adalah penyebab kesulitan.
Demikian.

***

قَالَ رَحِمَهُ اللهُ وَمِنْهَا تَعْسِيرُ أُمُورِهِ عَلَيْهِ
فَلَا يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلَّا يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُونَهُ أَوْ مُتَعَسِّرًا عَلَيْهِ
وَهَذَا كَمَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
فَمَنْ عَطَّلَ التَّقْوَى جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ عُسْرًا
وَيَا لِلهِ الْعَجَبُ كَيْفَ يَجِدُ الْعَبْدُ أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالْمَصَالِحِ مَسْدُودَةً عَنْهُ
وَطُرُقَهَا مُعَسَّرَةً عَلَيْهِ
وَهُوَ لَا يَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ أُوتِي
هَذَا أَيْضًا مِنْ عَوَاقِبِ الذُّنُوبِ تَعَسُّرُ الْأُمُورِ
كُلَّمَا دَخَلَ فِي بَابٍ مِنَ الْأَبْوَابِ وَجَدَهُ مُغْلَقًا
وَيَجِدُ أُمُورَهُ مُتَعَسِّرَةً
وَمَا عَلِمَ أَنَّ هَذَا التَّعَسُّرَ مِنْ عَوَاقِبِ ذُنُوبِهِ
مِنْ عَوَاقِبِ ذُنُوبِهِ وَآثَامِهِ وَخَطَايَاهُ
وَانْظُرْ إِلَى اسْتِدْلَالِ ابْنِ الْقَيِّمِ عَلَى هَذَا الْمَعْنَى بِقَوْلِهِ جَلَّ وَعَلَا
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
هَذَا نَظِيرُ اسْتِدْلَالِهِ الْمُتَقَدِّمِ عَلَى أَنَّ
أَنَّ الْمَعَاصِيْ مَجْلَبَةٌ لِلْفَقْرِ
وَاسْتَدَلَّ عَلَى ذَلِكَ بِمَاذَا؟
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
فَاسْتَدَلَّ بِهَا عَلَى هَذَا الْمَعْنَى قَالَ إِذَا كَانَتِ التَّقْوَى مَجْلَبَةً لِلرِّزْقِ
فَتَرْكُ التَّقْوَى مَجْلَبَةٌ لِلْفَقْرِ
وَإِذَا كَانَتِ التَّقْوَى مَجْلَبَةً لِلتَّيْسِيْرِ
فَتَرْكُهَا مَجْلَبَةٌ لِمَاذَا؟ التَّعْسِيرُ
إِذَا كَانَتِ التَّقْوَى مَجْلَبَةً لِلتَّيْسِيرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
وَالْآيَتَانِ كِلَاهُمَا فِي سُورَةِ الطَّلَاقِ
فَكَذَلِكَ تَرْكُ التَّقْوَى مَجْلَبَةٌ لِلتَّعْسِيرُ
نَعَم