Doa adalah senjata bagi seorang muslim. Oleh karena itu, hendaknya kita memperbanyak doa kepada Allah subhanahu wata’alaa. Dan di antara adab dalam berdoa yaitu memilih waktu-waktu yang mustajab.
Doa Imam Ahmad bin Hanbal dalam sujudnya.
At-Tamimi berkata, “Dahulu, Ahmad bin Hanbal biasa berdoa dalam sujudnya:
Ya Allah, jika ada seseorang dari umat ini yang masih di atas kekeliruan,
sedangkan ia menyangka dirinya di atas kebenaran, maka kembalikan ia pada kebenaran,
agar ia termasuk golongan orang-orang yang berada di atas kebenaran.’”
“Beliau juga berdoa, ‘Ya Allah, jika Engkau menerima
tebusan dari para pelaku maksiat dari umat Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam,
jadikan aku tebusan bagi mereka.’”
***
دُعَاءٌ لِلْإِمَامِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ فِي سُجُودِهِ
قَالَ التَّمِيمِيُّ: كَانَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ يَدْعُو فِي سُجُودِهِ
اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى غَيْرِ الْحَقِّ
وَهُوَ يَظُنُّ أَنَّهُ عَلَى الْحَقِّ فَرُدَّهُ إِلَى الْحَقِّ
لِيَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْحَقِّ
وَكَانَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنْ قَبِلْتَ
عَنْ عُصَاةِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِدَاءً
فَاجْعَلْنِي فِدَاءَهُمْ














